Mewujudkan Awaydays yang Bermanfaat Bagi Warga Setempat

Bonek di Stadion Manahan Solo. Foto: Yosia for EJ

Di masa lalu, setiap Persebaya berlaga di luar Surabaya, ada kekhawatiran bagi warga sekitar stadion akan kehadiran Bonek dalam jumlah besar. Peringatan akan kedatangan Bonek diwujudkan dengan memasang spanduk di jalan-jalan masuk kampung sekitar stadion. Saat Persebaya bertandang ke kandang Persatu tahun lalu, Kapolres Tuban sampai mengeluarkan maklumat yang salah satu isinya meminta warung-warung di jalan-jalan menuju Tuban untuk tutup.

Apa yang dilakukan warga dan Kapolres Tuban didasari kekhawatiran jika Bonek akan melakukan tindakan-tindakan kriminal. Hal itu dilatarbelakangi pengalaman di masa lalu di mana Bonek sering melakukan perbuatan yang merugikan warga setempat. Jika kita melihat dari kacamata mereka, apa yang dilakukan adalah sesuatu yang wajar.

Sekarang tugas Bonek adalah bagaimana membuat stigma Bonek yang buruk di mata mereka menjadi berubah. Salah satu caranya adalah mewujudkan kedatangan Bonek saat awaydays menjadi berkah bagi warga setempat.

Saat awaydays mendukung Persebaya melawan PSMS di ajang turnamen Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan Solo Sabtu (3/2) lalu, komunitas Bonek SKJ27 dari Sidoarjo melakukan bakti sosial dengan memberi bantuan kepada Yayasan Pemeliharaan Anak dan Bayi Permata Hati Surakarta. Meraka juga melakukan silaturahmi kepada Pasoepati, kelompok suporter Persis Solo.

Apa yang dilakukan Bonek SKJ27 patut diacungi jempol. Mereka telah mewujudkan awaydays yang bermanfaat bagi warga setempat. Selain Bonek SKJ27, tentu banyak Bonek yang melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya.

Pastinya banyak cara yang bisa dilakukan selain bakti sosial. Membeli makanan dan minuman para pedagang sekitar stadion adalah cara lain yang bisa dilakukan. Dengan melakukan kegiatan ekonomi, tentu yang diuntungkan adalah para pedagang yang notabene warga setempat. Dan ini akan meningkatkan pendapatan para pedagang selama awaydays berlangsung. Bonek ikut menyumbang pendapatan kepada mereka.

BACA:  Andik Vermansah dan Persebaya Panggilan Jiwa

Mari kita hitung, jika ada 25.000 Bonek (baik yang kebagian tiket dan yang tidak) hadir di kota Solo. Masing-masing Bonek mengeluarkan rata-rata Rp 60.000 (tiket, makanan, minuman), maka perputaran uang pada hari itu adalah 25.000 x Rp 60.000 = Rp 1,5 Miliar! Angka ini tentu saja sangat fantastis.

Angka ini bisa bertambah karena pengeluaran untuk awaydays tidak hanya tiket, makanan dan minuman. Namun juga transportasi, merchandise, dll.

Panpel babak perempat final Piala Presiden 2018 patut berbahagia dengan kehadiran Bonek. Seluruh tribun dikuasai Bonek dan jumlah tiket terjual adalah 21.184 lembar dengan pemasukan sebesar Rp 737.874.000.

Bayangkan jika setiap awaydays, Bonek bisa memberi banyak pemasukan, tentu warga setempat akan senang menyambut kehadiran Bonek. Rasanya melarang kehadiran Bonek menjadi sebuah kerugian karena potensi pendapatan yang sangat besar yang dimiliki Bonek saat ini.

Memang di antara puluhan ribu Bonek ada sebagian kecil dari mereka yang mempunyai niat lain. Mereka hanya memanfaatkan momen untuk melakukan perbuatan kriminal dan tindakan tidak terpuji. Inilah masalah besar bagi Bonek. Tugas Bonek adalah meminimalisir kehadiran orang-orang itu.

Aparat keamanan diharapkan untuk bertindak tegas kepada para pelaku kriminal yang menyaru menjadi Bonek. Jika mereka terbukti melakukan perbuatan kriminal, segera tangkap. Bonek tidak akan melindungi mereka.

Sudah saatnya Bonek mengkampanyekan awaydays yang bermanfaat bagi warga setempat. Jika mereka sukses mengkampanyekan “No Ticket No Game” maka kampanye “Awaydays Bermanfaat” akan bisa berhasil. Jika kampanye ini berhasil maka Bonek akan ikut merasakan manfaatnya. Bonek tidak akan kesulitan mendukung Persebaya di manapun. Karena warga setempat akan menyambut Bonek dengan tangan terbuka. (*)

Facebook Comments