Ketika Bonek Zaman Old Memberi Pesan kepada Bonek Zaman Now

Zulkarnain (tengah) dan Eko Wardana saat acara Mahakarya Bonek Campus. Foto: Bimbim/EJ

EJ – Bercerita tentang Bonek adalah sejarah panjang perjalanan sebuah suporter sepak bola untuk mendukung Persebaya. Bonek adalah suporter yang secara riil tidak mempunyai organisasi khusus dan tidak mempunyai ketua. Dalam acara Mahakarya Campus di JX tadi malam (7/1), panitia menghadirkan dua Bonek zaman old untuk berbagi pengalaman.

Dua orang yang dihadirkan adalah Zulkarnain dan Eko Wardana, dua pria yang sudah berumur tetapi sangat terlihat sehat dan penuh semangat. Berkumpul bersama generasi Bonek saat ini, mereka terlihat seperti seorang kakek bertemu dengan cucu-cucunya. Keduanya mempunyai pesan dan harapan untuk Bonek zaman now dan yang akan datang.

“Bonek itu selalu bersikap dan berjiwa kesatria. Jiwa kepahlawanan seperti ini jangan sampai hilang,” kata Zulkarnain.

Selain itu, Zulkarnain memberi apresiasi yang sangat tinggi atas apa yang dilakukan bonek saat ini. Yaitu menjalin komunikasi dan perdamaian dengan banyak komunitas suporter klub lain. “Tugas selanjutnya bagi kita semua adalah mensosialisasikan ke level grass roots. Ini adalah pekerjaan rumah Bonek saat ini,” tambahnya.

Sementara Eko Wardana juga menyampaikan hal menarik. “Bonek Campus khususnya harus bisa memberi contoh yang baik untuk adik-adiknya dan memberi edukasi semua,” kata Eko.

Hal menarik lain menurut Eko adalah bahwa Bonek harus memastikan jalur awaydays khususnya yang dilewati kereta api dan bus sudah bisa damai dengan suporter lain. “Susah nanti kalau jalur yang dilewati ada kontra dengan suporter lain. Ini pengalaman saya pribadi,” lanjutnya.

Sama seperti Zulkarnain, Eko juga memberi hormat kepada Bonek saat ini yang menjalin persahabatan akrab dengan suporter lain. Terakhir Eko yang berdomisili di Malang ini mempunyai pesan khusus untuk Bonek.

BACA:  Komunitas, Ajang Silaturahmi dan Edukasi Bagi Bonek

“Lebih kreatif lagi. Dan yang paling penting jadikan GBT menggetarkan bagi lawan. Vocal chants dan nyanyian ditambah. Kurang banter rek. Tambahi volume-ne,” tutup Eko. (bim)

Facebook Comments