Membandingkan Peliputan Media atas Dua Peristiwa Kekerasan yang Dilakukan Bonek dan Aremania

Iklan

Peristiwa sweeping Aremania oleh Bonek di pintu Jembatan Tol Suramadu, Kamis, 5 Mei 2016, yang mengakibatkan tiga bus dan tiga mobil rusak rupanya menarik minat media-media di tanah air. Berita-berita yang mengabarkan peristiwa itu sangat mudah dicari di mesin pencarian Google. Dengan kata kunci “Bonek Suramadu”, berita-berita tentang peristiwa itu langsung bermunculan bak jamur di musim penghujan.

Hal berbeda dilakukan media saat meliput pengrusakan mobil yang dilakukan Aremania saat mereka berkonvoi setelah Arema menjuarai Piala Bhayangkara, Senin, 4 April 2016. Berita tentang peristiwa itu sangat sulit dicari. Padahal peristiwa pengrusakan itu ada.

Situs berita bola.net memberitakan jika ada dua mobil yang dirusak Aremania. Menurut merdeka.com, selain dua mobil yang dirusak, diperkirakan masih banyak masyarakat yang jadi korban. Berikut petikan lengkapnya:

Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono menambahkan jumlah yang tidak melapor cukup banyak. Pelaku juga bertambah, dari sebelumnya yang diamankan dua orang.

Iklan

“Dua orang melapor, tetapi yang menyampaikan secara lisan dan SMS sangat banyak, mobilnya digebuki itu sudah banyak. Apapun itu harus kita tindaklanjuti,” kata Decky.

Selain itu, beberapa orang juga mengaku menjadi korban pengerusakan yang diunggah di media sosial. Termasuk pemilik Honda Freed nopol L 1767 FB yang mobil barunya lecet-lecet setelah dirusak oleh Aremania. Tidak hanya itu, beberapa titik taman kota Malang juga mengalami kerusakan. Tampak beberapa pot di sekitar Taman Singa jalan Trunojoyo mengalami kerusakan.

Beritajatim.com juga menulis peristiwa itu, namun hanya meminta penjelasan Bupati Malang Rendra Kresna yang menyatakan pengrusakan itu tidak dilakukan Aremania melainkan hanya oknum. Bandingkan saat beritajatim.com menurunkan berita tentang peristiwa di Suramadu. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa peristiwa pengrusakan itu dilakukan Bonek.

Perbedaan perlakukan media dalam meliput peristiwa yang melibatkan Bonek dan Aremania sempat diprotes Bonek. Mereka ramai-ramai menuduh media berat sebelah. Jika Aremania melakukan tindakan kekerasan, media memilih bungkam dan hanya menulis sedikit berita. Sementara jika Bonek yang melakukan kekerasan, media dengan kompak menulis sebanyak-banyaknya dengan tuduhan yang tidak berimbang.

Apakah media benar-benar melakukan keberpihakan? Kita lihat fakta melalui berita-berita yang diturunkan media atas dua peristiwa kekerasan yang dilakukan kedua kelompok suporter. Obyek penelitian adalah tujuh media online, yaitu beritajatim.com, Liputan6.com, Malangtimes.com, Jpnn.com, Bola.net, Merdeka.com, dan Tribunnews.com.

Mobil yang dirusak Aremania saat konvoi juara Piala Bhayangkara.
Mobil yang dirusak Aremania saat konvoi juara Piala Bhayangkara. (Foto: Bola.net)
Mobil yang dirusak Bonek di Jembatan Suramadu.
Mobil yang dirusak Bonek di Jembatan Suramadu. (Foto: Beritajatim.com)

Fakta:
– Aremania melakukan pengrusakan dua mobil saat konvoi juara Piala Bhayangkara
– Bonek melakukan pengrusakan tiga bus dan tiga mobil saat men-sweeping Aremania.

