ej sharing Archives | Emosi Jiwaku https://emosijiwaku.com/tag/ej-sharing/ Portal informasi terpercaya dan terkini tentang Persebaya dan Bonek Sat, 09 May 2026 08:08:33 +0000 en-US hourly 1 Apa Manfaat Agenda Fight di Atas Ring? https://emosijiwaku.com/2026/05/09/apa-manfaat-agenda-fight-di-atas-ring/ Sat, 09 May 2026 08:08:33 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=46444 Rivalitas yang sehat seharusnya diwujudkan lewat kreativitas tribun, koreografi, loyalitas mendukung klub, kegiatan sosial, dan atmosfer stadion, bukan adu fisik yang berisiko membuka luka baru di kemudian hari

The post Apa Manfaat Agenda Fight di Atas Ring? appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Ketika identitas kolektif dibangun di atas konflik dan pembuktian superioritas, maka proses pendewasaan kultur sepak bola menjadi jauh lebih sulit.

Rencana agenda fight yang melibatkan tokoh suporter melalui promotor di Ring Entertainment memang bisa dianggap sebagai hiburan atau simbol adu gengsi. Namun jika dilihat lebih dalam, agenda semacam ini justru memiliki banyak risiko sosial yang jauh lebih besar dibanding manfaatnya, terutama dalam konteks hubungan panjang antara Aremania dan Bonek yang selama ini memiliki sejarah rivalitas emosional cukup kuat.

Pertama, kegiatan semacam ini berpotensi memperuncing relasi antar kelompok suporter. Meski dikemas dalam konsep sport entertainment atau duel terorganisir, persepsi di akar rumput tidak selalu sama. Banyak anggota suporter bisa melihatnya sebagai representasi harga diri kelompok. Ketika salah satu pihak kalah, muncul potensi ejekan, provokasi, meme penghinaan, hingga perang narasi di media sosial yang dapat memperpanjang konflik emosional antar basis massa.

Kedua, agenda tersebut berisiko menciptakan legitimasi baru terhadap budaya kekerasan. Dalam situasi sepak bola Indonesia yang masih berupaya memperbaiki citra pasca Tragedi Kanjuruhan, publik sebenarnya membutuhkan contoh edukasi, rekonsiliasi, dan pendewasaan suporter. Jika figur-figur leader justru tampil dalam agenda adu fisik, maka pesan yang sampai ke suporter muda bisa menjadi ambigu: bahwa konflik dapat diselesaikan melalui duel dan kekuatan fisik.

Ketiga, ada risiko efek turunan yang sulit dikontrol. Awalnya mungkin hanya “fight resmi”, tetapi kultur rivalitas suporter sering kali tidak berhenti di arena acara. Potensi munculnya tantangan antar kelompok kecil, sweeping, konvoi provokatif, hingga bentrokan lanjutan dapat meningkat karena ada atmosfer kompetisi dan pembuktian harga diri. Dalam konteks massa besar seperti Bonek dan Aremania, gesekan kecil saja bisa berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Keempat, secara psikologis acara ini dapat memperkuat identitas “kami versus mereka”. Dalam rivalitas suporter, hal paling berbahaya bukan hanya kekerasan fisik, tetapi terbentuknya mentalitas bahwa kelompok lain adalah musuh permanen. Ketika identitas kolektif dibangun di atas konflik dan pembuktian superioritas, maka proses pendewasaan kultur sepak bola menjadi jauh lebih sulit.

Selain itu, ada kemungkinan pihak luar memanfaatkan momentum ini demi popularitas, konten, atau keuntungan ekonomi tanpa benar-benar memikirkan dampak sosial jangka panjang di lapangan. Ketika tensi meningkat dan terjadi kericuhan lanjutan, pihak yang paling terdampak justru suporter biasa, masyarakat sekitar, aparat keamanan, hingga citra sepak bola nasional secara keseluruhan.

Sepak bola Indonesia saat ini lebih membutuhkan figur suporter yang mampu menjadi jembatan perdamaian, memberi edukasi, dan menunjukkan bahwa rivalitas bisa tetap hidup tanpa kebencian dan kekerasan.

Rivalitas yang sehat seharusnya diwujudkan lewat kreativitas tribun, koreografi, loyalitas mendukung klub, kegiatan sosial, dan atmosfer stadion, bukan adu fisik yang berisiko membuka luka baru di kemudian hari. Cukuplah tragedi Kanjuruhan sebagai pengingat kita semua.

The post Apa Manfaat Agenda Fight di Atas Ring? appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
EJ Sharing: Menanti Irama Samba di Orkestra Persebaya https://emosijiwaku.com/2026/01/23/ej-sharing-menanti-irama-samba-di-orkestra-persebaya/ Fri, 23 Jan 2026 03:41:40 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=46147 Musim ini Persebaya megulang kembali drama yang pernah terjadi di musim-musim sebelumnya, drama yang melibatkan pemain, pelatih dan manajemen.

The post EJ Sharing: Menanti Irama Samba di Orkestra Persebaya appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Musim ini Persebaya megulang kembali drama yang pernah terjadi di musim-musim sebelumnya, drama yang melibatkan pemain, pelatih dan manajemen. Dan kami masih ingat betul bagaimana presiden Persebaya berjanji untuk mengembalikan Persebaya Berjaya sebelum menyentuh satu abad usianya. Inilah yang men-triger bonek, guna megingatkan manajemen untuk terus berbenah.

