Persebaya, Kenangan Masa Remaja: Masa Jaya PSBI Blitar (8)

Setelah kecewa berat atas hasil Pra Piala Dunia, kami remaja gila bola berharap PSSI bisa sukses di Sea Games 1977 Kuala lumpur. Dan sepertinya, harapan itu bakal terwujud.

Persebaya, Kenangan Masa Remaja: Cita-Cita Jadi Pemain PSSI (7)

Untuk bisa dipilih menjadi pemain PSSI, aku harus menjadi pemain Persebaya lebih dulu. Sebelum itu, aku juga harus melewati fase yunior di Persebaya, dan sebelum yunior aku harus ikut kompetisi remaja.

Persebaya, Kenangan Masa Lalu: Perang Bubad (19)

Sebenarnya, aku malas menulis episode ini, tapi bagaimana lagi, aku sudah komitmen dalam hati mau berbagi pengalaman menjadi suporter Persebaya, menjadi Bonek (Lawas) mumpung sedang “Mood” untuk menulis, yah setidaknya sampai cerita tahun 2004.

Persebaya, Kenangan Masa Remaja: Turnamen Surya Cup 1977 (4)

Aku amat yakin bahwa aku bakal lulus tes masuk SMP Negeri 8, sebab saat SD aku selalu juara kelas, ranking 1 terus sejak kelas 1 sampai kelas-6 meski tidak ada hadiahnya. Justru ketika di SMP aku malah jeblok. Setiap hari pikiran tersita ke sepak bola. Akibatnya sering lalai mengerjakan PR, tugas, dan banyak melamun di dalam kelas, sehingga jangankan ranking 1, ranking 10 saja aku tidak mampu.

Persebaya, Kenangan Masa Remaja: Hancur Lebur (13)

Tahun sudah berganti dari 1978 ke 1979, ketika aku pulang dari sholat Jumat di Masjid Al Abror, Jl Simolawang, sambil melirik kios penjual koran yang memajang koran Kompas dan Jawa Post. Di situ ditulis “Simpson Akan Kawal Abdul Kadir.”

Persebaya, Kenangan Masa Bujang: Final Lagi (18)

Di lapangan PT SIER, Rungkut Industri, aku bertemu teman lama dari IM tapi lupa namanya (Mardiyanto? mungkin), dia menyapaku, bersalaman erat dan bercerita. “Tak kiro kamu yang jadi kiper Persebaya, waktu aku nonton Persebaya, ingatanku langsung kepadamu kalau melihat potongan rambutnya Putu Yasa, aku lupa namamu hanya ingat wajah saja serta nama belakangmu yang berbau Bali. Eh, ternyata bukan.” Katanya sambil tersenyum.

Persebaya, Kenangan Masa Kecil: Menantang Klub Slask Polandia (2)

Setelah menonton Persebaya melawan Korea Selatan, aku ketagihan nonton bola. Aku menanti-nanti kapan lagi ada pertandingan Persebaya di Gelora 10 November, Tambaksari, sambil mengumpulkan uang beli karcis dari uang saku sekolah yang biasanya kuterima dari bapak sebesar Rp 10, paling banyak Rp 25.

SIVB Untold Stories (3): Perubahan SIVB Menjadi Persibaja

Bukankah SIVB berubah nama menjadi Persibaja pada masa invasi Jepang seperti anggapan umum sebelumnya?

Persebaya, Kenangan Masa Remaja: Final Idaman (5)

Cerita di majalah dan koran tentang kemacetan lalu-lintas di sekitar Senayan dan membludaknya penonton saat final Pre Olympic 1976 rupanya terjadi juga di Surabaya sore itu. Final idaman antara Persebaya vs Persija menyedot perhatian masyarakat. Sejak pagi beredar isu bahwa tiket sudah ludes alias sold out.

SIVB Untold Stories (5): Dari Persibaja Menuju Persebaja

Lalu mengapa anggapan Persebaya adalah SIVB begitu mengakar di benak pecinta Persebaya hingga kini?

PALING BARU

POPULER