bonek Archives | Emosi Jiwaku https://emosijiwaku.com/tag/bonek/ Portal informasi terpercaya dan terkini tentang Persebaya dan Bonek Thu, 19 Jun 2025 00:40:32 +0000 en-US hourly 1 Persebaya Festival atau Persebaya Carnaval Untuk Jadi Event Tahunan, Mungkinkah? https://emosijiwaku.com/2025/06/19/persebaya-festival-atau-persebaya-carnaval-untuk-jadi-event-tahunan-mungkinkah/ Thu, 19 Jun 2025 00:40:32 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=45440 Persebaya sudah memasuki usia ke 99 setelah pada 18 Juni 2025 kemarin merayakan hari jadinya yang ke 98. Tuwek uzur rek.

The post Persebaya Festival atau Persebaya Carnaval Untuk Jadi Event Tahunan, Mungkinkah? appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Persebaya sudah memasuki usia ke 99 setelah pada 18 Juni 2025 kemarin merayakan hari jadinya yang ke 98. Tuwek uzur rek.

Sudah lama tidak bahas Persebaya. Kali ini rodo tergerak menulis lagi. Bukan tentang Persebaya yang belum berprestasi di Liga Indonesia lagi tapi tentang hal lain di luar lapangan.

Ya, namanya perayaan ulang tahun klub kebanggaan, sopo ae oleh dan isok ngerayakno. Persebaya Untuk Semua, ini tema yang diangkat oleh menejemen klub yang diungkap Azrul Ananda di agenda kunjungan nduk sekolah Galuh Handayani.

Seharian bersliweran di media sosial malam perayaan di semua sudut kota Surabaya. Meriah konvoi, flare, kembang api, makan-makan, nyanyian, alat music drum juga bersliweran keliling kota.

Sisi lain ada yang protes juga macet, ga bisa lancar lalu lintas, bising malam-malam dan lain sebagainya.

Wajar. Ya wajar bagi yang merayakan. Tidak wajar bagi yang tidak merayakan. Dua pendapat yang mempunyai dalil masing-masing. Biarkan semua berjalan dengan semestinya nanti akan ketemu titik di mana akan saling memahami satu sama lain.

Yang menjadi catatan saya adalah masih maraknya sartok atau maling saat perayaan tersebut. Dua video beredar seorang pria nyaut HP arek wedok di tengah konvoi. Satu lagi ada anak yang ketiduran di sebuah trotoar dompetnya diambil laki-laki yan langsung berlari.

Mosok saat yang lain ingin merayakan dengan bergembira malah menjadi korban sartok dan atau kekerasan lain? kan kita tidak mau terjadi. Harus kita akui sek ada saja yang memang “bekerja” di keramaian saat bonek berkumpul.

Saat pihak berwenang kepolisian melonggarkan penjagaan, saat wali kota Eri Cahyadi juga memberikan ruang untuk koncoi, apakah ini terus harus terjadi sartok dan maling bebas berkeliaran? Tentu tidak elok untuk sebuah acara yang seharusnya membuat bahagia semua orang. Ada doa dan harapan untuk Persebaya dalam perayaan itu.

……

Persebaya Ferstival atau Persebaya Carnaval

 

Sontak teringan sebuah carnaval di Brasil atau yang deket Jember Fashion Carnaval yang mendunia. Kenapa agenda ini yakni perayaan ulang tahun Persebaya tidak dijadikan agenda resmi saja?

Misal Persebaya bersama Pemerintah Kota Surabaya bersama bonek dan masyarakat Surabaya bekerja sama membuat Persebaya Festival atau Persebaya Carnaval untuk perayaan ultah Persebaya. Jadikan event tahunan resmi yang masuk agenda Kota Surabaya.

Tahun ini rencana Museum Persebaya mulai dirintis, akan lebih ciamik jika agenda tahunan ultah klub juga dirintis.

Harapan lain dengan acara ini bisa jadi event tahunan adalah menjadikan Kota Surabaya punya agenda wisata tahunan terkait sepak bola dan suporter. Jadikan Surabaya Kota Sepak Bola yang penuh harapan.

Tidak ada yang tidak mungkin demi kebaikan Persebaya dan bonek ke depan. Selain target juara, Persebaya Untuk Semua harus bisa terus digaungkan.

Bukankah Kita Persebaya?

Selamat Ulang Tahun Persebaya. Salam satu nyali.

 

The post Persebaya Festival atau Persebaya Carnaval Untuk Jadi Event Tahunan, Mungkinkah? appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Ulang Tahun ke-7 Bonek Rumah Tangga Total Berbagi Dengan Anak Yatim https://emosijiwaku.com/2025/01/21/ulang-tahun-ke-7-bonek-rumah-tangga-total-berbagi-dengan-anak-yatim/ Mon, 20 Jan 2025 23:19:03 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=45058 Komunitas Bonek Rumah Tangga Total (Brutal) mengadakan agenda beragi dengan anak yatim dalam rangka ulang tahunnya yang ke-7. Agenda ini dilangsungkan di salah satu anggotanya di Pamekasan pada 15 Januari 2025

The post Ulang Tahun ke-7 Bonek Rumah Tangga Total Berbagi Dengan Anak Yatim appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
EJ – Komunitas Bonek Rumah Tangga Total (Brutal) mengadakan agenda berbagi dengan anak yatim dalam rangka ulang tahunnya yang ke-7. Agenda ini dilangsungkan di salah satu anggotanya di Pamekasan pada 15 Januari 2025.

