Akun TMS, Persebaya, dan Bhayangkara FC

Akun TMS Persebaya.

Beberapa hari sejak Persebaya memastikan lolos Liga 1 musim depan, masalah akun Transfer Market System (TMS) menjadi pembicaraan hangat. TMS adalah sebuah akun untuk melakukan transaksi perpindahan, penjualan, maupun pembelian pemain asing oleh suatu klub yang menjadi anggota FIFA. Perputaran pemain antar klub dan asosiasi tiap negara memang diwajibkan memakai akun TMS.

Menjadi ramai di media sosial karena sudah menjadi rahasia umum bila Bhayangkara FC, klub Liga 1, selama ini memakai akun resmi TMS milik Persebaya Surabaya. Dengan pelbagai kontroversi selama bertahun-tahun, Bhayangkara FC menggunakan akun TMS itu untuk transfer pemain. Misalnya saat transfer Thiago Fortuoso dan Ilja Spasojevic baru-baru ini.

Desakan melalui media sosial dan banyak tulisan yang ditujukan kepada Bahyangkara FC untuk mengembalikan akun tersebut berbuah hasil. Senin, 4 Desember 2017, melalui akun resmi instagramnya, Bhayangkara FC meminta maaf dan mengakui jika selama ini memakai akun TMS Persebaya Surabaya. Mereka akhirnya mengembalikan akun tersebut melalui PSSI. Sampai tulisan ini dibuat, belum ada statemen apapun dari federasi.

Apakah selesai dengan permintaan maaf?

Secara organisasi, sudah seharusnya PSSI sebagai induk harus menjatuhkan sanksi kepada Bhayangkara FC. Belum lagi Bhayangkara FC berstatus sebagai juara Liga 1. Logikanya mereka melakukan sebuah transaksi atau pembelian pemain secara ilegal atau kesalahan administratif yang disengaja. Urusan dengan Persebaya kemungkinan lebih mudah menyangkut TMS ini. Tetapi urusan organisasi harusnya lebih tegas.

Jika semua ini berakhir tanpa sanksi apapun, ini akan membuat preseden yang tidak baik bagi organisasi. Bagaimana tidak kesalahan yang disengaja bisa ditolerir tanpa ada sanksi. Apakah ada permintaan maaf secara tertulis resmi kepada manajemen Persebaya yang ditembuskan kepada PSSI, AFC, dan FIFA? Atau hanya via akun sosial media?

BACA:  Mat Halil dan Sedikit Cerita Menarik dalam Karirnya

Pengakuan dari Bhayangkara FC ini tentu menguatkan secara legal formal bagi Persebaya. Selama ini sebelum Persebaya kembali, masih banyak yang tidak percaya dengan Persebaya. Bonek dengan gigihnya dalam membangkitkan Persebaya tentu juga merasa lega. Setelah sebelumnya ada keputusan pengadilan mengenai nama, logo, dan akta klub.

Berbesar hatilah Aligator Mania dan Bharamania, Persebaya dan Boneklah yang memenangkan pergulatan TMS ini. Sampai jumpa di laga Liga 1.

Salam Satu Nyali!

Facebook Comments