Di awal musim ini Persebaya dinahkodai oleh coach Edu Perez dengan beberapa gerbong asisten pelatih yang menjajikan dengan mengganti asisten lama yang musim sebelumnya membersamai Persebaya. Namun sayang kebersamaan dengan coach Edu sepertinya tak berjodoh. Menyisakan lima match di putaran pertama, coach Edu resmi berpamit meninggalkan Persebaya. Disisa match putaran pertama Persebaya dipimpin coach Uston dan sempat pula pelatih fisik coach Shin Sang Gyu menemani pemain berlaga.

Akhir Desember 2025, Persebaya resmi merilis pelatih kepala baru, kali ini yang direkrut pelatih yang bukan kaleng-kaleng sih. Pelatih yang pernah membawa PSM Makassar berjaya di musim 2022/2023, yess coach Bernardo Tavares. Pelatih ber-pasport Portugal ini membawa satu asisten pelatih kepercayaannya, Coach Paulo Renato Duarte. Kali ini saya pribadi merasa berbeda ketika coach Tavares resmi diperkenalkan Persebaya. Ada aura kuat sang pelatih yang akan membawa perubahan di Persebaya. Dan secara resmi coach Tavares di ikat dengan durasi dua setengah musim. Serta diberi kekuasaan penuh untuk memilih amunnisi tambahan di putaran kedua.

Debut coach Tavares melawan Malut United menjadi awal bukti bahwa sang pelatih perlahan mengubah wajah Persebaya sebelumnya. Bermain dengan tanpa penyerang utama atau false nine menambah rasa penasaran saya. Mau dibawa kemana nih Persebaya, gumamku dalam hati. Benar saja bermain dengan sabar dan kedisiplinan tinggi, kita mampu menumbangkan Malut United yang kata netizen calon kandidat juara musim ini.

Setelah menang meyakinkan melawan Malut United, Persebaya merilis pemain baru pilihan coach Tavares, ternyata ia telah lama jauh mengamati sang pemain. Yups, semua berasal dari Brasil. Bruno Paraiba berposisi Penyerang, Jefferson Silva dengan kaki kirinya di plot di kiri pertahanan, serta menambah satu pemain di sector bertahan yaitu Gustavo Fernandes.

Terbaru ada satu pemain ber-pasport Portugal akan berlabuh, yaitu Pedro Matos mantan pemain semen padang yang sudah lama diincar oleh coach Tavares. Sepertinya coach Tavares akan mengentalkan irama samba ala amerika latin. Yang musim sebelumnya Persebaya telah mencoba era Balkannya.

So, kita tunggu racikan instrumental yang tersaji pada Orkestra megah Bernama Persebaya.

Perlu kita rewind kebali ketika itu Persebaya di era 90 an hingga tahun 2000 an, kita pernah sukses dan berjodoh dengan banyak pemain amerika latin khususnya Brasil. Sebut saja Jackson F Tiago, Charlos De Mello, Justino Pinhiero, Danilo Fernando, Anderson Da Silva, Dan masih banyak pemain lainnya. Entah kenapa memang pemain dari negeri samba ini mayoritas berjodoh dengan Persebaya, bahkan menjadi legenda Persebaya, namun tak semua pemain Brasil mampu membawa juara. Ada juga pemain yang B aja, bahkan flop. Tapi itu tak banyak.

Layak dinanti sepak terjang dan aksi debutan dari pemain pilihan coach Tavares, saya pun
penasaran irama samba yang akan tersaji di Orkestra Persebaya. Dengan tempo dan birama seperti apa, dimulai dengan tangga nada apa.

Bayangkan, Single Bruno saja sudah sedikit memberi nada samba, apalagi ada double Bruno yang nantinya akan bermain dengan nada samba yang menggoda. Sepertinya bonek bonita akan sangat menanti irama samba dari setiap lini perpindahannya.

Berkolaborasi dengan irama Balkan yang kental akan genre gipsi nya. Dan disempurnakan oleh pemain lokal kita yang lihai dalam goyangan ngoseknya. Semoga bonek bonita mampu membendung rasa sabarnya, karena proses aransemen indah akan muncul dari ide-ide nada yang out of the box. Sama sama kita semua nanti aksi dirigen dari orchestra megah Persebaya.

Coach Tavares akan menggoyahkan tongkat kecil yang digenggamnya hingga muncul instrument megah Persebaya. Semoga kita semua berjodoh dengan musim ini hingga musim selanjutnya. Pemain, pelatih, menejemen, bahkan presiden klub pun bisa saja datang dan pergi. Tapi satu yang abadi, supporter akan terus mendampingi. Apa pun yang terjadi.

Berbicara soal irama dan nada ala samba, saya jadi ingat salah satu musisi favorit saya. Yess, mister Santana. Komposisi yang kental amerika latinnya jadi pingin saya dengarkan dengan segelas kopi panas Kapal Api Mix plus ubi hangat. Apalagi jika Persebaya bisa angkat piala, ulala amboi rasanya.

NEVER GIVE UP PERSEBAYAKU !! WANIII !!

The post EJ Sharing: Menanti Irama Samba di Orkestra Persebaya appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Persebaya Festival atau Persebaya Carnaval Untuk Jadi Event Tahunan, Mungkinkah? https://emosijiwaku.com/2025/06/19/persebaya-festival-atau-persebaya-carnaval-untuk-jadi-event-tahunan-mungkinkah/ Thu, 19 Jun 2025 00:40:32 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=45440 Persebaya sudah memasuki usia ke 99 setelah pada 18 Juni 2025 kemarin merayakan hari jadinya yang ke 98. Tuwek uzur rek.