Bonek Brutal beranggotakan bonek bonita yang semuanya sudah berkeluarga dan berasal dari banyak daerah di Indonesia. Pada acara tersebut anak-anak yatim diundang ke tempat acara dan diadakan syukuran serta doa bersama para bonek.

Selain kegiatan tersebut, Bonek Brutal rutin mengadakan agenda arisan yang diikuti anggotanya. Dan pada tanggal 19 Januari 2025 mereka mengadakan acara arisan di sebuah villa di Trawas Mojokerto.

Arisan Bonek Brutal di Trawas/Foto: Dokumentasi

“Agenda ini rutin diadakan sebagai sarana silatirahmi dan menjalin kekompakan di antara anggota kami,”kata Cak Bambang salah satu bonek yang berasal dari Mojowarno.

The post Ulang Tahun ke-7 Bonek Rumah Tangga Total Berbagi Dengan Anak Yatim appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Tiket Terusan Dirilis Pekan Depan https://emosijiwaku.com/2024/07/20/tiket-terusan-dirilis-pekan-depan/ Sat, 20 Jul 2024 09:23:21 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=44538 EJ - Kompetisi Liga 1 2024/2025 rencananya akan kick off mulai 9 Agustus 2024. Saat ini jadwal resmi masih belum juga dirilis oleh PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi.

The post Tiket Terusan Dirilis Pekan Depan appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
EJ – Kompetisi Liga 1 2024/2025 rencananya akan kick off mulai 9 Agustus 2024. Saat ini jadwal resmi masih belum juga dirilis oleh PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi.

Tim Persebaya saat ini sedang melakukan pemusatan latihan di Yogtakarta. Untuk musim ini Persebaya juga akan merilis tiket terusan kepada penonton. Akan ada dua kategori yakni Super Fans dan Fans.

Ram Surahman selaku ketua panpel Persebaya mengatakan bahwa pekan depan akan segera dirilis kedua tiket terusan tersebut.

“Ya benar, kami akan rilis pekan depan. Salah satu keuntungan memiliki tiket terusan nanti adalah tidak lagi harus menukar tiket gelang. Langsung bisa tap in di stadion,” kata Ram Surahman saat ditemui di Gelora Bung Tomo, Sabtu (20/7).

Ram berharap dengan adanya tiket terusan ini bisa mengakomodasi suporter Persebaya yang selama ini mengeluhkan jika tiket terusan selama ini masih harus mengganti dengan tiket gelang.

“Harganya pasti akan lebih menarik. Ditunggu saja,” pungkas Ram.

Dari draf jadwal yang beredar Persebaya akan menjalani laga kandang pertama 11 Agustus 2024 menghadapi PSS Sleman.

 

 

The post Tiket Terusan Dirilis Pekan Depan appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Persebaya vs Persis Solo: Saatnya Bangkit https://emosijiwaku.com/2023/12/11/persebaya-vs-persis-solo-saatnya-bangkit/ Mon, 11 Dec 2023 00:24:50 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=44162 Persebaya akan menghadapi Persis Solo pada laga tunda pekan ke-18 Liga 1 2023/2024 di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (13/12) malam.

The post Persebaya vs Persis Solo: Saatnya Bangkit appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
EJ – Persebaya akan menghadapi Persis Solo pada laga tunda pekan ke-18 Liga 1 2023/2024 di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (13/12) malam.

Laga ini seharusnya dilangsungkan pada 2 Nopember 2023 lalu. Persebaya sedang mengejar kemenangan untuk bisa meningkatkan kepercayaan diri tim setelah tujuh laga tanpa menang.

Pelatih sementara Persebaya Uston Nawawi pada konperensi pers sebelum laga di kantor pemasaran Persebaya malam ini Selasa (12/12) mengatakan bahwa timnya siap bertarung untuk laga besok.

“Intinya kita siap dan fight untuk pertandingan besok lawan Persis Solo,”kata Uston yang disampingi Riswan Lauhin.

Sementara mewakili pemain Riswan memberikan informasi jika semua pemain akan fokus menghadapi laga besok.

“Untuk itu, alhamdulillah para pemain sudah fit semua dan kami fokus untuk besok, karena laga besok lawan Persis sangat penting buat kami. Kami sudah siap untuk laga ini,” kata Riswan.

Peringkat Persebaya saat ini berada di papan bawah dan mendekati zona degradasi. Maka laga lawan Persis Solo wajib dimenangkan untuk bisa menaikkan peringkat di klasemen liga.

