Persebaya Old Stars: Laga Eksibisi Pengobat Rindu

persebaya
Persebaya Legend saat laga eksebisi lawan Bontang FC.
Iklan

SURABAYA – Suporter Persebaya mendapat “tombo kangen” pada Minggu, 7 Februari. Para legenda kembali merumput di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dengan nama Persebaya Old Stars. Mereka berhadapan dengan lawan dari Kalimantan Timur, Bontang FC.

Meski sudah tidak muda lagi, skuad Old Stars mampu menekuk tamunya dengan skor 3-1. “Ternyata kami masih bisa menang. Tapi, sebenarnya bukan itu tujuannya. Ini ajang silaturahmi,” kata koordinator pertandingan eksibisi tersebut, Mursyid Effendi.

Ada beberapa legenda Persebaya yang ikut dalam pertandingan itu. Mereka, antara lain, Mauri Hally, Ali Muharrom, Bejo Sugiantoro, dan Nurkiman. Walaupun sudah tidak muda lagi, mereka tetap semangat bermain. “Ini ajang reuni beberapa angkatan pemain di tim dari periode tahun 1986 hingga 2000 ke atas,” kata Mursyid.

Bagaimana mengumpulkan para pemain yang sudah tercerai berai? Abah Mursyid—panggilan akrab Mursyid Effendi—mengatakan, butuh waktu dua minggu untuk bisa memastikan kesanggupan mereka. Awalnya dia juga merasa berat. Tapi karena sesama pemain saling memberitahu, dalam waktu singkat mereka langsung menyanggupi.

Iklan

“Ini langkah awal untuk mengumpulkan mantan-mantan pemain. Dari sini kita bisa memberikan masukan untuk manajemen. Bagaimana menghidupkan klub kembali. Yang penting, harus total mengurusi Persebaya,” katanya.

Abah mengaku salut dengan perjuangan dan kecintaan Bonek terhadap Persebaya. Sampai sekarang, pendukung setia Bajul Ijo tersebut terus mengawal klub kesayangannya.

“Perjuangan mereka saya apresiasi meskipun di Liga Indonesia dipecah belah. Antusias Bonek tetap ada dan besar untuk terus mengawal tim pujaannya,” tutur Abah Mursyid.

“Sebetulnya jika bicara yang asli, ini bukan lagi soal tentang Persebaya 1927 atau Persebaya lainnya. Tapi ini soal klub yang memang dari awal sudah ada di Surabaya. Dan itu cuma ada satu, yaitu Persebaya Surabaya yang ada di Surabaya sejak 1927,” imbuhnya.

Sayangnya, ajang pengobat rindu itu kurang mendapat perhatian dari sebagian besar Bonek. Beberapa penyebabnya antara lain publikasi yang mendadak dan cuaca buruk yang mengakibatkan beberapa kawasan Kota Surabaya terancam banjir. (nin)

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display