The post Persebaya Festival atau Persebaya Carnaval Untuk Jadi Event Tahunan, Mungkinkah? appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Persebaya sudah memasuki usia ke 99 setelah pada 18 Juni 2025 kemarin merayakan hari jadinya yang ke 98. Tuwek uzur rek.

Sudah lama tidak bahas Persebaya. Kali ini rodo tergerak menulis lagi. Bukan tentang Persebaya yang belum berprestasi di Liga Indonesia lagi tapi tentang hal lain di luar lapangan.

Ya, namanya perayaan ulang tahun klub kebanggaan, sopo ae oleh dan isok ngerayakno. Persebaya Untuk Semua, ini tema yang diangkat oleh menejemen klub yang diungkap Azrul Ananda di agenda kunjungan nduk sekolah Galuh Handayani.

Seharian bersliweran di media sosial malam perayaan di semua sudut kota Surabaya. Meriah konvoi, flare, kembang api, makan-makan, nyanyian, alat music drum juga bersliweran keliling kota.

Sisi lain ada yang protes juga macet, ga bisa lancar lalu lintas, bising malam-malam dan lain sebagainya.

Wajar. Ya wajar bagi yang merayakan. Tidak wajar bagi yang tidak merayakan. Dua pendapat yang mempunyai dalil masing-masing. Biarkan semua berjalan dengan semestinya nanti akan ketemu titik di mana akan saling memahami satu sama lain.

Yang menjadi catatan saya adalah masih maraknya sartok atau maling saat perayaan tersebut. Dua video beredar seorang pria nyaut HP arek wedok di tengah konvoi. Satu lagi ada anak yang ketiduran di sebuah trotoar dompetnya diambil laki-laki yan langsung berlari.

Mosok saat yang lain ingin merayakan dengan bergembira malah menjadi korban sartok dan atau kekerasan lain? kan kita tidak mau terjadi. Harus kita akui sek ada saja yang memang “bekerja” di keramaian saat bonek berkumpul.

Saat pihak berwenang kepolisian melonggarkan penjagaan, saat wali kota Eri Cahyadi juga memberikan ruang untuk koncoi, apakah ini terus harus terjadi sartok dan maling bebas berkeliaran? Tentu tidak elok untuk sebuah acara yang seharusnya membuat bahagia semua orang. Ada doa dan harapan untuk Persebaya dalam perayaan itu.

……

Persebaya Ferstival atau Persebaya Carnaval

 

Sontak teringan sebuah carnaval di Brasil atau yang deket Jember Fashion Carnaval yang mendunia. Kenapa agenda ini yakni perayaan ulang tahun Persebaya tidak dijadikan agenda resmi saja?

Misal Persebaya bersama Pemerintah Kota Surabaya bersama bonek dan masyarakat Surabaya bekerja sama membuat Persebaya Festival atau Persebaya Carnaval untuk perayaan ultah Persebaya. Jadikan event tahunan resmi yang masuk agenda Kota Surabaya.

Tahun ini rencana Museum Persebaya mulai dirintis, akan lebih ciamik jika agenda tahunan ultah klub juga dirintis.

Harapan lain dengan acara ini bisa jadi event tahunan adalah menjadikan Kota Surabaya punya agenda wisata tahunan terkait sepak bola dan suporter. Jadikan Surabaya Kota Sepak Bola yang penuh harapan.

Tidak ada yang tidak mungkin demi kebaikan Persebaya dan bonek ke depan. Selain target juara, Persebaya Untuk Semua harus bisa terus digaungkan.

Bukankah Kita Persebaya?

Selamat Ulang Tahun Persebaya. Salam satu nyali.

 

The post Persebaya Festival atau Persebaya Carnaval Untuk Jadi Event Tahunan, Mungkinkah? appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Merenungi Kembali ‘Kita Persebaya” https://emosijiwaku.com/2025/01/27/merenungi-kembali-kita-persebaya/ Mon, 27 Jan 2025 04:45:20 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=45096 Kemarin (25/01) Persebaya lagi-lagi mendapatkan pelajaran berharga dari lawannya. Bermain di Bali melawan Barito Putera, ternyata mereka justru meneruskan rekor kekalahan menjadi 4 kali.

The post Merenungi Kembali ‘Kita Persebaya” appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Izinkan kami tetap membersamai langkah-langkahmu, dalam suka dan duka, dalam merasakan kemenangan maupun kekalahan!

 

Kemarin (25/01) Persebaya lagi-lagi mendapatkan pelajaran berharga dari lawannya. Bermain di Bali melawan Barito Putera, ternyata mereka justru meneruskan rekor kekalahan menjadi 4 kali. Dengan permainan yang ah sebaiknya sudah tak perlu dikomentari lagi. Persebaya sepertinya memang berada pada fase jenuh.

Kalau boleh menilik beberapa pertandingan terakhir, Persebaya seperti kehilangan nyawa. Banyak yang mengatakan bahwa salah satu faktornya akibat kehilangan Rivera yang biasa membantu menghidupkan permainan. Ya memang tidak bisa dipungkiri kalau Rivera memiliki faktor yang cukup besar dalam permainan bagus Persebaya, tapi kemudian akan muncul pertanyaan, “Apakah Persebaya hanya bergantung pada beberapa pemain saja untuk menjadi bagus?”