“Ya, makanya itu kan sudah saya katakan tadi bahwa laga lawan Persis Solo bakal jadi pertandingan penting buat kami. Terus untuk kita memenangkan pertandingan besok, otomatis kita naik ya. Itu saja sih,” pungkas Riswan.

Tentang siapa saja yang akan diturunkan pada laga besok Uston tidak memberikan nama pemain-pemainnya.

“Kita lihat saja mas, siapa yang besok starter, siapa yang masuk line-up,” tambah Uston.

Animo bonek suporter Persebaya belakangan ini menurun untuk datang ke stadion. Menurut Uston fenomena ini sangat wajar saat kondisi tim sedang menurun.

“Semuanya kan ada hukum sebab dan akibat kalau prestasi turun, animo nya juga menurun itu wajar. Mudah-mudahan kita cepat bangkit. Pentingnya disitu,” pungkas Uston.

The post Persebaya vs Persis Solo: Saatnya Bangkit appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Persebaya vs Persija di GBT Tanpa Suporter Tim Tamu https://emosijiwaku.com/2023/12/07/persebaya-vs-persija-di-gbt-tanpa-suporter-tim-tamu/ Wed, 06 Dec 2023 23:41:51 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=44150 Persebaya akan manjamu Persija Jakarta pada lanjutan pekan ke-22 Liga 1 2023/2024 di Gelora Bung Tomo, Sabtu (9/12) dengan tidak dihadiri The Jak suporter tim tamu.

The post Persebaya vs Persija di GBT Tanpa Suporter Tim Tamu appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
EJ – Persebaya akan manjamu Persija Jakarta pada lanjutan pekan ke-22 Liga 1 2023/2024 di Gelora Bung Tomo, Sabtu (9/12) dengan tidak dihadiri The Jak suporter tim tamu.

Hal itu sesuai hasil rekomendasi dari pihak kepolisian dalam rapat koordinasi di Polrestabes Surabaya Selasa kemarin (5/12). Rekomendasi itu sendiri diputuskan berdasarkan larangan suporter tim away datang yang sudah digariskan PSSI sejak awal musim lalu.

”Kami dari Persebaya sudah berkirim surat ke manajemen Persija, juga Ketua Umum Jakmania, supaya suporter Persija tidak hadir dalam laga Sabtu nanti,” kata Ram Surahman, sekretaris Persebaya dilansir dari laman resmi klub.

Ram menambahkan, hubungan suporter Persebaya dan Persija sebenarnya sudah harmonis. Bahkan sejak tahun lalu sudah saling berkunjung. Tepatnya ketika Persebaya bermain di Stadion Gelora Joko Samudro, saat stadion GBT dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20. Tim Persija saat itu juga naik bus untuk datang ke stadion, biasanya naik kendaraan lapis baja.

”Semoga larangan away suporter tim tamu musim depan sudah tidak ada lagi, kita bisa saling berkunjung,” pungkas Ram.

Surat Rekomendasi Kepolisian untuk laga Persebaya vs Persija Jakarta di GBT

The post Persebaya vs Persija di GBT Tanpa Suporter Tim Tamu appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Dilukai Aremania, Bonek Balas dengan Kebaikan https://emosijiwaku.com/2023/09/25/dilukai-aremania-bonek-balas-dengan-kebaikan/ Mon, 25 Sep 2023 11:49:19 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=43862 Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (23/9/2023), menjadi saksi bisu sejarah baru yang lahir dalam orbit sepak bola nasional.

The post Dilukai Aremania, Bonek Balas dengan Kebaikan appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (23/9/2023), menjadi saksi bisu sejarah baru yang lahir dalam orbit sepak bola nasional. Untuk pertama kalinya, tim Arema FC datang ke Stadion GBT tanpa menggunakan kendaraan rantis, tapi menggunakan bus. Tidak ada aksi lempar batu yang dilakukan Bonek. Semuanya aman dan terkendali.

Rivalitas Persebaya Surabaya dan Arema FC memang terkenal panas, di dalam dan di luar stadion. Tragedi Kanjuruhan menjadi puncak dari rivalitas tersebut. Aremania yang tak puas dengan kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya 2-3 di Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 silam, meluapkan emosinya dengan cara turun ke lapangan. Bermula dari situlah, tragedi meletus hingga menewaskan 135 korban jiwa.

Di luar Stadion Kanjuruhan kala itu, ketika pemain dan official Persebaya pulang meninggalkan venue pertandingan, kendaraan rantis yang ditumpangi Bajul Ijo pun dihadang, bahkan dilempar batu hingga nyaris memecahkan kaca mobil rantis. Bukankah itu sudah masuk ke dalam pasal percobaan pembunuhan?

