SIVB Untold Stories (2): Pasang Surut Hubungan Dua Bond (SIVB & SVB) Surabaya

Seperti kita tahu, PSSI didirikan tak lama setelah SIVB berdiri. Dalam pandangannya, PSSI secara terang-terangan menolak bekerja sama (melawan) dengan NIVB. Bisa dimaklumi, mengingat pendirian PSSI diawali oleh sikap diskriminasi NIVB yang melarang bond-bond anggotanya bertanding pada turnamen yang diadakan oleh PSM Yogyakarta. Alih-alih hanya melarang, NIVB bahkan menghina PSM Yogyakarta melalui surat resminya.[1]

Bagaimana dengan iklim sepakbola di Surabaya? Benarkah diskriminasi juga dirasakan SIVB? Bagaimana hubungan SIVB dan SVB sebelum dan setelah berdirinya PSSI?

SIVB ibarat kotak misteri yang selalu menarik untuk dibongkar dan dikeluarkan isinya satu-persatu. Sayang kajian tentang kiprah SIVB secara detail dan komprehensif masih belum banyak yang beredar. Persebaya adalah SIVB, SIVB dibentuk untuk menyaingi bond bentukan Belanda SVB. Setidaknya itulah anggapan umum yang disepakati masyarakat bola Surabaya dan telah ditulis pada berbagai literatur, baik akademis maupun tidak.

Harmonis sebelum PSSI eksis

Berdasarkan penelusuran yang kami lakukan, hubungan antara SIVB dan SVB serta iklim sepakbola Surabaya ternyata sangat berbeda. Jika Anda biasanya membayangkan SIVB dan SVB itu ibarat bawang merah dan bawang putih, saling berseberangan, menolak bertanding satu sama lain dan saling mencekal anggotanya atau pemain yang bertanding pada kompetisi internalnya bermain untuk bond tetangga sebelah, maka bersiaplah untuk kecewa.

Pertandingan friendly antara SIVB dan SVB maupun anggotanya berkali-kali digelar, perbedaan status sosial kedua bond tidak cukup kuat untuk menghalangi mereka bersama-sama memainkan sikulit bundar. Bahkan antara SIVB dan SVB terdapat semacam kerjasama (samenwerking) yang memungkinkan pertandingan diantaranya.

Akhir 1928 SIVB melakukan pertandingan melawan Tiong Hoa[2] yang dimenangkan Tiong Hoa dengan skor 1-0 sebagaimana dikutip dalam harian De Indische Courant 10 Desember 1928. Pertandingan ini merupakan satu dari sekian indikasi bahwa iklim sepakbola di Surabaya memang beda. Kerjasama antara SIVB dan bond-bond Belanda menunjukkan pengakuan bond-bond Belanda baik de facto maupun de jure terhadap eksistensi SIVB.

BACA:  Persebaya Tidak Lahir 18 Juni 1927

Friendly game diantara keduanya membuktikan bahwa SVB sendiri tidak pernah menggubris larangan induk organisasinya (NIVB) yang melarang SVB bertanding dengan bond-bond bentukan Inlander seperti halnya di kota-kota lain.

Pemberitaan ini menyebutkan bahwa SIVB dikalahkan Tiong Hoa klub anggota S.V.B (sekarang Suryanaga) - Dikutip dari koran (De Indische Courant 10 Des 1928)
Pemberitaan ini menyebutkan bahwa SIVB dikalahkan Tiong Hoa klub anggota S.V.B (sekarang Suryanaga) – Dikutip dari koran (De Indische Courant 10 Des 1928)

Pertandingan melawan Tiong Hoa bukanlah satu-satunya pertandingan antara bond Pribumi melawan bond Belanda. Setahun kemudian SIVB kembali melakukan pertandingan persahabatan melawan SKVB[3] dan mengulanginya empat bulan kemudian[4]. Kedua pertandingan tersebut dihelat di lapangan Pasar Turi, sayang tidak ada catatan lebih detail yang menjelaskan pertandingan tersebut.

Jadwal pertandingan antara SIVB vs SKVB yang akan dilaksanakan di Lapangan Pasar Turi (lap SIVB) pukul 16.30 serta susunan pemain SKVB dan SIVB (pertandingan ini digelar hanya 3 bulan sebelum kongres PSSI) - Dikutip dari (De Indische Courant 13 Januari 1930)
Jadwal pertandingan antara SIVB vs SKVB yang akan dilaksanakan di Lapangan Pasar Turi (lap SIVB) pukul 16.30 serta susunan pemain SKVB dan SIVB (pertandingan ini digelar hanya 3 bulan sebelum kongres PSSI) – Dikutip dari (De Indische Courant 13 Januari 1930)