Persebaya musim ini memang sebetulnya memiliki performa yang cukup bagus selama dinahkodai Paul Munster. Permainan rapi dan disiplin itu sangat membantu tim dalam meraih poin-poin penting. Hingga kemudian permainan yang menyenangkan untuk dilihat itu perlahan memudar. Pemain sering kelimpungan memberikan bola pada temannya sendiri, termasuk pada saat-saat kritis di depan gawang lawan.

Lama-kelamaan permainan tim seperti anak-anak ayam yang kehilangan induknya, terutama ketika gawangnya kebobolan dulu oleh lawan. Padahal kalau diingat, gaya main Persebaya itu khasnya ya meski dicecar berbagai macam serangan oleh lawan, mereka akan lebih gencar menyerang. Tidak sembarangan. Masing-masing pemain terlihat memperhitungkan betul segala kesempatan yang muncul dan berusaha memanfaatkannya dengan baik.

Lalu apakah performa Persebaya akhir-akhir ini salah pemain? Atau salah pelatih? Atau malah salah manajemen? Oh tidak bisa kalau hanya meminta pertanggungjawaban pada satu pihak. Persebaya itu tim. Satu atau dua orang yang salah ya tetap satu tim yang rugi. Semua pihak yang harus bertanggung jawab.

Kalau boleh mengingatkan kembali, dulu tim ini punya ‘Kita Persebaya’ yang digaungkan. Bukan hanya pada kalangan internal Persebaya saja, tapi juga pada suporter yang menjadi salah satu elemen pendukung. ‘Kita Persebaya’ itu identitas. Sudah seperti keyakinan bagi mereka yang mencintai Persebaya. Seperti doa yang selalu dirapal setiap pertandingan dan momen. Bahkan saat Persebaya kalah, jatuh, tersungkur. ‘Kita Persebaya’ memberikan kekuatan untuk kembali bangkit dan berusaha semaksimal mungkin.

‘Kita Persebaya’ mengajarkan untuk lebih memiliki Persebaya. Lebih menyatu, bekerja sama, saling membantu, dan saling melengkapi sebagai Persebaya. Bukan hanya tentang manajemen, pelatih, staf, pemain, maupun suporter, tapi seluruh elemen yang mendukung dan mencintai Persebaya. Kita adalah Persebaya. Persebaya itu kita. Apapun yang kita lakukan adalah sebaik-baik untuk Persebaya.

Cobalah renungi kembali, makna ‘Kita Persebaya’! Ajak semua anggota tim duduk bersama untuk mengingat kembali, apa yang diinginkan dan apa yang menjadi tujuan bersama! Ajaklah keluarga untuk bertemu dengan manajemen dan anggota tim! Renungkan kembali bahwa keluarga juga merupakan bagian dari Persebaya. Begitu pula Bonek. Mereka juga bagian tak terpisahkan dari Persebaya.

Jikalau mengakses kebersamaan dengan tim sangatlah terbatas, izinkanlah kami mengirimkan video-video untuk menyemangatimu lagi! Izinkan kami tetap membersamai langkah-langkahmu, dalam suka dan duka, dalam merasakan kemenangan maupun kekalahan! Mari kembali menjadi ‘Kita Persebaya’!

 

The post Merenungi Kembali ‘Kita Persebaya” appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Persebaya di Bulan Juni https://emosijiwaku.com/2024/06/18/persebaya-di-bulan-juni/ Tue, 18 Jun 2024 03:56:37 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=44492 Apapun itu, selamat bertumbuh Persebayaku. Jadilah kebanggaan Bonek Bonita di seluruh jagat raya. Selalu berbenah dan jangan menua tanpa prestasi dan buat kami bangga.

The post Persebaya di Bulan Juni appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Persebaya di Bulan Juni

Maaf Pak Sapardi, Juni kali ini aku tak ingin membuat puisi tentang hujan dan kerinduannya. Juni kali ini aku lebih memilih untuk merayakan rinduku pada klub kebanggaan yang lama tidak juara, yaitu Persebaya.

 

Tujuh tahun sejak Persebaya dihidupkan, berhasil melawan ketidakadilan dari orang-orang jahat yang membuat Persebaya sekarat.

Namun kali ini makin terasa berat, angin di pucuk terlihat kencang menerpa zona nyaman yang kita buat.

 

Pandemi telah berakhir,

 

Lalu kami dibuat geram, oleh segelintir pengkhianat yang kalian istimewakan.

Datang saat Persebaya bangkit dari mati suri dan pergi saat Persebaya dibinasakan

Lagi-lagi semua berlindung dari sebuah atribut hijau, entah mana kawan atau lawan, asal kau hijau semua jalan akan mulus ke depan.

 

Pengkhianat, sartok, kriminalis, politikus berlomba-lomba mengenakan jersey kebanggaan untuk mencapai tujuan.

Memang benar, sebenarnya musuh terberat kita bukan rival, tapi yang mengatasnamakan bonek dan ternyata kriminal.

 

Segala lini masih perlu dibenahi, kenapa selalu kebobolan di menit-menit rawan?

Membuat kita terbang di awal lalu dijatuhkan dengan kecerobohanmu yang selalu berulang.

Nyatanya target juara hanya sebuah omongan yang berlalu lalang.

 

Beruntungnya, kami adalah Bonek, suporter yang tidak banyak menuntut tapi menuntun. Kritik kami membangun, bukan melampiaskan kekalahan dengan sebuah kericuhan hingga berujung kematian.

 

Kerja bagus sayang!

Terima kasih untuk pertandingan kali ini!

Ayo berbenah!

Menyala Persebayaku!

