Menuju Bonek Masa Depan

Bonek rindu Persebaya berkompetisi lagi setelah sekian lama vakum dari liga. Bonek selalu haus akan aksi lapangan dari tim kebanggaan. Dalam liga apapun yang penting Persebaya bisa unjuk kebolehan.

Persebaya Masa Depan: Sebuah Keharusan atau Sebatas Harapan?

Masa depan memang tidak ada yang bisa memprediksi karena itu rahasia Sang Pencipta. Tapi tidak akan menjadi dosa bila kita memiliki harapan yang baik. Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, harapan baik adalah doa.

Persebaya Butuh Suporter Cerdas, Kreatif, dan Dewasa

Untuk membuat Persebaya lebih baik, diperlukan suporter yang cerdas, kreatif, dan dewasa. Kita tahu bahwa Bonek sudah memiliki itu semua.

Aspek-Aspek Keuangan Persebaya Yang Perlu Dibenahi

Belajar dari pengelolaan klub sepak bola di luar negeri, tulisan ini dibuat untuk memberi sedikit gambaran agar aspek keuangan Persebaya di masa depan bisa dikelola dengan lebih baik dan masalah penunggakan gaji tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Pembinaan Usia Dini Kunci Sukses Persebaya Masa Depan

Dengan pembinaan yang baik, maka akan muncul pemain-pemain muda yang hebat dan nantinya akan memangkas anggaran belanja pemain Persebaya.

Surat Terbuka Bonek untuk Bapak Letjen Edy Rahmayadi

Luangkanlah waktu untuk bertemu kami Bonek. Berbicaralah kepada kami. Kami akan siap berdialog secara terbuka dengan bapak.

Mesranya Hubungan Persebaya, Bonek, dan Dunia Kampus

Ngobrol Cerdas yang diadakan BEM UMS kemarin bisa menjadi momentum yang sangat bagus untuk manajemen baru Persebaya dan juga bagi komunitas Arek Bonek secara umum.

Bu Wali, Jangan Lucuti Spanduk Kami

Satu saja kami minta, jika kau tidak bisa turun tangan langsung, beri saja arahan kepada petugasmu jangan ganggu kami berjuang!

Meski Bonek Disakiti, Jangan Musuhi Klub dan Kelompok Suporter Lain

Dengan tetap menjaga hubungan baik, kita bisa berupaya memberikan pemahaman bahwa memang ada yang salah dengan sepak bola kita.

Surabaya 10 November Benar-Benar Membara

Benar sekali, tanpa dikomando, kami pun berkumpul di pusat kota. Kami berangkat membawa amarah, yang sejatinya sudah kami simpan dalam-dalam di rumah.