Beritajatim.com

Aremania:
Oknum Aremania Rusak Mobil Plat L, Rendra Kresna Marah
Pelaku Perusakan Mobil Plat L Terprovokasi Teriakan ‘Hancurkan’

Bonek:
Ratusan Suporter Bonek Sweeping Mobil Plat N di Suramadu
Mencekam, Ratusan Suporter Bonek Geledah Mobil di Suramadu
Penjelasan Koordinator Bonek tentang Sweeping Aremania di Suramadu
Satu Mobil Plat N Dirusak Massa Suporter Bonek di Suramadu
Terobos Suramadu, Mobil Plat W Dirusak Suporter
Ada Suporter Sweeping, Warga Sampang Batal Melintas Suramadu
Inilah Kerusakan di Tol Suramadu akibat Ricuh Semalam
Polisi Tutup Akses Tol Jembatan Suramadu
Aremania: Kami Mengutuk Aksi Sweeping Bonek
Massa Juga Rusak Mobil Fortuner Plat B di Suramadu
Gas Air Mata Pasukan Brimob Bubarkan Massa Suporter Bonek
Mobil Plat N Sudah Bebas Lewat Suramadu, Tak Ada Sweeping Lagi
Polisi Juga Bubarkan Sweeping Suporter di Suramadu Sisi Madura
Lagi, Bus Lewat Sekitar Suramadu Dilempari Batu

Jumlah berita: Aremania (2) vs Bonek (14)

Beritajatim.com dengan cepat menurunkan berita jika Boneklah yang melakukan aksi perusakan. Beda dengan peristiwa perusakan mobil oleh Aremania. Mereka memilih “memisahkan” peristiwa itu dari aksi Aremania dan menyebutnya sebagai kriminal biasa yang dilakukan oknum. Jumlah berita yang mereka turunkan juga berbeda jauh.

Liputan6.com

Aremania:

Bonek:
Suporter Bola Sempat Sweeping Pelat N, Polisi Jaga Ketat Suramadu
VIDEO: Aksi Sweeping Suporter Bola di Suramadu

Jumlah berita: Aremania (0) vs Bonek (2)

Bagi media milik SCTV itu, tidak ada peristiwa perusakan mobil yang dilakukan Aremania. Sementara, mereka memilih tidak menggunakan kata Bonek di judul berita. Namun, di video yang ditautkan di berita tersebut, mereka memberi judul: Bonek Kembali Bikin Ulah.

Video milik RCTI yang memberitakan Bonek sebagai pelaku pengrusakan.
Video milik SCTV yang memberitakan Bonek sebagai pelaku pengrusakan.

Malangtimes.com

Aremania:
Konvoi Aremania, Mobil Plat L Berpenumpang Anak Kecil Dirusak

Bonek:
Lagi Bonek Sweeping Kendaraan Plat N di Suramadu
Bonek Tidak Lakukan Sweeping Plat N
Aremania Kecam Aksi Sweeping Oleh Oknum Bonek
Ratusan Supporter Surabaya Penuhi Jembatan Suramadu

Jumlah berita: Aremania (1) vs Bonek (4)

Malangtimes.com memberitakan kekerasan yang dilakukan oleh Aremania dan Bonek meski jumlah berita yang dibuat berbeda.

Jpnn.com

Aremania:

Bonek:
Rusuh di Jembatan Tol Suramadu, 42 Suporter Dibekuk
Waspada!!! Bonek Tunggu Aremania di Pintu Masuk Suramadu
Para Perusuh di Jembatan Suramadu Dijebloskan ke Sel
Ngeri! Kerusuhan Tengah Malam di Jembatan Tol Suramadu
Bonek Beringas: Keluar! Ayo Keluar!
Lihat Nih Hukuman untuk Bonek yang Disikat Polisi
Tegang! Massa Bonek Diuber Hingga Perkampungan

Jumlah berita: Aremania (0) vs Bonek (7)

Jpnn.com dikenal sebagai media dengan judul-judul bombastis. Tujuannya hanya satu: memancing pembaca untuk klik berita sehingga mendatangkan banyak pemasukan dari Google Adsense. Judul-judul yang ditulis pun menggambarkan mencekamnya peristiwa tersebut. Bonek digambarkan sebagai suporter brutal dan beringas. Beda dengan Aremania. Mungkin wartawannya tak mengenal kelompok suporter itu.

