Oryza, Wartawan Korban Kekerasan, Pasrahkan Kasusnya Melalui Jalur Hukum

205
Foto: Hari Setiawan

EJ – Kasus kekerasan yang menimpa pekerja media yang terjadi di Jember Kamis (4/7) memasuki babak baru. Oryza Wirawan, jurnalis beritajatim.com, mengalami kekerasan dari oknum suporter dan pemain PS Sindo Dharaka di Stadion Jember Sport Garden saat meliput pertandingan Liga 3. Oryza terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Menyusul peristiwa itu, Danbrigif Raider 9/2 Jember dan para pemain Sindo Dharaka meminta maaf kepada Oryza. Pernyataan itu disampaikan Komandan Brigif Infantri (Danbrigif) Raider 9/2, Kolonel Robby Suryadi saat berkunjung di ruang Antorium kamar 232 Rumah Sakit (RS) Jember Klinik bersama Kapolres, AKBP Kusworo Wibowo, Dandim 0824, Letkol Arief Munawar, dan Wakil Ketua DPRD, Ayub Junaidi, Kamis (5/7) pagi.

“Saya selaku komandan Brigif menyampaikan permohonan maaf dan saat ini staf kami masih mem BAP 4 pemain dari unsur anggota kami, karena di club Dharaka Sindo, ada 6 pemain dari anggota kami, dan pada pertandingan kemarin 4 anggota kami yang ikut bertanding,” ujarnya, seperti dikutip dari Majalah Gempur.

Hari ini (6/7), Oryza menulis surat yang dikirimkan ke media menanggapi kasus yang sedang menimpanya. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dan meminta maaf atas kejadian tersebut. Oryza juga memberi maaf kepada para pelaku.

Berikut salinan lengkap surat yang ditulis Oryza yang juga pengarang buku Imagined Persebaya:

Alhamdulillah, hari ini saya bisa pulang dari rumah sakit. Saya berterima kasih kepada pimpinan dan rekan-rekan kerja saya di beritajatim.com. Juga kepada teman-teman wartawan di Jember dan seluruh Indonesia yang telah mengirimkan doa, dukungan, dan aksi solidaritas untuk saya.

Saya berterima kasih untuk kawan-kawan PWI, AJI, IJTI yang telah memberikan dukungan moral kepada saya, terutama kawan-kawan di jember yang mendampingi saya.

BACA:  Bukan Polda DIY Yang Batalkan Laga, Tapi Panpel Persija

Terima kasih kepada semua pihak, kawan-kawan saya dan semua netizen yang telah mendoakan dan memberikan dukungan saya di media sosial.

Terima kasih kepada semua pihak yang mau menyempatkan diri mengunjungi saya dan mengulurkan tangan persaudaraan selama di rumah sakit. Juga kepada pihak rumah sakit jember klinik.

Saya berutang budi kepada mereka yang telah membantu dan melindungi saat kejadian. Terima kasih.

Saya berterima kasih kepada jajaran kepolisian dan TNI yang dengan terbuka membantu penyelesaian masalah ini dan membuka diri terhadap proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

Saya memaafkan mereka yang telah melukai saya. Saya juga minta maaf jika mungkin saya berbuat salah saat sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Saya menyerahkan semua kepada proses hukum yang saat ini tengah berjalan, dengan harapan ini kejadian yang terakhir. Tak ada lagi kekerasan terhadap jurnalis dan kekerasan di lapangan sepak bola.

Terima kasih

Komentar Artikel