Nonton Persebaya vs Arema Bareng Admin OngisnadeNet

Jelang laga semifinal antara Persebaya melawan Arema FC, akun twitter EJ membalas cuitan akun OngisnadeNet. Topik yang dibahas adalah kuota Bonek di Stadion Kanjuruhan. Sebelum dipindah ke Stadion Supriyadi, laga kedua tim memang rencananya dilaksanakan di Stadion Kanjuruhan.

Kelas Persebaya Sudah Internasional, Bukan Kelas Tarkam

Saya yakin tak ada agenda mengikuti Piala Gubernur Jatim dari Persebaya. Sebelum turnamen diputuskan digelar dengan mengikutkan Persebaya, coach Aji Santoso hanya mengagendakan 4 kali uji coba sebelum Liga 1 2020 digelar. Persebaya telah menggelar 3 kali uji coba melawan Persis, Persebaya Junior, dan Sabah. Persebaya terpaksa mengikuti Piala Gubernur Jatim karena tak ada pilihan untuk menolak. Jadilah Persebaya bertanding sekali dalam dua hari di Bangkalan.

Pelajaran dari Balikpapan

Dalam perjalanan menuju Tenggarong untuk menyaksikan laga Persipura melawan Persebaya tahun lalu, saya mendapat cerita dari seorang Bonek yang mengantar saya menuju kota itu. Ia bercerita tentang seorang pengusaha travel yang cukup dikenal di Kota Balikpapan. Namun, usaha travel tersebut tiba-tiba meredup dan menuju kebangkrutan. Penyebabnya, bisnis yang digelutinya masuk masa-masa sulit saat jagoan yang didukungnya di Pilkada Kota Balikpapan kalah.

Sebagai Warga Surabaya dan Bonek, Mengapa Saya Menolak Piala Dunia di GBT?

Percayalah, dari awal Bonek mendukung Piala Dunia U-20 digelar di Surabaya. Bahkan, saat Ibu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ingin memindahkan venue dari Gelora Bung Tomo (GBT) ke Kanjuruhan akibat bau sampah, Bonek rame-rame menolaknya. Bonek juga ikut kerja bakti membersihkan GBT dan menanam pohon di area stadion menyambut Piala Dunia.

Kita Punya Problem Komunikasi

Saya pernah menulis jika Azrul Ananda merupakan sosok presiden klub yang visioner. Pemikirannya selalu jauh di depan. Konsep dan visi jangka panjangnya di Persebaya, mulai pengelolaan klub hingga pembinaan usia dini, membuat klub kebanggaan Bonek ini menjadi klub yang lebih profesional.
Da Silva Berlari Hampiri Bonek

Kerusuhan dan Harga Mahal yang Harus Dibayar Bonek

Saya termenung melihat foto dari kontributor EJ, Rayhan. Foto itu menggambarkan Bonek menyanyikan Song For Pride dari balik pintu Stadion Batakan di hadapan pemain, pelatih, dan ofisial Persebaya. Ya, saat Persebaya menjamu PSM, Bonek hanya bisa memberikan dukungan dari luar stadion.

Sebuah Sinyal Positif dari Aji Santoso

Sesaat sebelum memimpin latihan perdananya bersama Persebaya, Aji Santoso meminta restu kepada para legenda yang tergabung dalam grup WA “Persebaya Legend”. Para legenda seperti Muharrom Rusdiana, Yongky Kastanja, Aly Mashuda mendoakan agar Aji sukses bersama Persebaya.

Warning Keras Sang Presiden Yang Keliru dan Muncul di Waktu Yang Salah

Pahamilah, semua pemain yang membela Persebaya saat ini hadir atas sepengetahuan manajemen. Menimpakan kesalahan atas keterpurukan Persebaya hanya kepada para pemain ibarat peribahasa “Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri”.

Ruben, Pikal, dan Daftar Panjang Alasan Kekalahan Persebaya

Kapten Ruben Sanadi sebenarnya masih dalam kondisi demam. Namun ia dipaksakan bermain meski belum sepenuhnya fit. Pelatih Wolfgang Pikal tak punya banyak pilihan. Stok pemain menipis dan tuntutan harus menang membuat pelatih asal Austria ini menurunkan Ruben menghadapi Persela. David da Silva yang sebelumnya diragukan tampil, namanya ada dalam Daftar Susunan Pemain.

Usai 90 Menit Berakhir di Stadion Kapten I Wayan Dipta

Tak ada yang mengira jika Persebaya harus mengalami kekalahan telak 1-4 dari Persib. Optimisme David da Silva jika Persebaya akan mampu meraih tiga poin harus buyar. Dua gol Febri Hariyadi, masing-masing satu gol Achmad Jufrianto dan Kevin de Kippersluis membuat Bajol Ijo takluk di tangan saudara tuanya itu.

TERBARU

TERPOPULER