Bola.net:

Aremania:
Dirusak Oknum Aremania, Dua Pemilik Mobil Lapor ke Polresta

Bonek:
Ini Sikap Bonek Soal Insiden Suramadu
Sweeping Pada Aremania di Suramadu Berujung Ricuh
Bhayangkara SU: Insiden Suramadu Bukan Ulah Suporter Bola
Polisi Amankan 13 Pelaku Insiden Sweeping di Suramadu
Pasca Sweeping Pada Aremania, Suramadu Lancar

Jumlah berita: Aremania (1) vs Bonek (5)

Media online khusus sepak bola ini memberitakan aksi kekerasan Aremania. Sementara dalam aksi kekerasan Bonek, mereka bersikap netral. Tak ada judul Bonek yang memberitakan sebagai pelaku. Anehnya, mereka mewawancarai pengurus klub Bhayangkara SU. Padahal yang melakukan perusakan adalah pendukung Persebaya. Hanya ada satu kemungkinan kenapa bisa begitu. Manajemen Persebaya yang dipimpin Cholid Goromah sangat sulit dihubungi. Kemana ya mereka?

Merdeka.com

Aremania:
Aksi anarkis Aremania sambut kemenangan di jalan raya

Bonek:
Jembatan Suramadu mencekam, bonek sweeping semua kendaraan plat N
Bikin rusuh di jembatan Suramadu, 25 Bonek ditetapkan tersangka
Deretan kelakuan Bonek yang meresahkan, sweeping hingga membunuh
Suramadu mencekam, mobil polisi jadi sasaran massa
Bentrok tak cuma pecah di Suramadu
Polisi amankan puluhan pelaku insiden Suramadu part II
Ini sikap Bonek soal insiden Suramadu

Jumlah berita: Aremania (1) vs Bonek (7)

Merdeka.com menegaskan jika Aremania dan Bonek melakukan kekerasan dalam dua kejadian tersebut. Sama seperti Jpnn.com, mereka juga memberitakan bagaimana mencekamnya peristiwa di Suramadu. Mereka juga memberi bonus berita kepada pembaca tentang rekam jejak Bonek. Tak lupa, mereka menyebut Bonek yang pernah membunuh. 

Tribunnews.com

Aremania:
Konvoi Aremania Rusak Dua Mobil Warga

Bonek:
Giliran Polisi Sweeping Bonek di Akses Suramadu, Ini Imbauan untuk Aremania!
Massa Bonek Kocar-kacir Kena Tembakan Gas Air Mata di Jembatan Suramadu
Aksi Pelemparan Batu di Jembatan Suramadu, Puluhan Orang Ditangkap, Dua di Antaranya Bonek
Massa Bonek Rusak Fasilitas Jembatan Suramadu
BREAKING NEWS – Akses Jembatan Suramadu Ditutup Gara-gara Sweeping Massa
BREAKING NEWS – Massa Rusak 2 Mobil Plat N Dekat Suramadu, Polisi hanya Sedikit
Polisi ‘Usir’ Semua Pengendara Motor Beratribut Bonek di Suramadu
GALERI FOTO – Inilah Ketegangan Sweeping Massa di Jembatan Suramadu Tadi Malam
Sweeping Massa Beratribut Bonek di Depan Jembatan Suramadu Rusak Dua Mobil Berpelat N
BREAKING NEWS – Massa Pakai Atribut Bonek Sweeping Dekat Gerbang Jembatan Suramadu
Ini Daftar Korban Pengrusakan Kendaraan di Jembatan Suramadu Sisi Surabaya
Sebabkan Kemacetan Ratusan Meter, Massa Beratribut Bonek Sweeping di Gerbang Jembatan Suramadu
Bonek Cegat Mobil Pelat N, Mereka Gebrak Kaca dan Minta Lampu Kabin Dinyalakan
Sweeping Massa Juga Dikabarkan Rusak Fasilitas Jembatan Suramadu
Jelang Madura United vs Arema, Dua Mobil Plat N Rusak di Suramadu
Ajakan Sweeping Lewat Facebook Inilah yang Diduga Picu Kerusuhan di Jembatan Suramadu
Ini Imbauan Polres Malang untuk Aremania Pasca Sweeping Massa Beratribut Bonek di Jembatan Suramadu
Aksi Sweeping Dikabarkan Rusak Fasilitas Jembatan Suramadu
Polisi Amankan 42 Orang Perusak Mobil Pelat N di Jembatan Suramadu
Polisi Paksa Para Perusuh di Jembatan Suramadu Berjalan Merangkak
BREAKING NEWS – Mobil Polisi Dilempari Batu di Jembatan Suramadu, Lalu ini Peristiwa Selanjutnya
Aksi Sweeping Dibubarkan, Akses Jembatan Suramadu Ditutup Sementara

