Buntut Penganiayaan Bonek, Turnamen KONI Cup Dihentikan

Bonek yang menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan. (Foto: Bonek Jabodetabek)

EJ – Buntut pengeroyokan dan penganiayaan Bonek oleh suporter lawan, turnamen sepak bola usia dini yang diselenggarakan KONI Pusat dihentikan oleh pihak kepolisian. Turnamen bertajuk KONI Cup tidak dilanjutkan menyusul jatuhnya delapan korban luka-luka di pihak Bonek.

“Iya, dibubarkan mas,” ujar Haikal Fikri, salah satu pemain Persebaya U17. Haikal menyayangkan penghentian turnamen yang dimulai sejak 24 Januari lalu. “Sangat disayangkan mas. Karena kita sudah mempersiapkan timnya lama sekali. Tetapi sayangnya turnamen dibubarkan,” tambahnya.

Persebaya U17 sedang menjalani babak 8 besar saat peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Bonek terjadi. Mereka sedang menghadapi tim asal Maluku, Kapala Madang Putra Maluku (KMPM). Saat itu, pertandingan diundur keesokan harinya akibat kedua tim sama-sama menggunakan kostum yang sama, hijau-hijau. Mereka juga tidak membawa jersey kedua atau rompi.

Setelah pertandingan ditunda, saat itulah ada pemain KMPM menendang bola ke arah Bonek. Tak terima, Bonek pun menegur mereka. Namun teguran itu dibalas dengan pengeroyokan dan penganiayaan pemain dan pendukung KMPM. 8 korban dari Bonek dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan.

Performa Persebaya U17 sendiri lumayan. Di babak penyisihan yang digelar di GOR Sepakbola Ceger, mereka menang sekali dan seri dua kali.

Hari ini (28/1), turnamen seharusnya memasuki babak final. Skuad Green Force cilik telah dipulangkan. (iwe)

BACA:  Hanya Seri, Langkah Persebaya U-17 di Liga U-17 Terhenti