Kemudian, pada peringatan ulang tahun Arema FC, 11 Agustus 2023 lalu, sekelompok Aremania merayakannya dengan menyanyikan lagu-lagu berisi ujaran kebencian kepada Bonek. Sungguh keterlaluan, di kala banyak suporter menyuarakan perdamaian, Aremania justru memupuk pertikaian. Padahal, sebelumnya, Bonek telah menyambut baik Aremania Sam Midun yang mencari keadilan atas Tragedi Kanjuruhan dengan cara gowes ke Jakarta. Sam Midun disambut baik oleh Bonek di Surabaya, bahkan dikawal hingga luar kota.

Kembali ke konteks Stadion GBT, Sabtu (23/9/2023), Persebaya dan Bonek tak ingin mengulangi peristiwa serupa seperti yang terjadi pada malam kelabu Tragedi Kanjuruhan. Persebaya tak ingin membalas perlakuan yang diterimanya pada 1 Oktober 2022 silam itu.

Sebaliknya, Persebaya memberikan ‘layanan VIP’ kepada Arema FC; memberikan rasa aman dan nyaman dengan mengendarai bus pariwisata. Sekali lagi, tidak menggunakan kendaraan rantis dan tidak ada aksi anarkis oleh Bonek. Pabila ada teror dan psywar kepada pemain Arema FC di dalam stadion, itu pun hanya sebatas verbal dalam koridor kewajaran, sudah lumrah terjadi di jagat sepak bola. Bonek lebih fokus menyanyikan kidung-kidung penyemangat untuk Reva Adi Utama dkk.

Tak hanya itu, Persebaya juga melakukan aksi kemanusiaan di sela laga menjamu Arema FC itu. Sesaat menjelang kick off, CEO Persebaya Azrul Ananda menyerahkan donasi dari Persebaya dan Bonek senilai Rp 100 juta kepada Perkumpulan Keluarga Korban Kanjuruhan. Bahkan, jauh-jauh hari sebelumnya, Bonek melakukan ‘sweeping kasih sayang’ terhadap pengendara kendaraan berplat N di Surabaya. Dalam aksi ini, Bonek memberikan bunga mawar kepada pengendara kendaraan plat N (Malang dan sekitarnya).

Alhasil, Derby Jatim pada pekan ke-13 Liga 1 2023, Sabtu 23 September itu berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Persebaya atas Arema FC. Rivalitas hanya 90 menit, selebihnya mari kita menjalani aktivitas masing-masing; sekolah, kuliah, bekerja, ngopi, guyonan, mancing, gantangan, dll.

Demikianlah langkah kecil Bonek untuk membenahi citra di masyarakat dengan menebar kebaikan dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Persebaya memang selamanya, tapi memperbaiki sumber daya manusia adalah kewajiban seluruh kaum, termasuk suporter bola. Bonek memang belum sempurna dalam hal kebaikan. Masih ada kekurangannya, sebagaimana manusia pada umumnya.

 

Salam satu nyali. Wani.

Oleh: Eko Darmoko (Penulis Novel member Bonek Writers Forum)

The post Dilukai Aremania, Bonek Balas dengan Kebaikan appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Persebaya vs Arema FC di GBT, Perjuangan Bonek Berhasil https://emosijiwaku.com/2023/09/18/persebaya-vs-arema-di-gbt-perjuangan-bonek-berhasil/ Mon, 18 Sep 2023 15:36:49 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=43839 Gerakan masif dan solid yang dilakukan oleh teman - teman Bonek agar Persebaya tidak terusir dari Surabaya ketika menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, 23 September 2023 nanti, akhirnya tercapai.

The post Persebaya vs Arema FC di GBT, Perjuangan Bonek Berhasil appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
EJ – Gerakan masif dan solid yang dilakukan oleh teman – teman Bonek agar Persebaya tidak terusir dari Surabaya ketika menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, 23 September 2023 nanti, akhirnya tercapai.

Bonek berencana akan menggelar aksi unjuk rasa terkait pemakaian Gelora Bung Tomo karena ada surat dari Kementrian PUPR. Surat pemberitahuan aksi bonek sudah diserahkan ke Polrestabes Surabaya pada siang ini Senin (18/9). Aksi yang direncanakan diikuti 10 ribu bonek akhirnya dibatalkan.

Itu setelah Kementrian PUPR menarik kembali surat penuh kontroversi tentang larangan penggunaan GBT  yang mereka keluarkan 15 September lalu. Dampak dari surat itu sempat membuat gaduh di internal Bonek, sehingga All Tribun Persebaya kompak untuk berencana  turun ke jalan melakukan aksi damai agar Persebaya Surabaya bisa bermain di kandang sendiri.

Sebelum rencana aksi tersebut digelar, Kementrian PUPR langsung melakukan respon cepat mendengar aspirasi teman teman Bonek semuanya. Kementrian PUPR lantas menghubungi PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi dan menegaskan bahwa, Persebaya sudah bisa menjamu Arema di Stadion GBT 23 September nanti.

“Kami sudah mempersilahkan Persebaya menggunakan stadion. Kami juga sudah memberitahu hal ini kepada pihak operator kompetisi,” kata M Akbar Ansari, utusan Kementrian PUPR yang ditugaskan untuk bertemu para koordinator tribun malam ini.