 

Yah, pada akhirnya memang yang dibutuhkan adalah support atau dukungan dari seorang yang melabeli dirinya suporter, meskipun sesekali keceplosan dengan kata-kata umpatan atau kata kata kotor.

Apapun itu, selamat bertumbuh Persebayaku. Jadilah kebanggaan Bonek Bonita di seluruh jagat raya. Selalu berbenah dan jangan menua tanpa prestasi dan buat kami bangga.

 

Salam satu nyali wani!

The post Persebaya di Bulan Juni appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Arief Catur “Bolo” Tuhan https://emosijiwaku.com/2023/09/30/arief-catur-bolo-tuhan/ Sat, 30 Sep 2023 14:33:06 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=43885 Magis Persebaya memang tak pernah ingkar janji. Bagaimana tidak, segudang pemain berlabel timnas lahir dari rahim Persebaya, dengan embrio liga internal di dalamnya.

The post Arief Catur “Bolo” Tuhan appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Magis Persebaya memang tak pernah ingkar janji. Bagaimana tidak, segudang pemain berlabel timnas lahir dari rahim Persebaya, dengan embrio liga internal di dalamnya. Sebut saja yang akhir – akhir ini sedang banyak dielu – elukan pecinta bola nusantara, yaitu Marselino Ferdinand dan Rizky Ridho. Sebenarnya masih banyak lagi nama – nama pemain yang telah mendahului mereka berdua, sebut saja Andik Vermansyah, Evan Dimas, Rachmat Irianto, Koko Ari Araya, dan masih masih banyak pemain legenda lainnya.

Mereka semua tersaring tentu dengan proses yang panjang dan tak mudah, melalui kompetisi Internal Persebaya tentunya. Terlahir dilapangan yang melegenda bernama Karanggayam. Meski sayangnya lapangan Karanggayam sudah tak aktif lagi digunakan. Namun kali ini saya tidak membahas Karanggayam secara mendalam.

Ada dua pemain yang menurut saya sedang disorot oleh berjuta pasang mata bonek mania, mereka adalah Toni Firmansyah dan Catur Pamungkas. Namun yang ingin saya bahas kali ini adalah pemain dengan posisi bek kanan Persebaya. Yups, Arief Catur Pamungkas. Pemain asli Mojokerto ini sampai dengan match ke-13 tampil sangat gemilang dan makin gahar.

Bagaimana tidak dipenampilan terakhirnya saat laga melawan Arema, dia menjadi aktor penyelamat dari gol yang menurut saya 90% menjadi gol, tetapi timing dan respon yang ditunjukkan Catur kala itu sungguh membuat saya berdecak kagum. Bola di blok hingga melambung ke depan menjauhi area gawang Persebaya. Meski dalam pertandingan kemarin namanya agak terbenam oleh Bruno dan Ze sebagai pencetak gol indah tuan rumah. Namun bagi saya Arief Catur Pamungkas punya peran tersendiri dan layak mendapat applause dari bonek karena kegemilangannya.

Pertandingan demi pertandingan telah terlewati, dan Catur bisa membuktikan betapa gahar penampilannya hingga match ke-13 ini, catatan statistik lainnya membuktikan bahwa berhasilnya Catur menjadi Man Of The Match pada laga melawan Borneo FC di match ke-11, dimana Catur menjadi aktor pengumpan cantik di dua gol Persebaya kala itu. Seimbang dengan prestasinya di lapangan hijau, nilai market value pun juga ikut meroket, hingga saat ini nilai pemain asal Mojokerto ini sudah mencapai 1,8 Miliar per musimnya.

Pencapaian yang sudah ditorehkan sampai saat ini bisa dikatakan tidaklah mudah. Kerja keras, fokus dan mau belajar dari kesalahan – kesalahan sebelumnya serta mau mendengar arahan dari pelatih menjadi kunci pemain yang akrab disapa “Bolo” oleh rekan setimnya ini.

Bukan hal yang mustahil jika Catur bisa mempertahankan permainan cantiknya sekarang, atau bahkan bisa lebih melampaui torehan prestasi sebelumnya, Jersey dengan logo Garuda akan datang menghampirinya. Sukses terus Bolo.

Good Job, Bolo!! S1NYAL WANI !!

The post Arief Catur “Bolo” Tuhan appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Dilukai Aremania, Bonek Balas dengan Kebaikan https://emosijiwaku.com/2023/09/25/dilukai-aremania-bonek-balas-dengan-kebaikan/ Mon, 25 Sep 2023 11:49:19 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=43862 Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (23/9/2023), menjadi saksi bisu sejarah baru yang lahir dalam orbit sepak bola nasional.

The post Dilukai Aremania, Bonek Balas dengan Kebaikan appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (23/9/2023), menjadi saksi bisu sejarah baru yang lahir dalam orbit sepak bola nasional. Untuk pertama kalinya, tim Arema FC datang ke Stadion GBT tanpa menggunakan kendaraan rantis, tapi menggunakan bus. Tidak ada aksi lempar batu yang dilakukan Bonek. Semuanya aman dan terkendali.

Rivalitas Persebaya Surabaya dan Arema FC memang terkenal panas, di dalam dan di luar stadion. Tragedi Kanjuruhan menjadi puncak dari rivalitas tersebut. Aremania yang tak puas dengan kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya 2-3 di Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 silam, meluapkan emosinya dengan cara turun ke lapangan. Bermula dari situlah, tragedi meletus hingga menewaskan 135 korban jiwa.

