Wani Nulis: Analisa Laga Persita vs Persebaya

Rizky Ridho saat melepaskan tendangan bebas yang menjadi gol ke gawang Persita di Indomilk Arena (18/1)/Foto:Liga Indonesia Baru
Iklan

Laga melawan Persita Tangerang Persebaya sedikit mengalami kesulitan. Pada menit-menit awal khususnya pada menit 20an awal, beberapa umpan masih sering terputus bahkan pada menit 24 Alta Ballah melakukan sebuah kesalahan yang hampir saja dibayar mahal. Sayangnya tendangan pemain Persita masih melebar di sisi kiri gawang Ernando.

Justru aksi gila Persebaya dimulai dari menit 26, menerima tendangan sudut Ze Valente yang dapat ditepis bolanya oleh Dika Bhayangkara, bola rebound dimanfaatkan oleh Marselino dengan melakukan Rocket shoot mengarah ke sisi kanan gawang. Berbekal satu setuhan saja Marsel dapat mengkonversikan menjadi gol, sebuah gol yang hampir jarang terlihat di Liga Indonesia beberapa dekade terakhir ini.

Peluang berikutnya menit 34 sebuah umpan mendatar silang Marselino masih belum bisa dimanfaatkan oleh Ze Valente. Namun bagi saya Persebaya melakukan ancaman dengan shooting langsung seperti ini sangat terlihat jarang jika berkaca pada awal musim lalu.

Bahkan debut pemain baru Paolo Victor juga membuka aksi dengan melakukan press ball dan Assist kepada Marselino hingga Persebaya mampu mencetak dua gol. Menit 62 Rizky Ridho bahkan mampu mencetak gol lewat tendangan bola mati. Bagi saya ini baru pertama melihat Ridho melakukan tersebut apalagi hingga menjadi gol. Memang benar Leo Lelis yang biasanya melakukan, namun kali ini Lelis lebih sedikit mengecoh pemain Persita, bagi saya tendangan Ridho ini hampir mirip dengan salah satu legenda Seri A Siniša Mihajlović seorang Bek tapi mampu melakukan tendangan bola mati.

Iklan
BACA:  Krisis Bek, Syaifuddin Siap Duet dengan Partner Lama

Pesta Persebaya belum usia, setelah mencetak tiga gol, Persebaya masih memberikan ancaman kepada Persita ketika mereka memainkan bola pada posisi bertahan, sedikit menekan dengan dua pemain untuk mengepung satu orang membuat pemain belakang Persita selalu melakukan kesalahan yang sama.

Bahkan kiper Persita pun harus melakukan tekling hingga Persebaya harus dihadiahi sebuah pinalti pada menit 80.
Eksekusi Victor benar-benar apik, mengambil sisi kanan gawang, dengan tenang Victor melesatkan tendangan, 0-4 Persebaya unggul. Sebuah debut dengan satu gol dan satu assist oleh Paulo Victor.

BACA:  Impian Aji Santoso Untuk Masa Depan Persebaya

Hingga menit terkahir permainan Persebaya memang terasa lebih cepat, pressing yang sama terus dilakukan dan kesalahan yang sama Persita dapat menjadi gol oleh Persebaya lewat Sho Yamamoto yang mencetak gol ketujuhnya musim ini.

Awal manis putaran kedua Persebaya, jika dilihat memang seperti De javu era 2020 saat pemain dengan skill kecepatan berkumpul hingga membentuk trisula terbaik. Untuk Ze Valente bagi saya mungkin sedikit berbeda jika dilihat saat dia berseragam PSS Sleman. Di sini Valente terlihat memaksimalkan umpan pendek cepat, berbeda saat di Sleman, dia harus mengatur sebuah ritme ketenangan.

Dan yang terakhir untuk Paolo Victor, sepertinya akan ada pengganti nama David da Silva di hati para Bonek.

Teruskan tren positif ini JOL!

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display