Saatnya Bonek Move On dari Andik Vermansah

Beberapa hari ini, jagad dunia maya dan lini masa bonek dihiasi dengan surat terbuka Presiden Klub Azrul Ananda untuk Andik. Tak lama kemudian, Andik menanggapi surat tersebut. Pro kontra pun timbul di kalangan Bonek. Ada yang pro, ada pula yang kontra.

Saya pribadi cukup menyayangkan surat terbuka tersebut. Kesannya, Azrul melakukan “pembunuhan karakter” kepada Andik. Tidak ada deal soal harga. Begitulah kira-kira menurut saya poin surat itu. Harusnya, cukup diumumkan saja kepada media bahwa Andik tidak jadi bergabung dengan Persebaya di Liga 1. Cukup, titik. Sudah jadi rahasia umum, di era industri sepak bola seperti sekarang, keringat pemain dihargai senilai rupiah. Di Indonesia, loyalitas dan kesetiaan kepada klub mungkin hanya dimiliki oleh suporter, Mbah Drai, Mat Halil, dan Alm Choirul Huda.

Harusnya, persoalan ketidakcocokan masalah harga tidak perlu diungkapkan dan diributkan di media. Mungkin bisa dicari alasan lain, kebutuhan tim misalkan. Seperti yang kita ketahui, pasca Persebaya merekrut kuartet pemain papua, stok di sektor sayap cukup melimpah. Ada Irfan Jaya, Oktavianus Fernando, Feri Pahabol, dan Osvaldo Haay. Ricky Kayame dan Rendi Irwan juga bisa dimainkan di sektor penyerang sayap.

Atau mungkin juga, Azrul memiliki strategi lain seperti yang ditulis bung Zen di sini, mengingat Azrul merupakan orang media, yang memiliki kemampuan mengelola sebuah issue dengan baik. Kita tunggu saja hingga masa injury time pendaftaran pemain untuk Liga 1 2018 ini.

Bagi Bonek, saatnya untuk move on dari Andik. Ojok baper. Kalau pun Andik di musim ini tidak jadi bergabung dengan Persebaya, kita harus legowo dan tetaplah mencintai Persebaya. Toh juga mulai bermunculan idola baru macam Irfan Jaya, Solikin, ataupun Pahabol. Bagi para pemain, kesetiaan dan loyalitas kepada klub hanya sampai kontrak habis. Namun bagi Bonek, persebaya adalah selamanya. (*)

Facebook Comments
BACA:  Surat Terbuka Azrul Ananda Yang Emosional