Pihak Pemkot Surabaya yang diwakili oleh Trio Wahyu Bowo sebagai Stadium Manager GBT juga mengatakan hal yang sama.

“Mari kita sama-sama menjaga stadion GBT yang tidak lain adalah aset bersama masyarakat Kota Surabaya,” ujar Trio.

Dengan begitu, kami seluruh koordinator tribun Persebaya memutuskan untuk membatalkan rencana aksi damai yang seharusnya digelar Selasa (19/8) nanti. Terimakasih untuk tenaga dan energi semua dulur-dulur Bonek yang tidak lelah memperjuangkan Persebaya.

Bonek mengucapkan terimakasih juga untuk pihak Polrestabes Surabaya yang sudah memfasilitasi para kordinator dengan pihak PUPR, Pemkot Surabaya dan Oficial Persebaya dalam pertemuan malam ini.

 

The post Persebaya vs Arema FC di GBT, Perjuangan Bonek Berhasil appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Bonek Berdiskusi Dengan Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya https://emosijiwaku.com/2023/09/06/bonek-berdiskusi-dengan-polda-jatim-dan-polrestabes-surabaya/ Wed, 06 Sep 2023 15:19:27 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=43798 Persebaya baru akan menjalani pekan ke-12 nya pada tanggal 17 September 2023 menghadapi tuan rumah Madura United. Setelah itu Reva Adi dkk akan menjalani laga kandang menghadapi Arema FC pada tanggal 23 September 2023.

The post Bonek Berdiskusi Dengan Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
EJ – Kompetisi Liga 1 2023 saat ini sedang menjalani jeda pertandingan karena ada FIFA matchday.

Persebaya baru akan menjalani pekan ke-12 nya pada tanggal 17 September 2023 menghadapi tuan rumah Madura United. Setelah itu Reva Adi dkk akan menjalani laga kandang menghadapi Arema FC pada tanggal 23 September 2023.

Persiapan laga kandang pekan ke-13 sudah dimulai dari saat ini saat perwakilan bonek, manajemen klub berdiskusi dengan pihak kepolisian.

Hari ini Rabu (6/9) pihak kepolisian dilansir dari official media sosial klub mengajak perwakilan tribun Gate Jhoner 21, Tribun Kidul Suroboyo, Tribun Timur Persebaya, dan Green Nord untuk melakukan diskusi tentang isu-isu sepak bola tanah air belakangan ini.

Hadir pada pertemuan itu juga Dirintel Polda Jatim Kombespol Dekananto Eko Purwono mewakili Polda Jatim, didampingi AKBP Edy Hartono Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya. Hadir juga perwakilan manajemen Persebaya Surabaya.

Pihak Kepolisian memberikan apresiasi atas semua upaya Bonek yang sudah berbenah selama ini. Mereka pun berharap, Bonek bisa mempertahankan, bahkan bisa membuktikan kepada publik sepak bola tanah air bahwa Bonek sudah naik kelas. Termasuk bisa menjadikan Surabaya sebagai kota yang ramah kepada siapa saja.

Image Bonek di mata negara dan masyarakat sudah berubah ke arah yang jauh lebih baik. Semua pertandingan home Persebaya yang bebas dari sanksi denda karena sudah tidak ada ulah suporter yang buruk di stadion menjadi salah satu faktornya. Selain itu, aktivitas Bonek dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan juga menjadi catatan positif tersendiri.

Satu catatan Kepolisian untuk bonek yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama, yaitu masih sering ditemukannya akun-akun media sosial yang melakukan upaya provokatif dengan tujuan membenturkan Bonek dengan suporter lain.

Dan, pekerjaan rumah itu bila tidak diselesaikan, maka bisa berpengaruh pada izin pertandingan Persebaya melawan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada 23 September nanti. Pihak kepolisian juga sudah berkomitmen untuk bersama sama dengan Bonek melakukan patroli cyber untuk memerangi akun-akun provokatif itu.

Dari pertemuan ini diharapkan mulai saat ini dan ke depan seluruh bonek di manapun berada bisa saling menjaga nama baik bonek dan Persebaya baik di lapangan ataupun di dunia maya.

 

The post Bonek Berdiskusi Dengan Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Sebuah Catatan Klarifikasi Alex Tualeka https://emosijiwaku.com/2023/07/05/sebuah-catatan-klarifikasi-alex-tualeka/ Wed, 05 Jul 2023 02:23:44 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=43587 Klarifikasi (Lagi). Ya, dengan terpaksa saya harus membuat tulisan ini sebagai pencerahan, atau ikhtiar terendah saya untuk menjernihkan informasi yang gelap, meluruskan yang sesat, biar kita semua tidak terjebak dalam sebuah framing buruk oleh orang-orang yang tidak rela melihat bonek memiliki sistim yang baik dan kuat.

