Persebaya 3, Persipura 4: Lini Tengah Tak jalan, Lawan Ambil Kesempatan

Drama tujuh gol terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo dalam lanjutan Liga 1 2020. Bermain di hadapan suporter sendiri, Bajol Ijol harus takluk dengan Persipura. Bahkan, Konate dkk harus kemasukkan empat gol meski mampu mencetak tiga gol balasan. Terakhir kali Persebaya kebobolan empat gol adalah lawan Persib dalam Liga 1 2019 pada bulan Oktober 2019, waktu itu masih di bawah asuhan Wolfgang Pikal. Jadi ini adalah PR besar bagi coach Aji Santoso. Selain kalah di kandang sendiri, timnya harus kemasukkan empat gol. Apa yang membuat Persebaya bisa mengalami hal tersebut?

Persebaya 1, Persik 1: Kurangnya Plan B Bajol Ijo Ketika Temui Jalan Buntu

Mengawali laga perdana di Liga 1 2020 sebagai partai pembuka dan bermain sebagai tuan rumah, nyatanya tak membuat Bajol Ijo mudah meraih poin penuh. Persebaya harus rela berbagi angka dengan tim promosi musim ini, Persik Kediri.

Persija 1, Persebaya 2: Kedewasaan Cara Bermain Bajol Ijo

Persebaya berhasil menuntaskan perjalanan delapan pertandingan tak terkalahkan dengan catatan enam menang dan dua hasil imbang. Hasil positif terakhir saat mengalahkan tuan rumah Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi sebuah kebanggaan bagi anak asuh Aji Santoso. Persija yang baru saja memastikan diri lolos dari zona degradasi pekan lalu mendapatkan ujian yang sesungguhnya dari Bajol Ijo.

Persebaya 4, Arema 1: Lebih Jauh Soal Cara Aji Bikin Persebaya Bermain Taktis

Luar biasa! Kalimat yang mewakili permainan Persebaya saat melawan Arema. Kemenangan 4-1 tak lepas dari tim yang bermain dewasa. Bermain dewasa secara harfiah, adalah tahu kapan harus dan tidak melakukan sesuatu, dan itu dijalankan betul oleh anak asuh Aji Santoso. Kini Persebaya berada di peringkat 4 klasemen sementara dengan dua laga sisa di akhir musim.

Persebaya 4, Bhayangkara 0: Green Force Menang Telak Berkat Kejelian Membaca Taktik

Fantastis! Satu kata untuk penampilan Persebaya Minggu sore (8/12/19). Jika lawannya punya catatan terbaik dalam 10 penampilan terakhirnya itu mampu dikalahkan anak asuh Aji Santoso. Tak tanggung-tanggung, Bhayangkara FC mampu dikalahkan dengan skor telak 4 gol tanpa balas.

Persebaya 1, Semen Padang 1: Green Force Sulit Tembus Low Block

Persebaya menjamu penghuni dasar klasemen Liga 1, Semen Padang di Stadion Batakan Kamis (28/11/2019). Hasil seri serasa tak adil bagi anak asuh Aji Santoso, mengingat banyaknya peluang yang tidak bisa maksimalkan dengan baik.

Persipura 0, Persebaya 1: Adaptasi Cepat Taktik Aji Santoso

Impresif. Itu kata yang tepat untuk penampilan Persebaya saat melawan Persipura. Meski telat panas, Bajol Ijo akhirnya bisa mengurai taktik lawan di babak kedua. Gol David Da Silva di injury time bisa jadi bukti anak asuh Aji Santoso terus melakukan segala cara untuk menang. Adaptasi cepat Aji Santoso semakin membuktikan jika Persebaya saat ini berada ditangan yang tepat.
teknik persebaya

Persebaya 3, PSM 2: Bajol Ijo Bermain dengan Taktik Terstruktur

Kemenangan akhirnya bisa diraih Persebaya setelah tujuh partai terakhirnya dilalui tanpa kemenangan. Aji Santoso tak perlu lama-lama menunggu kemenangan pertamanya, ia hanya butuh dua match untuk menang. Bermain dengan 4-2-1-3, perlahan-lahan Persebaya mulai menemukan pola permainan yang terarah.Persebaya lebih direct, terstruktur, dan pengambilan keputusan Aji dalam memasang pemain tepat. Kini tinggal menunggu konsistensi tersebut. Tak mudah memang, tapi jika melihat dua partai yang telah dijalani, perubahan itu sudah terlihat.

Tira Persikabo 2, Persebaya 2: Direct Menuju One Two Touch

Debut Aji Santoso hasilkan skor imbang. Debut kiper Imam Arif selamatkan Persebaya dari kekalahan. Meski tertinggal gol cepat pada detik 48, Persebaya di bawah Aji Santoso justru punya keuntungan kembangkan pola permainan. Karena setelah unggul TIRA Persikabo justru menumpuk pemainnya di belakang. Defence line mereka pun cukup rendah. Beberapa kali di babak pertama Persebaya coba pancing keluar, tetapi anak asuh Rahmad Darmawan tersebut tidak terpancing. Apakah skor imbang layak untuk pertandingan ini?

Persela 1, Persebaya 0: High Pressing yang Telah Dibaca Lawan

Persebaya seperti bermain tanpa nahkoda. Mulai dari strategi hingga formasi. Long pass yang selalu gagal, built up bahkan sama sekali tidak berjalan. Persebaya coba terapkan high pressure, tetapi lawan malah dengan mudah built up serangan dari bawah. Ada yang salah selama 90 menit jalannya laga? Sekali lagi Persebaya harus mengubah strateginya disisa 10 pertandingan terakhir Liga 1, jika tidak ingin hasil di lima pertandingan terakhir yang tanpa kemenangan ini akan didapatkan lagi oleh anak asuh Wolfgang Pikal.

TERBARU

TERPOPULER