Antara Persebaya dan Bali United, Kisah Dua Cinta di Hati Puspa

Loyalitas dan kecintaan seorang penggemar kepada klub sepakbola kebanggaan merupakan hal wajar di dunia suporter. Namun, sulit menjelaskan hal tersebut ketika ada dua klub yang sama-sama dicintai. Ya, itulah yang dirasakan Ayu Puspa Anggraeni Putri.

Ingat Semangat Ratu Bonek, Devina Tak Pernah Takut ke Stadion

Tribun stadion bukan lagi tempat asing bagi Devina Putri Ningtyas. Bonita yang akrab disapa Devina ini sudah menjadikan tribun sebagai 'habitat' sejak Persebaya masih bermarkas di Stadion Gelora 10 Nopember, Tambak Sari.

Nekat ke Senayan Sendirian, Mbak Rum jadi Saksi Persebaya Juara

Tri Suryaningrum menjadi satu dari puluhan ribu penonton yang menjadi saksi perjalanan Persebaya meraih juara Liga Indonesia (Ligina) 1996/1997. Mbak Rum, sapaan akrabnya, sampai saat ini masih mengingat detail perjalanannya yang berbuah tinta emas sejarah manis Bajol Ijo.

Sunnah, Diajak Sang Ayah ke Stadion Saat Masyarakat Memandang Wanita Tabu Nonton Persebaya

Istilah Bonek yang dulu bermakna negatif di benak masyarakat, tentu perlahan berubah di era yang sekarang. Hal tersebut dirasakan oleh Bonita ini. Gemar menonton Persebaya sejak kecil, Nurul Machsunnah adalah Bonita yang setia mendukung Green Force.

Shella, Bonita Jombang dan Pengalamannya Sewa Truk Nonton Persebaya

Shella nama panggilannya. Seorang Bonita asal Kota Santri, Jombang. Gadis kelahiran Jombang 1996 ini adalah salah satu Bonita dari sebuah komunitas Bonek Ngoro Jombang (BNJ). BNJ adalah sebuah komunitas kecil yang berada di perbatasan Jombang-Kediri. Anggotanya sekitar 50 orang dari segala usia, entah itu anak sekolahan atau kaum pekerja.

Dessy Maya, Keluarga Tak Suka Bonek, Pindah Surabaya agar Bisa Mbonek

Cinta Persebaya tak harus berasal dari Surabaya. Contohnya seperti wanita muda yang satu ini. Lahir dan dibesarkan di kota kaki gunung, Magetan, dia adalah Dessy Maya. Wanita yang akrab disapa Dessy tersebut ternyata gemar menonton pertandingan Persebaya.

Bu Is, Bonita yang Sering Away Meski Tak Lagi Muda

Menonton pertandingan Persebaya di stadion tidak harus dilakukan oleh anak-anak muda. Contohnya seperti Bonita satu ini. Meski sudah menginjak usia 47 tahun, dia tetap setia mendukung Persebaya. Is Suprihatini lahir dan dibesarkan di Surabaya, rasa cintanya untuk tim kebanggaan Surabaya itu tidak perlu diragukan.

Mbak Rum, Tiket Final di GBK Rp 5.000, dan Sederet Catatan Bersejarah

Bung Karno pernah mempopulerkan istilah Jas Merah: Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Tampaknya pesan itu melekat pada benak Tri Suryaningrum, yang berupaya merawat ingatan melalui sebuah kliping tentang kenangannya bersama Persebaya.

Indah Putri, Bonita yang Ingin Mengubah Citra Bonek

Hadirnya Bonita di sebuah laga Persebaya tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi Bonek. Seperti Bonita yang memiliki banyak cerita ini. Bertempat tinggal di sekitar Gelora 10 Nopember hingga saat ini, tentu bukan hal yang asing mendengar kata Bonek dan Persebaya. Wanita yang memiliki nama Indah Putri ini menonton pertandingan Persebaya dengan keluarga, itulah salah satu alasan juga kenapa dia duduk di tribun VIP.

Kuliah di Jerman, Talia Ajak Pacar Bulenya Nonton Persebaya Lawan PSMS

Meski berkuliah jauh dari tanah kelahirannya, Bonita yang satu ini tak melupakan klub yang dicintainya, Persebaya. Talia, Bonita asal Pandaan, Pasuruan ini bangga menjadi pendukung Persebaya. Bahkan, sang pacar yang asli Jerman pun ditulari virus mbonek untuk Persebaya. Mereka telah berada di Indonesia dan berencana nonton laga Persebaya melawan PSMS Medan, Rabu (18/7) besok.

TERBARU

POPULER

x