Cerita Munijianto Basuki, Bonek Probolinggo yang Terbang ke Serui

508
Yanto Bonek Away Serui. Foto: Munijianto Basuki for EJ

EJ – Mendukung tim kebanggaan saat laga away, pasti memberikan cerita tersendiri bagi mereka yang rela melakukannya. Seperti Minijianto Basuki ini, dia rela pergi jauh menuju Serui untuk mendukung Persebaya. Bonek yang akrab disapa Yanto ini menceritakan kesan pertamanya saat away ke Serui, Papua, mendukung Persebaya yang akan menantang Perseru, Selasa (31/7).

Berasal dari Paiton, Probolinggo, Yanto berangkat dari Surabaya menuju Serui dengan menggunakan pesawat. Berbeda dengan Persebaya yang transit 3 kali, Yanto hanya transit 2 kali tanpa melewati Jayapura.

Berangkat sendiri dari Bandara Juanda pukul 18.20 WIB pada Sabtu kemarin (28/7), Yanto baru sampai di Kota Serui pagi tadi. “Saya berangkat sendiri. Pemain sehari lebih dulu, tapi transit di Biak. Aku dari Biak langsung ke Serui. Baru sampai Serui jam 09.30 waktu Serui (07.30 WIB),” ungkapnya.

Dia menjelaskan proses pembelian tiket yang ia lakukan secara online. Namun pembelian online hanya bisa sampai di Biak saja, karena untuk melanjutkan perjalanan menuju Serui harus membeli tiket dengan cara offline (di Biak).

“Saya lihat di Traveloka, semua transit Makassar. Jadi saya beli putus-putus sambil ngatur waktu, biar gak transit lama. Karena gak bisa secara online dari Biak-Serui,” ungkap Yanto kepada EJ.

Dari kota Biak, dia memutuskan untuk lewat jalur udara ketimbang jalur laut. Dikarenakan jalur laut memakan waktu selama 4 jam dan harus berputar melewati pulau-pulau, sementara jika menggunakan pesawat hanya memakan waktu 20 menit saja. Salah satu kendala yang dialami ketika menggunakan pesawat dari Biak-Serui, adalah penerbangannya yang hanya sekali dalam sehari. “Penerbangan setiap harinya cuma sekali, maskapainya Trigana. Seat cuma 36. Sekali ketinggalan ya besoknya lagi. Mau coba alternatif via laut masih belum berani dengan kondisi armada laut akhir-akhir ini,” jelas Yanto.

“Enaknya naik pesawat Trigana, mereka menyediakan angkutan dari bandara ke tujuan-tujuan sekitar kota Serui secara gratis. Perjalanannya sekitar 30 menit dengan medan yang berkelok-kelok dan naik turun,” imbuhnya.

BACA:  Berubah Total, Posisi Chairul Basalamah Digeser

Setelah Sampai di Serui

Sesampainya di Serui, Yanto merasa kaget karena tidak seperti yang dibayangkan saat melihat suasana stadion Marora, Serui. “Perjalanan melewati hutan dan jalan seperti masih baru dibuka, dengan samping jalan antara tebing dan jurang. Setelah di pusat kota Serui, melintasi Stadion Marora, sangat jauh dari apa yang ada di pikiran selama ini. Jadi stadionnya gak jauh beda dengan lapangan Karanggayam,” ujarnya.

Namun Yanto merasa kaget dengan Serui yang jauh berbeda dengan desa-desa di Jawa. Tidak berpikir kejelekannya namun sebaliknya, dia merasa takjub dengan Perseru. Karena bisa dibilang meski datang dari daerah terpencil, Perseru tetap eksis di kancah sepak bola Indonesia saat ini.

Di Serui, Yanto menginap di Hotel Maureen dengan tarif Rp 500 ribu per malam. Hotel ini juga digunakan oleh pemain dan official Persebaya. “Ini satu-satunya hotel yang dianggap layak di sini. Dan semua tim tamu menginap di sini,” terangnya.

Menurut resepsionis Hotel Maureen, rencananya Persebaya baru akan datang pada Senin (30/7) besok. Tim Bajul Ijo masih transit sehari di Kota Biak untuk beristirahat.

Yanto berencana melakukan kunjungan ke komunitas pendukung Perseru guna mengampanyekan persaudaraan antar suporter. “Rencananya istirahat dulu, terus penginnya silaturahmi atau permisi ke komunitas pendukung Perseru. Mungkin ini pergerakan kecil untuk sama-sama mengampanyekan kerukunan antar suporter lintas kesebelasan. Tapi saya juga yakin, sebagian besar sudah sama-sama mulai melakukan hal ini,” ungkap Yanto.

Harapannya untuk Persebaya

Tak lupa, Yanto memiliki harapan untuk Persebaya yang sedang dalam kondisi terpuruk memasuki putaran 2. “Saya hanya bisa berdoa, mendukung dan mengawalmu, tanpa bisa membantu perjuanganmu di dalam lapangan. Kamu yang berusaha dan berjuang untuk memenangkan setiap laga. Saya tahu kita sama-sama menginginkan kemenangan, sehingga sama-sama membawa kejayaan Persebaya. Sebaiknya kita saling percaya, karena saya percaya profesionalitasmu dan yakinlah bahwa saya selalu setia mendukungmu,” pungkas Yanto. (iwe/ets)

Komentar Artikel