Balas Nyanyian Rasis dengan Koreo Atraktif

Foto: Joko Kristiono/EJ
Iklan

Pada 6 Mei 2018, Persebaya akan berhadapan dengan rivalnya, Arema FC, dalam lanjutan Liga 1 2018 pekan ke-7. Gelora Bung Tomo akan menjadi saksi bisu pertemuan dua klub besar asal Jawa Timur. Apalagi ini adalah untuk pertama kalinya Persebaya kedatangan klub besar sekaligus rival sejak diakui kembali oleh federasi. Persebaya yang tahun lalu bermain di kasta kedua persepak bolaan tanah air membuat Green Force tidak bertemu dengan rivalnya yang semua bermain di kasta teratas.

Tidak bisa dibayangkan bagaimana ramainya GBT di akhir pekan nanti melawan Arema. Di Liga 2 saja, tercatat 46.359 orang datang ke stadion menyaksikan Persebaya vs Persigo Semeru FC. Dengan membludaknya spporter nanti, semoga pihak panpel bisa mengatasi kemacetan yang kerap terjadi ketika Persebaya bermain.

Laga big match nanti adalah sebuah pertandingan yang paling ditunggu-tunggu oleh para pecinta sepak bola khususnya para Bonek. Dengan antusiasme Bonek yang begitu besar dalam mendukung Persebaya, penulis memprediksi bahwa di laga nanti akan dibanjiri penonton di dalam dan di luar stadion. Karena GBT tidak akan mampu menampung banyaknya Bonek se-kota Surabaya dan sekitarnya.

Penulis mempunyai angan bahwa di laga nanti seluruh sektor tribun membuat koreografi untuk menunjukkan bahwa Bonek mampu membalas nyanyian “rasis” suporter mereka selama 5 tahun ke belakang, bahkan ketika Persebaya sedang di mati surikan oleh PSSI. Dengan kreativitas yang kita tunjukkan pada laga nanti, terutama di sektor utara dan selatan yang terbiasa membuat koreografi, dan menampilkan koreografi di tribun atas dan bawah maka akan sangat memukau dan menambah semangat para pemain yang sedang berjuang di lapangan.

Iklan

Selain itu, untuk mewujudkan satu stadion satu suara, penulis mempunyai saran bahwa kita samakan chants di semua sektor tribun pada awal babak pertama, dengan urutan chants: Persebaya Harus Jadi Juara, Mars Bonek, Yo Ayo Persebaya, Persebaya Emosi Jiwaku (Kau Takkan Sendirian).

Terbukti ketika persebaya menjamu Sriwijaya pada pekan ke-5 lalu, kekompakan Bonek di 20 menit awal mampu memecah konsentrasi para pemain Laskar Wong Kito, sehingga David da Silva mampu menciptkan gol di menit-menit awal. Mari bersama kita hilangkan ego kita. Bukan masalah di tribun mana kita berada dan tribun mana yang bersuara paling lantang, tapi ini adalah tentang bagaimana kita berteriak bersama menyatukan semua suara untuk memberi dukungan kepada sang kebanggaan untuk mencapai kejayaan.

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display