Di luar Stadion Kanjuruhan kala itu, ketika pemain dan official Persebaya pulang meninggalkan venue pertandingan, kendaraan rantis yang ditumpangi Bajul Ijo pun dihadang, bahkan dilempar batu hingga nyaris memecahkan kaca mobil rantis. Bukankah itu sudah masuk ke dalam pasal percobaan pembunuhan?

Kemudian, pada peringatan ulang tahun Arema FC, 11 Agustus 2023 lalu, sekelompok Aremania merayakannya dengan menyanyikan lagu-lagu berisi ujaran kebencian kepada Bonek. Sungguh keterlaluan, di kala banyak suporter menyuarakan perdamaian, Aremania justru memupuk pertikaian. Padahal, sebelumnya, Bonek telah menyambut baik Aremania Sam Midun yang mencari keadilan atas Tragedi Kanjuruhan dengan cara gowes ke Jakarta. Sam Midun disambut baik oleh Bonek di Surabaya, bahkan dikawal hingga luar kota.

Kembali ke konteks Stadion GBT, Sabtu (23/9/2023), Persebaya dan Bonek tak ingin mengulangi peristiwa serupa seperti yang terjadi pada malam kelabu Tragedi Kanjuruhan. Persebaya tak ingin membalas perlakuan yang diterimanya pada 1 Oktober 2022 silam itu.

Sebaliknya, Persebaya memberikan ‘layanan VIP’ kepada Arema FC; memberikan rasa aman dan nyaman dengan mengendarai bus pariwisata. Sekali lagi, tidak menggunakan kendaraan rantis dan tidak ada aksi anarkis oleh Bonek. Pabila ada teror dan psywar kepada pemain Arema FC di dalam stadion, itu pun hanya sebatas verbal dalam koridor kewajaran, sudah lumrah terjadi di jagat sepak bola. Bonek lebih fokus menyanyikan kidung-kidung penyemangat untuk Reva Adi Utama dkk.

Tak hanya itu, Persebaya juga melakukan aksi kemanusiaan di sela laga menjamu Arema FC itu. Sesaat menjelang kick off, CEO Persebaya Azrul Ananda menyerahkan donasi dari Persebaya dan Bonek senilai Rp 100 juta kepada Perkumpulan Keluarga Korban Kanjuruhan. Bahkan, jauh-jauh hari sebelumnya, Bonek melakukan ‘sweeping kasih sayang’ terhadap pengendara kendaraan berplat N di Surabaya. Dalam aksi ini, Bonek memberikan bunga mawar kepada pengendara kendaraan plat N (Malang dan sekitarnya).

Alhasil, Derby Jatim pada pekan ke-13 Liga 1 2023, Sabtu 23 September itu berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Persebaya atas Arema FC. Rivalitas hanya 90 menit, selebihnya mari kita menjalani aktivitas masing-masing; sekolah, kuliah, bekerja, ngopi, guyonan, mancing, gantangan, dll.

Demikianlah langkah kecil Bonek untuk membenahi citra di masyarakat dengan menebar kebaikan dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Persebaya memang selamanya, tapi memperbaiki sumber daya manusia adalah kewajiban seluruh kaum, termasuk suporter bola. Bonek memang belum sempurna dalam hal kebaikan. Masih ada kekurangannya, sebagaimana manusia pada umumnya.

 

Salam satu nyali. Wani.

Oleh: Eko Darmoko (Penulis Novel member Bonek Writers Forum)

The post Dilukai Aremania, Bonek Balas dengan Kebaikan appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
EJ Sharing : Sebuah Catatan Untuk Strategi Coach Aji https://emosijiwaku.com/2023/07/11/ej-sharing-sebuah-catatan-untuk-strategi-coach-aji/ Tue, 11 Jul 2023 05:24:16 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=43608 Persebaya Surabaya sudah menjalani  dua pertandingan baik away lawan Persis Solo dan home menjamu Barito Putra. Dan sebagaimana kita tahu bahwa satu kali menang dan satu kali hasil seri.

The post EJ Sharing : Sebuah Catatan Untuk Strategi Coach Aji appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Persebaya Surabaya sudah menjalani  dua pertandingan baik away lawan Persis Solo dan home menjamu Barito Putra. Dan sebagaimana kita tahu bahwa satu kali menang dan satu kali hasil seri.

Namun dengan keadaan seperti itu kemudian muncul keyakinan bahwa gelar musim ini dapat diraih. Sampai detik ini saya pribadi belum mempunyai kenyakinan bahwa target juara bisa diamankan pada akhir musim. Tim Persebaya belum menemukan formula yang pas terhadap pola penyerangan, dalam hal ini meninggalkan dulu sisi pertahanan yang memang setiap musim juga mempunyai problematika lebh sulit.

Menyerang dengan banyak mesin (dibaca pemain kreatif) di sini Ze Valente dan Song Ui young memegang kendali. Namun tampaknya masih belum menemukan jalan bagaimana serangan itu dilepaskan dengan mulus. Ze Valente yang dalam beberapa kesempatan sering terjadi kesalahpahaman apa yang dimau dan menahan bola untuk lebih bermain dahulu bahkan suatu moment Song Ui young bingung akan ke mana sedang bola masih berada di kaki Ze Valente.

Pertanyaannya apakah itu masalah? Sepeninggal Marcelino memang gelandang pengatur ritme seakan hilang, sekarang seperti bertumpuk dalam satu jalan yang sama sementara jalan langsung ke pertahanan terbuka lebar. Meski di situ ada Ripal dan tentu Ripal bukan pemain super yang dapat membendung gelandang kreatif lawan dengan mudah. Ripal masih butuh partner karena jelas lini pertahanan Persebaya musim ini juga masih belum terlalu baik.