The post Sebuah Catatan Klarifikasi Alex Tualeka appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Dari Minta Bascamp, Masuk Stadion Gratis, Sekarang Minta Jatah Tiket

Klarifikasi (Lagi). Ya, dengan terpaksa saya harus membuat tulisan ini sebagai pencerahan, atau ikhtiar terendah saya untuk menjernihkan informasi yang gelap, meluruskan yang sesat, biar kita semua tidak terjebak dalam sebuah framing buruk oleh orang-orang yang tidak rela melihat bonek memiliki sistim yang baik dan kuat. Terutama dan paling utama tentang nama saya yang sudah sengaja dicitrakan negatif di media sosial oleh salah satu akun “Bonek For Persebaya”.

Ada dua isu yang mereka hembuskan. Pertama, tentang “foto layar” atau screnshot percakapan yang disitu tidak mendapatkan respon dari saya. Sementara yang kedua, tentang tuntutan agar mereka diberikan jatah tiket. Padahal oficial sudah menegaskan bahwa, jatah tiket ofline hanya tersedia lewat komunitas-komunitas yang tergabung di empat tribun, Green Nord, Tribun Timur, Tribun Kidul dan Gate Jhoner 21. Permintaan jatah tiket oleh PLAB (Pembangkang Liar Arus Bawah) ini ditegaskan dalam caption dari screnshot percakapan di isu yang pertama tersebut.

Kesimpulan pribadi saya, dari dua isu itu, PLAB sengaja memosisikan diri sebagai orang-orang yang dikorbankan, atau lebih tepatnya adalah “Playing Victim” atau berlagak korban karena haknya sedang terpasung, alias sedang berpura-pura menjadi orang yang teraniaya. Entah teraniaya oleh siapa.

Jadi begini, screnshot tersebut adalah sejumlah pesan lewat aplikasi watsap yang dikirimkan ke saya oleh Azis, salah satu bonek tua yang yang selalu memosisikan dirinya sebagai pimpinan Pembangkang Liar Arus Bawah (PLAB). Azis memang beberapa kali watsap ke saya, juga melakukan panggilan telpon. Tapi, jujur, saya sengaja tidak mau menanggapi itu semua. Karena kekhawatiran saya, percakapan kita berpotensi dipelintir lagi, yang itu membuat bias informasi di komunitas Bonek.

Memang, Azis punya track record tersebut. Masih ingat, pada tanggal 7 Februari lalu, saya pernah ketemu Azis di tempat kerjanya di salah satu parkiran warung kopi di daerah Ngagel, setelah pertandingan PSIS vs Persebaya di Semarang yang harus dibatalkan karena tidak adanya izin keamanan. Dari pertemuan itu, kemudian Azis membuat tulisan, yang itu sangat jauh dari pembicaraan kami ketika itu. Distorsi.

Ketika itu, saya pun akhirnya harus membuat klarifikasi untuk menjernihkan informasi dari Azis tersebut. Karena mendapat pengalaman tidak mengenakan itu, saya kemudian membatasi komunikasi dengan Azis, karena khawatir akan mendapatkan pelintiran yang negatif lagi. Menurut saya, kalau memang harus ada komunikasi lagi dengan Azis, sebaiknya melibatkan pihak ketiga dari orang lain. Sehingga kalau ada distorsi informasi ke publik, maka kemudian bukan saya yang mengklarifikasi, melainkan pihak ketiga yang menjadi saksi perbincangan kami tersebut.

Belakangan ini, dengan adanya framing negatif seolah-olah saya tidak menanggapi permintaan komunikasi dari pihak Azis, saya maklumi saja. Karena toh, itu sudah menjadi karakter Azis.

Selain itu, saya merasa urusan dengan PLAB ini sudah selesai setelah perwakilan Azis dan teman teman diterima oleh pimpinan kami di Sutos, 5 Juni lalu. Semua aspirasi mereka telah disampaikan, bahkan ke salah satu atasan Persebaya langsung.

Kedua, terkait masalah tiketing. Di caption screnshot soal percakapan dengan Azis tersebut, tertulis bahwa saya menjanjikan jatah tiket mereka ke Cak Chonie dan Bang Jack. Cak Chonie adalah salah satu koordinator Gate -21 yang akhir-akhir ini lebih sering gabung dengan komunitas PLAB. Saya memang ketemu dengan dua orang tersebut, ketika pertandingan melawan Persija Jakarta 18 Juni lalu di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. Namun, bukan dalam konteks saya menjanjikan jatah tiket ke PLAB seperti isu yang mereka hembuskan saat ini.

Ketika itu, saya bilang ke Cak Chonie, “Mas, kalau memang PLAB ini minta jatah tiket, mengapa tidak disampaikan sejak dulu. Mengapa harus ngalor-ngidul dengan tuntutan aneh-aneh. Harus diperlakukan sejajar dengan tribun lah, kalau ada undangan dan kegiatan dari instansi pemerintah harus diajak lah, pintu stadion dibuka untuk masuk gratis lah,” kata saya ke Cak Chonie terkait begitu agresifnya Azis dengan PLAB yang ingin diakui eksistensinya mereka itu.

