Mengapa Saya Membeli “Bonek Card” Persebaya

Dulu saat Persebaya belum dipegang Jawa Pos, kami Bonek yang peduli Persebaya pernah ada sistem Buying Without Watching. Program di mana saat itu Bonek luar kota, pulau, luar negeri membeli tiket kepada salah satu orang yang dipercaya. Tujuannya hanya untuk membantu keuangan Persebaya yang di saat itu kolaps ditinggal investor. Tapi karena tak adanya transparansi manajamen saat itu membuat kami kecewa.

Dengan hadirnya Bonek Card (BC), hal itu menjawab pertanyaan Bonek luar kota, luar pulau, dan luar negeri yang ingin berkontribusi meski tak bisa hadir. Terlebih manajemen sekarang, Jawa Pos, mengajarkan kita tentang banyak perubahan. Saat ini mungkin belum terasa, manfaatnya hanyalah murahnya tiket dan kemudahan masuk stadion. Tapi ke depan, data yang kita setorkan ke manajamen didata secara profesional bilamana terjadi hal-hal buruk. Karena BC sesuai nomor KTP, berbeda dengan KTA yang pernah kita buat masing-masing korwil yang hanya sekedar identitas.

Oleh karena itu dulur-dulur, musim depan sudah saatnya kita mendaftar tiket terusan/Bonek card. Tim akan terbantu dari penjualan tiket yang tetap. Banyak yg mengeluh “Eman lek gak budal, rugi tuwas daftar gak ndelok”. Dalam mencintai Persebaya jika dianalogikan adalah ketika kita memberikan hadiah untuk pacar atau istri, kita gak tahu hadiah yang disukanya. Karena terlanjur beli harga mahal, ternyata doi ga suka, terpaksa gak kepake. Ga ada kata penyesalan bagi kita yang benar-benar ikhlas dan tulus memberikan yang terbaik untuk orang yang kita cinta. Sama halnya untuk Persebaya, tak ada rasa penyesalan meski gak bisa hadir, setidaknya kita juga turut berperan membangun tim yang stabil dalam sisi keuangan.

BACA:  Mampukah Persebaya (Kembali) Membalikkan Sejarah?

Masalah nominal yg cukup lumayan besar? Analogikanlah saat hape kita hilang, mau gak mau saat kita krisis pun dalam seminggu paling kita bisa membeli hape baru meski tak ada dana. Entah bagaimana caranya. Karena apa? Karena hape adalah kebutuhan. Semestinya kita yang cinta Persebaya adalah kebutuhan juga. (*)