Jumlah berita: Aremania (1) vs Bonek (22)

Tribunnews menjadi media online dengan berita anarkisme di Jembatan Suramadu paling banyak. Tak tanggung-tanggung, 22 berita diturunkan. Mungkin karena media milik Kompas ini punya jaringan pemberitaan paling banyak. Dan bagi mereka, berita tentang Bonek sangat diminati. Terutama berita anarkisme Bonek. Beda dengan Aremania yang sepi berita. Meski sama-sama melakukan pengrusakan.

***

Masih banyak media online yang menurunkan peristiwa anarkisme Bonek. Dengan memakai kata kunci “Bonek Suramadu” di Google, berita-berita tentang peristiwa sweeping di Jembatan Suramadu langsung muncul. Namun, jika anda mengetik kata kunci “Aremania Konvoi Piala Bhayangkara” yang muncul kebanyakan peristiwa konvoi Aremania. Padahal ada aksi pengrusakan yang dilakukan Aremania. Berita itu tenggelam dengan aksi konvoi mereka. Adilkah media? Hanya anda yang bisa menilai.

Kehadiran media online memang sangat dibutuhkan masyarakat. Lewat media, orang bisa mendapat informasi tentang sebuah peristiwa secara cepat. Namun, lewat media pula, citra seseorang atau kelompok bisa ditentukan. Hitam dan putih bisa tergantung media dan kebijakan redaksi. Selain itu, ada faktor-faktor eksternal yang bisa mempengaruhi politik pemberitaan media.

Dalam peristiwa Suramadu, beberapa Bonek memang melakukan sweeping dan pengrusakan. Demikian juga dengan peristiwa pengrusakan mobil di Malang. Aremania juga melakukannya.

Media menganut prinsip “bad news is a good news”. Celakanya, kebanyakan berita tentang Bonek yang ditampilkan adalah bad news. Ini membuat citra Bonek di mata masyarakat sangat buruk. Padahal saya yakin, sebagian besar Bonek sering melakukan hal-hal positif, seperti aksi donor darah, menyumbang anak yatim, menanam pohon, dll. Celakanya, ini bukan masuk kategori good news. Sementara, Aremania dicitrakan media sebagai suporter simpatik. Padahal, Aremania juga pernah melakukan kekerasan, bahkan sampai menghilangkan nyawa. Namun hal itu jarang disorot media. Entah apa alasannya.

Tulisan ini bukan pembelaan saya terkait aksi Bonek di Suramadu. Namun lebih sebagai otokritik kepada Bonek, Aremania, dan media.

Kekerasan adalah musuh kita bersama. Sudah saatnya cara-cara barbar ini ditinggalkan. Sepak bola adalah aksi 2×45 menit di lapangan hijau, bukan aksi kekerasan di jalan-jalan. Media berhak menulis apapun. Namun, hendaknya media memberitakan sebuah peristiwa secara proporsional dan berimbang serta jauh dari kepentingan kelompok. (*)

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display