Apakah akan terjadi perubahan strategi? Sebaiknya hal itu dilakukan oleh coach Aji sebelum bahkan dalam jeda babak kedua. Dalam sepak bola modern dengan kompetisi yang berjalan seperti marathon panjang seperti ini eksperimen memang tampaknya menjadi kebutuhan meski dalam hematnya hanya pada pos yang kurang maksimal saja. Bahkan jika harus memparkir salah satu pemain asing diantara Ze Valente Atau Song Ui young berganti kepada gelandang yang mungkin sedikit lebih cepat dan lebih berkerja ke dalam (pertahanan).

Memang hal ini bukan tolak ukur dan evaluasi tim karena liga masih memainkan dua laga. Namun jika dua laga tersebut Persebaya Surabaya kesulitan terutama lawan Barito yang super defensif maka hal yang sama akan dihadapi Persebaya jika harus bertemu Persib, Persija, PSM atau Borneo. Yang mana kita pahami mempunyai daya serang di atas Barito dan tentu lebih baik mengatasi sebelum terjadi jika target musim ini Persebaya Surabaya ingin juara liga.

Ditulis oleh Dian Rachman

Salam satu Nyali

WANI

 

 

 

The post EJ Sharing : Sebuah Catatan Untuk Strategi Coach Aji appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Mimpi Itu Bernama Andhika Ramadhani https://emosijiwaku.com/2023/06/16/mimpi-itu-bernama-andhika-ramadhani/ Fri, 16 Jun 2023 11:19:37 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=43522 Andhika adalah sebuah manifestasi dari mimpi arek – arek cilik di Surabaya yang ingin menjadi pemain Persebaya

The post Mimpi Itu Bernama Andhika Ramadhani appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Andhika adalah sebuah manifestasi dari mimpi arek – arek cilik di Surabaya yang ingin menjadi pemain Persebaya

Pagi ini seperti biasanya, sebelum shubuh sudah berangkat ke pasar, lalu lanjut bersih – bersih tempat kerja, tak lupa mengecek apakah semua sudah terlihat bersih dan sesuai dengan tempatnya. Tak lupa mengecek tentang Persebaya baik itu tiketing di buka kapan dan kegiatan di kanal Youtube Persebaya.

Sejak kecil saya selalu bertanya kepada mendiang kakek apakah sepakbola itu menyenangkan, apakah sepakbola itu seru, dan apakah sepakbola itu indah.

Lalu saat itu saya mencoba untuk kali pertamanya menonton Persebaya di tv lupa kala itu kontra siapa namun mendiang kakek selalu bercerita bahwa Persebaya adalah klub yang hebat dari klub manapun, bahkan sepupu beliau adalah mantan pemain Persebaya di jaman Abdul Kadir walaupun dicoret karena muntah – muntah pada waktu pertandingan, beliau sangat bangga karena bisa menjadi saksi perjuangan ketika meraih mimpi menjadi pemain Persebaya Surabaya.

Sejak kecil saya selalu bermain bola dengan anak – anak di kampung saya, pada saat itu saya dan teman – teman selalu bermimpi untuk menjadi Persebaya namun kadang terkendala masalah ekonomi keluarga yang sebagian besar di kampung saya menengah kebawah. Saya dan teman – teman merasa mimpi itu hanya sekedar mimpi dan tidak akan pernah bisa terwujud, apalagi orang tua saat itu memiliki pandangan kalau menjadi pemain sepakbola tidak punya jenjang karir yang jelas”.

Di tahun 2020 Persebaya merekrut kiper jebolan klub internal Persebaya, PS Kota Surabaya, namun sebelum bergabung di PS Kota Surabaya dia lebih dulu menimba ilmu di SSB El Faza. Dari klub internal, dia ditarik menjadi bagian penting Persebaya U-19 dan tampil di Elite Pro Academy (EPA).

Andhika sendiri memulai debutnya bersama tim senior Persebaya di tahun 2021 untuk liga 1 musim 2021 – 2022, performanya sendiri cukup apik di awal debutnya namun ada kalanya naik turun, namun itu sendiri tidak menjadi masalah karena saya memiliki keyakinan bahwa dia dapat berkembang lebih baik lagi.

Andhika Ramadhani memiliki latar belakang dari keluarga yang kurang berkecukupan dilansir dari kanal Youtube Persebaya bahwa dia adalah anak dari penjaga warung kopi, dia kadang sebelum latihan membantu orang tua dan menjaga area parkir di sekitar rumahnya. Ini membuktikan bahwa mimpi menjadi pemain Persebaya itu bukanlah sekedar mimpi belaka tapi bisa di wujudkan meskipun kamu bukan dari keluarga yang berkecukupan.

Andhika adalah sebuah manifestasi dari mimpi arek – arek cilik di Surabaya yang ingin menjadi pemain Persebaya, kita bisa melihat perjuangannya meraih mimpi. Saya harap dia mampu menginspirasi anak – anak yang ingin menjadi pemain Persebaya agar tidak putus asa dan tetap berjuang meraih mimpinya.

Satu pesan saya untuk Andhika tetaplah menjadi pemain Persebaya yang mengispirasi orang sekitar dan semoga terus berkembang bersama Persebaya.

Salam Satu Nyali….. WANI!