Pernyataan saya ke Cak Chonie tersebut sejatinya hanya untuk menindaklanjuti pertemuan perwakilan PLAB bersama Danrem 084 Bhaskara Jaya di Makorem Bhaskara Jaya 15 Juni lalu. Dalam pertemuan itu, PLAB meminta kepada Pak Danrem untuk difasilitasi jatah tiket ke manajemen Persebaya, sebuah permintaan yang sangat terbalik dengan prinsip mereka selama ini.

Sebab, ketika bertemu saya di salah satu warkop di Ngagel 7 Februari lalu, Azis dengan tegas mengatakan bahwa PLAB tidak butuh jatah tiket Persebaya (pernyataan ini bisa dilihat dalam rilis PLAB setelah pertemuan tersebut). Bahkan, setelah itu, dalam pertemuan perwakilan Bonek dengan Kapolrestabes Surabaya yang baru, 28 Maret, Azis sendiri meminta agar panitia pelaksanaan pertandingan membuka pintu stadion bagi anggotanya untuk masuk stadion secara gratis (ada bukti video).

Oh iya, satu hal lagi. Azis ini juga pernah meminta kepada manajemen Persebaya untuk menyediakan atau lebih tepatnya manajemen menyewakan tempat bagi mereka untuk dijadikan sebagai basecamp PLAB. Jadi, lengkaplah sudah, minta difasilitasi basecamp (gratis) dan juga masuk stadion gratis, hmm setelah itu apalagi, entahlah. Mungkin mereka pikir Persebaya ini harta warisan.

Bahkan, sampai pertemuan terkahir dengan perwakilan manajemen Persebaya di Sutos, 5 Juni lalu, Azis juga tidak meminta jatah tiket apapun. Tapi, anehnya, saat pertemuan dengan Pak Danrem, isu permintaan tiket menguat, bahkan mereka langsung membuka pendataan anggota secara terbuka di media sosial. Kalau memang mencari anggota dengan alasan tiket Persebaya, apalgi saat Big match, saya pikir, siapa saja bisa.

Dari fakta itu lah, saya sampaikan ke Cak Chonie dan Bang Jeck, bahwa Azis nggak usah mbulet membuat isu macam-macam, kalau ujung-ujungnya hanya meminta jatah tiket. Konteksnya, bukan saya menjanjikan mereka akan mendapatkan jatah tiket dari manajemen Persebaya. Dan, saya juga tidak pernah meminta data mereka lewat Cak Chonie.

Tapi, kalau saja mau mendapatkan jatah tiket, monggo bergabung dalam sistem yang sudah ada, seperti yang sudah kami jalankan bersama komunitas-komunitas lain yang tergabung dalam empat tribun selama ini.

Jadi, dalam kesempatan ini, saya dalam kerendahan hati terdalam tetap menyampaikan permohonan maaf kepada PLAB juga admin Bonek For Persebaya bila ada salah kata dan sikap selama ini. Harapannya, cukup sudah membuat isu-isu negatif di media sosial. Sebaiknya mari kita sama-sama memancarkan energi positif agar Persebaya bisa terbang tinggi di musim ini, dan musim-musim berikutnya.

 

Salam Satu Nyali.. WANI!

Surabaya, 5 Juli  2023

Alex Tualeka

Manager Of Fans Relation Persebaya

The post Sebuah Catatan Klarifikasi Alex Tualeka appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Sebuah Kecintaan Bonek Luar Kota Pada Persebaya https://emosijiwaku.com/2023/06/20/sebuah-kecintaan-bonek-luar-kota-pada-persebaya/ Tue, 20 Jun 2023 12:15:51 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=43535 Dalam hidupnya, Seorang pria bisa mengubah istri, partai politik, atau agama, tetapi tidak dapat mengubah tim sepak bola favoritnya

The post Sebuah Kecintaan Bonek Luar Kota Pada Persebaya appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
“Dalam hidupnya, Seorang pria bisa mengubah istri, partai politik, atau agama, tetapi tidak dapat mengubah tim sepak bola favoritnya,” – Eduardo Galeano.

Mungkin nama Eduardo Galeano sangat asing terdengar khususnya di kalangan suporter sendiri. Namun, beliau sendiri adalah penulis dan jurnalis asal Uruguay yang melahirkan karya tentang sosial, politik, budaya dan sepak bola.

Memang, jika kita memahami sepak bola, maka akan ada banyak hal yang memaksa sepak bola menjadi alat terbaik untuk mengenalkan sebuah budaya atau karakteristik sebuah daerah. Itulah, mengapa saya selalu mempertanyakan tentang mereka yang mencintai sebuah klub sepak bola, sekalipun jaraknya sangat jauh dari kota atau wilayah pendukungnya.

Saya pribadi memang mengagumi salah satu klub asal Inggris, Manchester United, dan klub asal Italia, yakni Lazio. Memang sedikit aneh rasanya, tetapi menonton pertandingan kedua klub ini dalam layar televisi membuatku secara dekat seolah-olah menjadi bagian dari klub tersebut.

