Antara Persebaya, Andik Vermansah, dan Agen MSG

11

Andik Vermansah (AV) saat ini adalah sebuah nama yang hangat dalam pramusim perpindahan pemain di Indonesia. Pemain yang empat musim membela Selangor FA di Liga Malaysia ini dihubungkan dengan Persebaya klub lamanya. Saat ini AV ada di bawah manajemen Muly Munial dari Munial Sports Group (MSG).

Kisah berawal dari selesainya kontrak AV dengan Selangor. Sebagai salah satu pemain yang sangat dicintai suporter Selangor sangat wajar bila mereka juga menyesali kepergian pemain kelahiran Jember ini. Saat masih di Selangor dia juga sudah pernah mengungkapkan pernyataan bahwa jika kembali ke Indonesia maka hanya akan kembali ke Persebaya. Kisah ini hampir sama seperti yang dilakukan legenda Indonesia Bambang Pamungkas (BP). Walaupun BP sempat berseragam Pelita Bandung Raya.

Saat ini melalui berbagai pernyataan via snapgram instagram ataupun postingannya AV sangat berharap bisa kembali ke klub yang sangat dicintainya sejak kecil. Begitupun dengan Persebaya saat di awal musim manajemen berjanji akan memulangkannya. Bonek juga sangat antusias akan menyambut kedatangan salah satu mantan pemain yang sangat diidolakan.

Apa yang kemudian terjadi?

Mencoba membuat analisa sedikit dari ketiga faktor langsung yang berhubungan. Yakni dari sisi manajemen Persebaya, sisi pemain, dan dari agen MSG. Ini tentu saling berhubungan langsung terhadap kisah bak drama Korea tersebut. Juga nanti dari faktor keempat yang berada disisi berbeda yakni suporter dalam hal ini Bonek sebagai salah satu stakeholder Persebaya.

Apa arti pertemuan awal Januari 2017?

Manajemen Persebaya pada awal Liga 2 pernah mengatakan bahkan melalui presiden klub Azrul Ananda akan memulangkan AV. Tentu pernyataan awal ini sangat menggembirakan untuk memberikan harapan. Manajemen baru ini pun pada satu kesempatan Andik pulang ke Surabaya sempat menerimanya bahkan di Graha Pena pada 2 Januari 2017. Saat itu Andik pulang ke Indonesia dalam pemulihan cedera kakinya. Dia sempat dirawat di rumah sakit Graha Amerta Surabaya.

Saat itu Persebaya belum juga diambil kepemilikannya oleh Jawa Pos. Bahkan Persebaya belum diakui oleh PSSI. Karena Persebaya baru diakui oleh federasi pada 8 Januari 2018. Sedangkan Jawa Pos melalui PT Jawa Pos Sportainment baru mengakuisisi Persebaya satu bulan kemudian.

Yang menarik dari pertemuan awal tersebut apakah sudah ada pembicaraan antara calon investor dalam hal ini JPS dengan Andik? Saat pertemuan itu juga hadir manager Persebaya lama yakni Choesnoel Farid dan beberapa pemain senior. Dalam hal ini mungkin seperti kedua pihak sudah saling tahu dan memahami. Tidak ada yang bisa menebak arti sesungguhnya ada apa dalam pertemuan pemain Selangor itu dalam kunjungan ke Jawa Pos terkait dengan Persebaya.

Cinta Andik hanya untuk Persebaya

“Hati memang tidak bisa bohong. Hanya Persebaya yang ada di pikiran dan hati saya untuk sepakbola Indonesia. Tapi semua itu juga tergantung nanti,” pernyataan AV dari koran Jawa Pos (2/1/2017).

Ini sangat menarik dan tegas menjawab kira-kira apa yang ada dalam pertemuan tersebut. Analisanya begini, Jawa Pos sudah yakin sebagai investor Persebaya. Manajemen Persebaya sudah melakukan gentlemen agreement dengan Jawa Pos sebagai investor walaupun saat itu Persebaya belum diakui PSSI. Maka saat ada AV datang ketiganya berkumpul dan sepertinya ada arah tersebut. Yakni ada niatan akan memulangkan pemain yang pernah diberi jersey David Beckham dari LA Galaxy.

