Untuk Pemain Klub Internal: Berjuanglah, Kalian Bisa

PSAL, juara kompetisi internal 2016 yang berpotensi menyumbang pemain ke tim senior Persebaya. (Foto: Bimbim/EJ)

Sejarah Persebaya tak bisa dilepaskan dengan sebuah perkumpulan beberapa klub yang saat ini biasa disebut klub internal. Sejak berbentuk perseroan mulai 2009 maka status Persebaya sudah sebagai klub profesional. Sedangkan klub internal yang ada tetap sebagai sebuah klub amatir. Hubungan keduanya tetaplah tidak bisa dipisahkan walaupun sudah tidak bisa secara langsung lagi.

Saat ini Persebaya akan memulai kompetisi Liga 1 tahun 2018. Ini adalah kompetisi level teratas pertama yang akan diikuti sejak tahun 2013 lalu. Sampai dengan akhir bulan Desember ini Persebaya masih mempunyai 17 pemain yang statusnya sudah dikontrak. Dari ketujuhbelas pemain tersebut mayoritas berasal atau dahulu merupakan alumni klub internal sendiri. Mereka adalah Dimas Galih, M Irvan, Abu Rizal Maulana, Rachmat Irianto, M Syaifudin, Sidik Saimima, Misbakus Solikin, Rendi Irwan, Adam Maulana, dan Oktafianus Fernando.

Sebentar lagi Persebaya akan kedatangan pemain baru lagi. Dari yang sudah terlihat adalah ada 4 pemain asal Persipura yang akan direkrut Persebaya. Menyusul pasti akan ada pemain asing juga untuk melengkapi kuota skuad di Liga 1 nanti. Jika nanti Persebaya memiliki 30 pemain dan yang dari internal tetap 10 pemain artinya tim ini berisi 33.33% pemain alumni klub lokal.

Motivasi dan Tantangan

Persebaya saat in sudah pasti menjadi magnet atau muara dari setiap cita-cita semua pemain yang berkutat di kompetisi internal divisi amatir. Begitu juga para pemain dari luar Surabaya sudah pasti berkeinginan yang sama. Nama besar Persebaya, suporter yang militan dan saat ini keuangan klub yang sehat tentu menarik para pemain untuk bergabung. Visi klub yang membangun tim untuk jangka panjang di semua level itu faktor lain yang sangat menarik.

BACA:  Persebaya Milik Klub Internal, Bukan SIM dan CG

Para pemain dari internal harus menjadikan ini sebagai motivasi yang lebih. Berlatih yang disiplin, belajar terus menerus, mengasah skill dan mental dengan baik. Tidak hanya para pemain tetapi para staf pelatih di internal harus juga mampu mengikuti perkembangan ilmu kepelatihan sepakbola modern agar output yang dihasilkan bisa lebih berkualitas. Tidak hanya mengandalkan sekedar bakat alam saja.

Berjuanglah sekuat tenaga dan bisa menunjukkan kemampuan terbaik agar bisa masuk skuad Persebaya di masa mendatang. Kompetisi amatir di Surabaya adalah salah satu kompetisirutin terbaik yang ada di Indonesia. Peningkatan level kepelatihan juga dibutuhkan bagi semua klub yang ada.

Kompetisi Liga 1 nanti Persebaya juga akan mengikuti di level U-19. Ini kesempatan para pemain junior lokal menunjukkan kemampuannya. Saat ini tim pelatih sudah melakukan proses seleksi untuk young guns ini. Pergunakan ajang seleksi ini juga secara fair baik oleh tim pelatih maupun dari orangtua pemain itu sendiri. Sudah menjadi rahasia umum biasanya ada semacam titipan pemain. Mungkin dulu itu terjadi, semoga mulai musim ini lebih objektif lagi.

Persebaya tidak akan pernah kekurangan pemain lokal. Tentu saja dengan banyak syarat yang harus dipenuhi untuk bisa masuk skuad. Prestasi adalah yang diharapkan Bonek . Prestasi bisa diraih dengan kerja keras dan dengan kualitas yang baik. Semangat yang tinggi haruslah diimbangi kualitas dan pribadi yang baik. Karena Persebaya bukan hanya sekedar klub sepakbola. Persebaya adalah kebanggaan dan harga diri. (*)

Facebook Comments