Hal ini sempat kupertanyakan kepada mereka yang mengaku sebagai Bonek luar kota, bagiku sedikit menarik, mengingat bahwa banyak orang yang mencintai klub-klub Eropa nan jauh di sana, ketimbang menyukai klub sesama peserta liga Indonesia. Namun, faktanya memang benar ada individu tersebut yang rela membagi hatinya untuk mendukung Persebaya karena alasan tertentu. Sebut saja rekanku bernama Febri, dia ini kelahiran Bojonegoro dan asli Bojonegoro, kota yang berjarak 109 kilometer dari Surabaya. Bahkan kita harus menggunakan moda transportasi darat, seperti bus, mobil dan kereta api, itupun harus memakan waktu 2 – 3 jam lamanya.

“Sebenarnya saya sudah tertarik dengan Persebaya sudah lama, setiap pertandingan yang disiarkan di televisi. Hanya Persebaya dan Persibo yang saya tunggu,” ucap Febri. Kecintaan tersebut memang secara gamblang ditunjukkan dengan mulai membeli pernak-pernik Persebaya atau menggambar tembok dekat rumah dengan slogan Persebaya.

Semakin dewasa, kecintaan terhadap Persebaya juga makin tinggi, ditambah akses informasi dan bertemu rekan baru sesama Bonek yang pada akhirnya membentuk sebuah komunitas kecil di Bojonegoro. Harapan menjadi salah satu bagian Surabaya terasa tampak nyata ketika memutuskan untuk menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta di Surabaya.

Menjadi bonek merasa lebih dekat untuk mengakses semuanya, bahkan ada sebuah kebanggan ketika meihat megahnya Gelora Bung Tomo dan betapa indahnya sebuah sejarah Gelora 10 November. Dalam harapannya, Febri berujar, “Saya selalu berharap Persebaya bisa menjadi barometer utama klub Indonesia, khususnya klub daerah saya Persibo, saya selalu ingin melihat Persibo sebesar Persebaya dan Persibo setidaknya setara dengan Persebaya, suatu mimpi yang semoga bisa terwujud suatu hari nanti”.

Mungkin apa yang dirasakan rekanku Febri sepertinya sama halnya yang dirasakan oleh mereka yang menjadi Bonek luar kota, tetapi ada sebuah hal unik, sebuah hal yang mungkin bisa menjadi alasan lain kenapa mereka yang dari luar Surabaya bisa fanatik mendukung Persebaya daripada klub lokalnya sendiri.

Ketika melakukan research kecil, saya menemukan salah satu komunitas kecil dalam instagram, akun instagram bernama Jn27 membuatku penasaran tentang siapa mereka, dari mana, dan kenapa bisa mencintai Persebaya? Ketika memberanikan diri untuk bertanya, saya mendapatkan nomor telepon. Sebut saja Cak AN sebagai koordinator firm tersebut.
Segera kupersiapkan beberapa pertanyaan yang nantinya akan menjadi jawaban atas rasa penasaran selama ini. Dan ketika berjumpa langsung, Si Febri mengungkapkan, “Saya suka Surabaya saat masih duduk di Taman Kanak-Kanak (TK) ketika itu sedang ada kunjungan liburan ke sana, jika ditanya suka Persebaya saat medio 2006-an, menonton di televisi dan saya tertarik dengan Bonek, mereka begitu militan dan terilhat sangar bagi saya”.

Mengingat pada era tersebut militansi Bonek sudah menjadi buah bibir masyarakat. Seperti masyarakat lain yang mengidolakan tim sepak bola Eropa, berbagai hal dijadikan alasan untuk mencintai klub tersebut, sekalipun tidak pernah berada di kota atauupun daerah lainnya.

“ Saya tidak pernah bekerja ataupun hidup di Surabaya mas, jika dikatakan hati saya membelah dua, antara klub lokal atau Persebaya, jujur saya memilih Persebaya sebagai klub tunggal, hanya Persebaya mas, sekalipun saya terlahir di Pati dan besar di Pati.”, ujar pecinta ledre, makanan khas dari Bojonegoro.

Kisah cinta terhadap klub sepak bola memang sebuah tema yang menarik, lebih unik daripada catatan Romeo dan Juliet yang saling mencintai antarindividu. Berbeda dengan suporter, individu mencintai sebuah logo memang terlihat abstrak, namun hanya mereka yang paham sebuah seni saja yang bisa memahami.

Bonek luar kota bagiku layak diberikan hormat setinggi-tingginya. Sejatinya, tidak ada Bonek yang paling Bonek. Namun, jika ada penghargaan tersebut, maka Bonek luar kotalah bagiku yang berhak mendapatkan. Tidak ada laga kandang bagi mereka, apalagi jika mereka hidup atau tinggal di wilayah tanpa sepak bola “Setiap Laga Persebaya adalah Away Days!”

The post Sebuah Kecintaan Bonek Luar Kota Pada Persebaya appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>