Mesranya Hubungan Persebaya, Bonek, dan Dunia Kampus

Dari kiri ke kanan: Gerson Sumolang, Dhahana Adi, Ram Surahman di acara Ngobrol Cerdas yang diadakan BEM UMS, Senin, 21 November 2016. (Foto: Bimbim/EJ)
Iklan

Persebaya sebagai salah satu ikon kota Surabaya sudah sejak dulu sangat dekat dengan dunia kampus. Banyak pengurus dan pemain Persebaya berasal dari berbagai kampus kenamaan di Surabaya. Jadi bukan hal baru jika kemarin, Senin, 21 November 2016, ada acara bertemakan Bonek dan Persebaya di lingkungan kampus Universitas Muhamadiyah Surabaya (UMS).

Jauh sebelum era 80-an Persebaya sudah menjalin kerjasama dengan kampus. Di era 80-an, apalagi sejak ditangani manajer H Agil H Ali, keterlibatan kampus di Persebaya semakin terlihat. Ada yang menjadi pengurus manajemen, ahli gizi, dokter tim, psikolog, dan berbagai macam disiplin ilmu diterapkan Agil ke dalam tim yang dinamakan Think Thank Persebaya. Ada yang masih ingat?

Dalam latihan fisik, dulu seingat saya Persebaya langsung ditangani oleh Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) IKIP Surabaya yang sekarang berganti nama menjadi Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kerjasama ini sangat menguntungkan karena saat itu peralatan dan kelengkapan infrastruktur tehnologi olahraga yang dimiliki IKIP sangat lengkap dibanding kampus lain.

Ngobrol Cerdas yang diadakan BEM UMS kemarin bisa menjadi momentum yang sangat bagus untuk manajemen baru Persebaya dan juga bagi komunitas Arek Bonek secara umum. Bonek sudah mulai berubah menjadi lebih baik dan berusaha meningkatkan nilai sebagai suatu budaya sendiri. Seperti kata Dhahana Adi bahwa saat ini Bonek menjadi sebuah kultur tersendiri yang harus mempunyai nilai yang lebih dalam segala bidang.

Iklan

Jawa Pos yang kabar burungnya mau “masuk” ke Persebaya juga harus melihat potensi kampus dengan segala kelebihan disiplin ilmunya. Mereka bisa dijadikan partner dalam mengelola Persebaya. Sinergi keilmuan dan teknologi yang ada bisa menjadi kekuatan yang hebat menjadikan Persebaya tidak hanya sebuah tim sepak bola tapi bisa menjadi prototype sebuah klub profesional secara luas.

Sepak bola modern tidak hanya berada di atas lapangan, juga di atas kertas dan di belakang meja dengan analisa data dari berbagai ilmu bisa meningkatkan kinerja manajemen dan pemain di lapangan. Begitu juga dengan Bonek sebagai komponen terpenting dalam dukungan terhadap klub. Ada banyak hal yang bisa dikerjasamakan dengan dunia kampus.

Bonek Campus bisa menjadi jembatan antara Bonek dengan kampus. Belum lagi dari Bonek Student Class yang nantinya anggotanya akan kuliah di kampus-kampus yang ada. Artinya sinergi ini akan bisa berkelanjutan dari generasi ke generasi.

Ini peluang emas dan harus bisa dilakukan secara bertahap baik antara manajemen Persebaya dan Bonek. Bagaimana dengan kampus? UMS telah mengawalinya. Tidak perlu saling menunggu. Mulailah dari sekarang mumpung Persebaya belum jalan.

Kampus lain kapan menyusul? Begitu cuitan Andie Peci, salah satu Jubir Arek Bonek 1927.

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display