BADAK LAMPUNG FC: Nothing to Lose di Laga Pamungkas

Badak Lampung FC sudah memastikan diri tidak ambil bagian pada Liga 1 musim depan. Performa angin-anginan menjadi kendala tim asuhan Milan Petrovic tersebut selama Liga 1 2019.

PERSIJA: Simic Sentris dan Lemah di Bola-Bola Atas

Persija seperti menemukan kembali rumahnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dari catatan yang terhimpun, Persija musim ini bermain sebanyak lima kali di GBK dengan hasil tiga kali menang, satu hasil seri, dan satu kali kalah. Tim tamu harus waspada karena dua pertandingan home terakhirnya, Macan Kemayoran berhasil clean sheet. Dengan mencetak lima gol, empat ke gawang Madura United dan satu gol ke gawang Persipura tiga pekan sebelumnya.

AREMA FC: Genting di Saat Penting Hadapi Derby

Derby Jawa Timur yang mempertemukan Persebaya melawan Arema di Stadion Batakan Kamis (12/12/19) akan menyajikan dua tim yang berbeda jalur. Persebaya berada di jalur positif sedangkan Arema sedang menghadapi tren negatif. Dalam sepuluh laga terakhirnya hanya mencatatkan dua kemenangan, empat hasil imbang dan empat kekalahan.

BHAYANGKARA FC: Waspada Serangan Balik dan Eksploitasi Centre Space

Bhayangkara FC menjelma menjadi tim yang kuat. Delapan laga tak pernah kalah, anak asuh Paul Munster kini berada di peringkat empat dengan catatan mengumpulkan 44 poin dari hasil 30 main, 11 menang, 11 hasil seri, dan 8 kali kalah. Pelatih asal Irlandia Utara yang baru berusia 37 tahun itu menjadikan Bhayangkara FC tim yang paling konsisten dalam 10 laga terakhirnya. Catatan lain, sejauh ini Bhayangkara FC telah memasukkan 44 gol dan kemasukkan 35 gol. Lantas apa saja yang membuat Bhayangkara FC menunjukkan dominasinya di akhir musim ini, Faktor tangan dingin pelatih atau ada faktor lain?

SEMEN PADANG: Flank Kanan Aktif, Antisipasi Set Piece Lemah

Sisa enam laga, Semen Padang masih berada di posisi 17. Jika dalam sisa pertandingan tersebut mereka tak bisa memperbaiki performanya, bisa jadi musim depan mereka akan turun kasta. Semen Padang full team dalam menghadapi Persebaya Kamis (28/11/19).
trio legenda persebaya

Persipura: Plus Minus Masalah Transisi

Jacksen F Tiago menjadi sosok penting bagi Persipura. 20 laga di bawah JFT, Persipura menang 12 kali, seri 4 kali, dan kalah sebanyak 4 kali. Tak banyak melakukan perombakan pemain musim lalu, faktanya tidak membuat Persipura kehilangan pola permainan. Meski sempat kesulitan di awal musim di bawah Luciano Leandro. Di bawah JFT, kini mereka kembali ke papan atas. Berada di peringkat 3 dengan mengumpulkan 44 poin dari total 27 laga. Memasukkan 41 gol dan kemasukkan sebanyak 33 gol. Pada pekan ke 28 melawan Persebaya, Persipura ingin membalas kekalahan di putaran pertama di Gelora Bung Tomo, meski performa di tiga pertandingan terakhirnya kurang memuaskan.
PSM Makassar ubah taktik

PSM Makassar: Ubah Taktik dengan Rotasi Mental

Tak pernah sekalipun menang dalam partai tandang. Satu-satunya hasil positif dari semua laga tandang adalah hanya satu kali menahan imbang tuan rumah Persija pada periode Agustus lalu, sisanya adalah kalah. PSM sejauh ini telah mencetak 35 gol dan 32 kemasukkan dari 25 partai yang dijalaninya.

Tira Persikabo: Sulit Menang, Kapan Menang?

Tak pernah menang di 11 laga beruntun. Meski begitu mereka berada di peringkat ketujuh. 26 kali bertanding meraih 9 kali kemenangan 10 hasil seri dan 7 kali kekalahan. Padahal di awal musim TIRA Persikabo berada di papan atas selama berminggu-minggu. Hasil produktifitas golnya pun tergolong bagus yaitu dengan 43 gol. Tetapi di 11 laga terakhir mereka seperti kehilangan pola permainan meski masih bermain dengan 4-3-3. Menjamu Persebaya, akankah dahaga kemenangan bisa diraih atau malah memperpanjang tak pernah menang.

Persela: Sulit Temukan Kolektivitas Berpengaruh Pada Produktifitas

Persela baru saja menelan kekalahan pertamanya di kandang musim ini saat menjamu PSIS Semarang. Namun Laskar Joko Tingkir saat ini berada di zona degradasi dengan berada di peringkat 17 klasemen sementara. Di saat mereka butuh cetak gol banyak untuk dapat lolos dari zona merah tersebut, top skor sementara Liga 1 dengan torehan 16 gol, Alex Dos Santos justru sama sekali tidak mencetak gol dalam lima pertandingan terakhirnya. Celakanya mereka tak punya stok striker yang paling tidak bisa diandalkan untuk cetak gol. Produktifitas mereka saat ini bertumpu pada lini kedua.

Sering Gunakan 4-2-3-1, Persib Mulai Temukan Keseimbangan

Punya waktu persiapan 15 hari hadapai Persebaya. Kembali tajamnya N’Douassel. Formasi 4-2-3-1 yang mumpuni. Lima pertandingan terakhirnya Persib punya hasil positif. Sedikit demi sedikit pasukan Maung Bandung telah menemukan komposisinya musim ini. Meski terbilang terlambat, tetapi hal ini lebih baik dilakukan dari pada tidak sama sekali. Partai melawan Persebaya menjadi ajang balas dendam pasca kekalahan telak 0-4 melawan Persebaya di leg pertama.

TERBARU

TERPOPULER

BANTU EMOSIJIWAKU.COM DENGAN DONASI
x