Saat Tepat Memulai Istilah “Pelan tapi Party” ala Isa Bajaj

63
Isa Bajaj. Foto: EJ
681Shares

Pernah beredar di media sosial istilah “Pelan tapi Party” oleh Isa Bajaj, Bonek asal Magetan yang juga pesohor komedian ini di sebuah video cuplikan sinetron yang dibintanginya. Dalam cuplikan itu menonjolkan dialog antara isa bajaj dengan rekannya soal sepakbola. Tentu Persebaya tak luput dari cuplikan itu.

Percakapan antara aktor serba bisa Asrul Dahlan dan Isa menyoal dua tim kebanggaan masing masing. Asrul sebagai fans PSMS Medan menanyakan “kabar” klasemen Persebaya di Liga 1. Maklum, keduanya sesama “pendatang” dan empunya sejarah sepak bola Indonesia.

Hari ini, Persebaya dan PSMS akan bersua kembali di level tertinggi setelah sebelumnya sama-sama merangkak dari kasta kedua. Saling mengalahkan keduanya dalam catatan perjumpaan mereka, dan kini, di Gelora Bung Tomo, “Pelan tapi Party” ala Isa Bajaj akan dimulai.

Menjelang putaran kedua tak ada alasan Persebaya untuk beralasan atau coba-coba formasi, setidaknya hampir seluruh tim peserta Liga 1 telah dihadapi, ditambah kehadiran dua pemain sarat pengalaman. Artinya, Coach Alfredo Vera benar benar tahu bagaimana mengatasi kekuatan tim-tim Liga 1 di paruh musim dengan menyodorkan nama-nama pemain yang mampu mendongkrak target 5 besar di akhir musim.

Kini saatnya menuju pesta di lima besar. Sudah saatnya menghilangkan kebiasaan seri di kandang. Kandang adalah rumah, setiap tamu haruslah tunduk pada kemampuan dan rules tuan rumah. Rivalitas harus terpelihara walau pada akhirnya aroma “saudara” justru melemahkan tuan rumah di rumahnya sendiri. Itu tak boleh terjadi.

“Kereta” tak boleh berjalan pelan, sebab akan bertabrakan dengan “kereta-kereta” cepat yang lebih dulu memulai start yang baik. PSMS akan datang dengan seruan heroik mereka ribak sude, ini Surabaya, ribak sude boleh hadir di tempat lain, tidak di Surabaya.

BACA:  Kemenangan atas Arema FC, Investasi Mental Bajol Ijo

Maka, apa yang didebatkan antara Isa Bajaj dan Asrul Dahlan tentang rap-rap dan wani akan tersaji di stadion yang bernamakan tokoh pemberani ini.

Ini Surabaya, bung! WANI

Facebook Comments