 

The post Mimpi Itu Bernama Andhika Ramadhani appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Merayakan Persebaya dengan Perpres No 96 Tahun 2019 https://emosijiwaku.com/2023/06/15/merayakan-persebaya-dengan-perpres-no-96-tahun-2019/ Thu, 15 Jun 2023 04:56:04 +0000 https://emosijiwaku.com/?p=43513 Selamat ulang tahun Persebaya ke 96 tahun, tidak terasa hampir 100 tahun Persebayaku berdiri sebagai Tim Sepakbola Indonesia dan salah satu pendiri PSSI beserta 6 klub lain.

The post Merayakan Persebaya dengan Perpres No 96 Tahun 2019 appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>
Selamat ulang tahun Persebaya ke 96 tahun, tidak terasa hampir 100 tahun Persebayaku berdiri sebagai Tim Sepakbola Indonesia dan salah satu pendiri PSSI beserta 6 klub lain.

Jika merujuk pada angka 96, ada fun fact mengenai cocoklogi angka 96 khususnya untuk Bonek dan juga Persebaya.

Logo Persebaya sendiri memiliki makna dan arti tentang klub sepakbola yang mewakili kota Surabaya, terlihat sangat menarik mengingat ada gambar Suro ( Hiu ) & Boyo ( Buaya ), ditambah ada bola yang sudah jelas Persebaya ini klub apa dan mewakili kota apa.

Melihat Persebaya saat ini siapa yang tidak tahu logo klub ini, orang awam pun tau kalau logo Persebaya ada klub sepakbola yang terkenal di Indonesia, layaknya Manchester united, Real Madrid dan Barcelona, orang awam pun tau itu klub sepakbola. Sehingga dari apa yang saya bahas Persebaya memiliki pasar tersendiri, terbukti setiap Persebaya merilis jersey atau merchandise dalam hitungan beberapa hari saja sudah langsung sold out.

Team management harus segera melakukan Pre order untuk memenuhi permintaan pasar tentang Jersey Persebaya tersebut, lantas bagaimana dengan market lain? Bonek pun sebenarnya juga kecipratan market share Persebaya, banyak ditemui toko yang menjual merchandise Persebaya, atau paling banyak bentuk usaha dagang yang memberi nama Persebaya/Bonek.

Salah satu contohnya warung kopi yang tersebar dalam penjuru Surabaya. Warung kopi ini sangat penting sekali bagi warga Surabaya, sejatinya Surabaya adalah kota sibuk, warga sering kali melepas penat untuk sekedar menikmati secangkir kopi atau beberapa suguhan minuman sachet yang disediakan. Tinggal tunjuk saja pelayan warkop akan menyediakan dengan harga yang sangat murah.

Jika dihubungkan dengan angka 96, cocoklogi nya adalah Perpres nomor 96 tahun 2019 membahas tentang kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sebenarnya dalam Perpres ini Persebaya sudah melakukan apa yang tertera dalam Perpres tersebut.

Sekarang mau bicara apa? Persebaya adalah salah satu ikon pariwisata kota Surabaya selain banyaknya destinasi wisata.

Namun rasanya jika anda belum beli Jersey atau oleh-oleh serba-serbi Persebaya rasanya kurang afdol saja, atau jika anda belum mengunjungi Stadion Gelora Bung Tomo & Gelora 10 November rasanya liburan anda belum berarti.

Di sini Persebaya sendiri memang sudah layak dimasukkan list liburan anda. Akan lebih baik lagi jika Persebaya membuat room tour online yang bisa diakses siapa saja.

Di sana bisa dibahas mengenai sejarah, piala , pemain bahkan jika Persebaya mau memberikan harga untuk Room tour khusus itu kan lebih baik lagi dan akan menambah keuntungan bagi Klub sendiri.

Untuk Ekonomi Kreatif sendiri sudah saya jelaskan perihal warkop, dan memang ada salah satu contoh warkop di sudut kecamatan Petemon yang menyuguhkan hidangan camilan atau minuman, bahkan memasang pernak-pernik Persebaya dan komunitas Bonek.

Warkop Green Gate 4 memberikan nuansa stadion, bahkan jika anda beruntung mereka akan memberikan Stiker secara cuma-cuma bagi pelanggannya.

Untuk Bonek sebenarnya saya ingin memberikan sebuah usulan ditengah hiruk pikuk perebutan tiket khususnya dilaga Big Match. Warkop seperti Warkop Green Gate 4 bisa menjadi solusi untuk menyaksikan laga Persebaya, dan masih banyak warkop bernuansa Bonek lainya yang ada di Surabaya.

Sisi positifnya adalah akan terbangun sebuah koneksi antara pemilik warkop dan pelanggan yang sekedar minum kopi atau menyempatkan diri untuk nonton bareng Persebaya.

Bonek saling membantu bonek akan terwujud, banyangkan saja, mereka yang sudah terikat emosi akan selalu menjaga satu sama lainya, semisal jika ada satu yang sakit, maka satu akan membantu.

Dan akan banyak UMKM yang maju khususnya di Surabaya, entah itu warkop, bengkel maupun toko kelontong kecil. Bukankah itu lebih baik dari pada kita harus bergelut dan menuduh pihak lain karena kita tidak mendapatkan tiket untuk menonton pertandingan di Stadion, maka Warkop menjadi solusi terbaik bagi Bonek dan khususnya UMKM Surabaya.

Salam satu nyali, Wani

The post Merayakan Persebaya dengan Perpres No 96 Tahun 2019 appeared first on Emosi Jiwaku.

]]>