SIVB Untold Stories (1): Mereka Di Balik Layar SIVB

Jauh sebelum SIVB berdiri, orang-orang Belanda di Surabaya sudah mengawali inisiatif mendirikan bond sepakbola (SVB) sekitar tahun 1910-an.

Persebaya, Kenangan Masa Kecil: Saksikan Kebanggaan Cetak Gol (3)

Jauuuh sebelum suka sepak bola, saat masih TK, beberapa kali aku diajak embah (kakek) nonton bola, meski mbah putriku tidak suka sepak bola.

SIVB Untold Stories (4): Persebaya Bukan (Hanya) SIVB

Di Surabaya, sepakbola tidak pernah tercatat sebagai faktor pemecah.

Persebaya, Kenangan Masa Kecil: Menantang Klub Slask Polandia (2)

Setelah menonton Persebaya melawan Korea Selatan, aku ketagihan nonton bola. Aku menanti-nanti kapan lagi ada pertandingan Persebaya di Gelora 10 November, Tambaksari, sambil mengumpulkan uang beli karcis dari uang saku sekolah yang biasanya kuterima dari bapak sebesar Rp 10, paling banyak Rp 25.

Persebaya, Kenangan Masa Remaja: Final Idaman (5)

Cerita di majalah dan koran tentang kemacetan lalu-lintas di sekitar Senayan dan membludaknya penonton saat final Pre Olympic 1976 rupanya terjadi juga di Surabaya sore itu. Final idaman antara Persebaya vs Persija menyedot perhatian masyarakat. Sejak pagi beredar isu bahwa tiket sudah ludes alias sold out.

Jogjakarta, Hubungan PSIM-Persebaya dan Bonek Terjalin

Jika ditodong pertanyaan: Apa yang bisa kamu ceritakan tentang Persebaya Surabaya? Mungkin ini yang bisa saya ceritakan.

SIVB Untold Stories (2): Pasang Surut Hubungan Dua Bond (SIVB & SVB) Surabaya

Bagaimana hubungan SIVB dan SVB sebelum dan setelah berdirinya PSSI?

SIVB Untold Stories (5): Dari Persibaja Menuju Persebaja

Lalu mengapa anggapan Persebaya adalah SIVB begitu mengakar di benak pecinta Persebaya hingga kini?

Persebaya, Kenangan Masa Remaja: Cita-Cita Jadi Pemain PSSI (7)

Untuk bisa dipilih menjadi pemain PSSI, aku harus menjadi pemain Persebaya lebih dulu. Sebelum itu, aku juga harus melewati fase yunior di Persebaya, dan sebelum yunior aku harus ikut kompetisi remaja.

Persebaya, Kenangan Masa Kecil: Dikalahkan Korea Selatan (1)

Aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar ketika pertama kali menonton Persebaya melawan Korea Selatan pada 1976. Waktu itu, aku membeli tiket khusus anak-anak sebesar Rp 100 bersama adikku (alm) yang masih belum mengerti sepak bola. Persebaya mengundang Korea Selatan dalam laga persahabatan usai mereka mengikuti Anniversary Cup di Jakarta.

PALING BARU