Setelah selesai kontrak dengan Selangor dan Persebaya kembali ke Liga 1 maka sangat kuat keinginan Andik pulang ke rumahnya. Rumah yang begitu dicintainya dengan tulus sejak kecil. Berbagai pernyataan via instagramnya semakin menguatkan bahwa keinginan ke Persebaya sangat kuat.

BACA:  Selangor FA Tak Akan Lepas Andik Vermansah ke Persebaya

Andik juga sangat profesional dengan tidak memberi pernyataan dengan bahasa yang langsung dengan siapapun. Artinya Andik sangat menghargai kontrak dia dengan manajemen MSG. Tidak diketahui secara pasti sejak kapan dan sampai kapan kontrak Andik dengan manajamen MSG.

Agen MSG

Sebuah manajemen sport yang salah satu usahanya adalah menjadi agen pemain. Beberapa pemain nasional pernah dan masih menjadi klien milik Muly Munial tersebut. Sebut saja Evan Dimas, Ilham Udin, Bambang Pamungkas, Bustomi, dan masih banyak lagi.

Dalam sepak bola modern memang lazim para pemain menggunakan jasa agen. Agen akan membantu pemain menguruskan segala macam hak dan kewajibannya pada klub. Juga mencarikan klub. Dan saat ini di MSG Andik menjadi salah satunya.

Komunikasi manajemen Persebaya sudah pasti sudah dan terus menjalin komunikasi dengan agen maupun Andik sendiri. Tidak bisa salah dua diantara mereka jalan tanpa melibatkan satunya.

***

Yang terjadi sekarang adalah tarik ulur dan informasi yang berkembang di banyak media cetak dan online. Ketiga pihak tadi saling mengeluarkan statement yang berbeda dan tidak sangat vulgar menyatakan apa yang dikatakannya.

Saat pihak MSG mengatakan manajemen Persebaya terkesan cuek dengan Andik maka berikutnya pihak manajemen Persebaya melalui manajernya membantahnya. Sementara Andik membuat pernyataan bahwa ada yang harus diklarifikasi terkait pernyataannya.

Publik semakin bingung dengan kisah panjang ini. Bingung sekaligus penasaran ada di mana letak agar ada titik temu antara mereka. Berkembang kabar bahwa nilai kontrak menjadi ganjalan dalam proses ini. Tetapi ada fakta menarik dari instagram AV. Dalam bahasa Suroboyoan dia mengatakan bahwa ini bukan hanya masalah uang. Andik menegaskan ini masalah hati.

Koin Untuk Andik

Bonek adalah suporter yang dinamis dan kritis dengan apa saja yang terjadi. Sebagai pemain yang diharapkan dan dicintai Bonek membuat gerakan menarik yakni koin untuk Andik. Gerakan moral ini memberi pesan kuat untuk semua yang terlibat dalam kisah ini. Utamanya kepada manajemen Persebaya dan MSG sendiri sebagai “pemilik” AV saat ini.

Gerakan ini bukan tanpa maksud , tetapi adalah untuk menyelamatkan AV dan menunjukkan bahwa bonek peduli terhadap apa yang mereka yakini bahwa AV sangat mencintai dan punya keinginan kuat kembali ke Persebaya. Bonek mencintai Persebaya begitu juga Andik.

Bagaimana sebaiknya?

Untuk manajemen Persebaya dan MSG harus lebih intens berkomunikasi secara langsung dan terbuka. Dalam artian semua pernyataan yang keluar harus jujur dan transparan. Agar Bonek khususnya mengetahui akar permasalahan selama ini. Segera duduk bersama selanjutnya beberkan semua ke media atau Bonek.

Percayalah pasti akan ada titik temu perhitungan-perhitungan bisnis antara Persebaya dan MSG. Tidak ada kata terlambat untuk dalam bahasa yang sering di tweet akun Mafia Wasit, Tabayyun.

Musim kompetisi di semua negara akan segera dimulai. Jangan sampai seorang Andik Vermansah menjadi korban dari sebuah nama industri sepak bola. Andik adalah manusia yang mempunyai hati dan rasa. Tidak sepeser pun uang yang bisa menggantikan hati dan rasa.

Semoga kisah bak drama Korea ini akan happy ending. Cinta berbalas cinta dalam versi lain akan segera terealisasi. Karena sesungguhnya dalam sepak bola itu lebih banyak cinta dan rindu daripada rasa benci.

Salam Satu Nyali!

Facebook Comments