Mencoba Move On dari Romantisme Andik Vermansyah, Evan Dimas, dan M. Taufiq

Foto: Joko Kristiono/EJ

“Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya.”

Kebulatan manajemen melalui Presiden klub Azrul Ananda untuk mempertahankan skuad adalah sebuah langkah yang harus kita hormati. Tentu ada latar belakang sendiri bagi manajemen dalam menentukan jalan dan masa depan klub mengarungi Liga 1 musim depan. Setidaknya jasa pemain-pemain muda berbakat ini mengantar Persebaya menjuarai Liga 2 dengan berdarah-darah.

Beredar di segala lini masa, sebuah harapan Bonek untuk kembalinya mantan pemain-pemain besar Persebaya yang ‘hengkang’ demi kelangsungan asap dapur pemain seperti M.Taufiq (Bali United), Evan Dimas (Bhayangkara FC), dan Andik Vermansyah (Selangor FA). Mereka bergerak cepat memilih masa depan dan karir ketika Persebaya dalam masa kelam dibunuh federasi dan mafia.

Tidak elok menafikan kepiawaian dan kehebatan tiga nama pemain-pemain tadi. Segudang pengalaman dan ‘loyalitas’ pada Persebaya tidak diragukan lagi. Pemain besutan kompetisi internal yang memang seharusnya kembali ke kampung halaman membela daerah. Betapa naif jika hal ini dikaitkan dengan koridor profesionalisme.

Persebaya telah bersiap menghadapi Liga 1. Beberapa nama pemain Persebaya pun mulai dikedip klub-klub pemilik asal pemain tadi. Madura United, PSM Makassar, dan Borneo FC pun mulai ‘ngeriwuki’ ketenangan pemain-pemain seperti M. Hidayat, Rishadi Fauzi, dan pemain terbaik, Irfan Jaya. Di sinilah keseriusan manajemen dipertaruhkan.

Dalam persoalan ini hanya pelatih yang memiliki mata batin untuk mengukur dan menilai sebuah permainan tim secara menyeluruh. Namun, jika mengikuti perjalanan Liga 1 dengan 18 klub di musim 2017, adakah klub peserta yang bermain seperti Persebaya? Sudah bisa dipastikan, anda tidak akan menemukannya.

Permainan tiki-taka ala Alfredo Vera hanya bisa dilakukan dan dijalankan oleh Persebaya saat ini. Persebaya yang juara Liga 2 ini, sebuah permainan sepak bola modern yang akan disajikan Rendi Irawan dkk di Liga 1 mendatang.

BACA:  Anthem Klub, Nyanyian untuk Sebuah Kebanggaan

Sudah saatnya kita harus move on dari romantisme nama-nama Andik Vermansyah, Evan Dimas, dan M. Taufiq. Persebaya memiliki stok pemain yang berkelas dan memiliki kemampuan seperti tiga nama tadi, yang akan bertumbuh kembang di Persebaya saat ini. M. Hidayat, Kurniawan Karman, Misbakus Solikin, Rangga Muslim, Riky Kayame, dan lain-lain adalah nama-nama yang menjamin Persebaya akan mampu bersaing di Liga 1.

Kita tentu tidak ingin kemampuan Riky Kayame ‘redup’ oleh hegemoni Boaz Solosa ketika di Persipura. Beruntung Coach Vera memiliki kecermatan dalam mengolah potensi-potensi muda yang brillian, dan itu terbukti dalam formulanya hingga membawa Persebaya menjadi sebuah kekuatan besar yang menakutkan di musim mendatang Liga 1.

Ditambah, dukungan bonek yang luar biasa, maka dengan skuad saat ini, Persebaya akan menjadi kontestan Liga 1 yang memiliki semangat dan gudang pemain lokal berpotensi yang mengancam klub-klub lain. Kita percayakan saja kepada skuad muda terbaik ini, sebab kepercayaan akan menyatukan hati dan harapan.

Persebaya Pasti Bisa!

Facebook Comments