Persebaya Bisa Jadi Inspirasi Klub-Klub Lain Untuk Jadi Profesional

Tulisan ini merupakan bagian dari serial tulisan tentang Persebaya dan bagaimana mengelola sebuah klub agar menjadi profesional. Diawali dengan belajar bagaimana pengelolaan klub di Thailand hingga pencarian sumber pendapatan agar Persebaya tetap bisa hidup.

Persebaya dan Bonek Membutuhkan “Kekalahan”

Mengapa Persebaya membutuhkan “kekalahan”? Karena dengan mengalami kekalahan itulah bisa lebih mudah melakukan evaluasi secara total dan terus menerus.

Mengapa Saya Membeli “Bonek Card” Persebaya

Dengan hadirnya Bonek Card (BC), hal itu menjawab pertanyaan Bonek luar kota, luar pulau, dan luar negeri yang ingin berkontribusi meski tak bisa hadir.

Curahan Hati Bonek Nyeker

Meski banyak Bonek yang memilih nyeker, bukan berarti mereka anak orang tak punya alias pengangguran. Teman saya dulu waktu lihat Persebaya juga nyeker. Padahal...
museum

Menggagas Wisata Bola di Kota Surabaya

Dengan adanya wisata bola dan museum Persebaya, kita akan sadar betapa panjangnya sejarah klub ini dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial warganya.

Industrialisasi Persebaya Jangan Sampai Membunuh Bonek

Jika dulu Persebaya masih dikelola secara tradisional, swadaya, dan kepemilikan bersama maka, saat ini kepemilikan saham sudah beralih mayoritas ke Jawa Pos (JP) Group, yang mempunyai lisensi pengelolaan secara profesional.

Persebaya Harus Jadi Klub Profesional Sejati

Persebaya di masa depan harus benar-benar menjadi klub sepak
museum

Nasib Persebaya Pasca Putusan Sidang Gugatan Nama dan Logo

Seminggu setelah ulang tahun ke-89, bagaimana nasib Persebaya kedepan masih menarik untuk dicermati.
cholid

Terima Kasih, Pak Cholid Ghoromah

Karena pernyataan yang sangat menyakitkan dari Cholid tersebut, Bonek jadi belajar.

Catatan Kecil dan Evaluasi untuk Persebaya dan Bonek

Ada beberapa catatan menarik setelah pertandingan melawan PSIM. Catatan ini bisa jadi evaluasi bersama antara panpel pertandingan, pihak keamanan, dan Bonek itu sendiri.

PALING BARU