Ada Apa dengan Ondong?

Abdul Azis. Foto: Joko Kristiono/EJ

Sudah empat pertandingan beruntun tidak ada nama Abdul Azis di dalam skuad Persebaya, entah di bench ataupun di dalam starting line-up. Ondong, panggilan akrab Abdul Azis, adalah pemain yang biasa menempati posisi full back kanan atau kiri. Mantan pemain PON Sulsel yang meraih medali perak ini juga tidak dalam keadaan cedera.

Alfredo Vera sepertinya sudah sangat paten dengan Mochammad Irvan di sisi kiri dan Abu Rizal “Rodeg” Maulana di sisi kanan pertahanan Persebaya. Dua pemain ini sudah tune in dengan skema main Alfredo. Dari dua nama pengisi sektor full back, yang benar-benar murni full back hanya Irvan dan Ondong. Sedangkan Rodeg posisi naturalnya adalah gelandang serang, namun ia bisa dimainkan di beberapa posisi karena memiliki kemampuan versatile.

Di sektor full back, Persebaya memang tak bunya banyak pilihan. Hal ini berbeda dengan posisi bek tengan (CB) ataupun penyerang (FW) dimana Persebaya memiliki stok pemain melimpah. Jika Rodeg dan Irvan cedera atau terkena akumulasi maka posisi full back bisa jadi akan krisis. Apalagi, perburuan pemain baru di pos tersebut juga belum menemui titik terang.

Minimnya stok full back di skuad Persebaya sebenarnya bisa diatasi dengan adanya Ondong yang bisa bermain sebagai bek kiri maupun bek kanan. Namun “menghilangnya” nama Ondong dalam beberapa laga terakhir Persebaya tentunya menimbulkan pertanyaan: ada apa sebenarnya dengan dengan Ondong?

Persebaya butuh pemain yang ngeyel, ngotot dan berjiwa petarung di lapangan. Tunjukkan bahwa kamu bisa dan wani. Tidak hanya sebagai idola wanita karena paras tampanmu, atau jadi model official store. Tapi juga bisa jadi kebanggaan Bonek dengan permainanmu.

Ayo Ondong, tingkatkan performamu!

Salam,
Rafsanjani