Meski Kecewa, Yanto, Bonek Probolinggo Away Serui, Ogah Kalkulasi Harga Kekalahan Persebaya

214
Munijianto Basuki (kiri) bersama suporter Perseru. Foto: Munijianto Basuki for EJ

EJ – Munijianto Basuki menjadi salah satu Bonek yang turut mendukung langsung perjuangan Persebaya saat menghadapi Perseru Serui, Selasa (31/7). Berbeda dengan puluhan Bonek lain yang datang dari perantauan di tanah Papua, pria yang akrab disapa Yanto ini tret tret tret seorang diri, langsung dari Jawa Timur.

Jauh-jauh terbang hingga tiba di Stadion Marora, harapan Yanto untuk melihat tim kebanggaan meraih kemenangan tak terwujud. Persebaya harus takluk 1-3 dari tuan rumah. Sebagai Bonek, dia tentu saja kecewa atas hasil tersebut.

Apalagi, Yanto tidak hanya meluangkan waktu dan tenaga, tetapi juga modal materi yang cukup besar untuk memberikan dukungan langsung di Serui. Meski begitu, pria asal Probolinggo itu ogah menghitung kalkulasi pengeluaran yang dibandingkan dengan hasil kekalahan.

“Kalau kekalahan pasti rasanya kecewa mas, tapi tidak terus bisa dinilai dari sisi pengeluaran biaya kita sebagai suporter. Karena pastinya semua menginginkan kemenangan dan terntunya kita sebagai suporter harus siap mendukung bagaimanapun situasi yang dihadapi tim kebanggaan kita,” ucapnya hanya kepada EJ.

Yanto Bonek Away Serui. Foto: Munijianto Basuki for EJ

Ia menambahkan, wilayahnya sebagai suporter adalah mendukung, berdoa, dan dan berharap sebuah kemenangan. Selanjutnya, sejumlah kritik dengan konteks semangat membangun juga bisa disampaikan.

“Semua itu sudah tidak bisa dikalkulasikan lagi dengan berapa biaya yang kita keluarkan. Ibarat orang kalau senang dengan suatu barang, kalau sudah namanya senang kadang harga nggak wajarpun kita tidak bisa mengkalkulasinya secara matematis. Ya begitulah totalitas kecintaan mendukung tim yang sejak dulu aku banggakan, Persebaya,” tegasnya.

 

Persebaya Harus Berbenah

Sebagaimana Bonek yang senantiasa mengikuti perjalanan Persebaya, Yanto pun tak luput mengamati peforma Bajol Ijo di tiap laga. Sinyal tak begitu baik sebenarnya sudah dia rasakan sejak beberapa pertandingan sebelumnya.

BACA:  Sejarah Darah Muda Persebaya

“Aku sudah merasakan kepincangan tim semenjak setelah lawan PSIS di Magelang kemaren. Begitu banyak kartu didapat, beberapa pemain pulang dengan cedera dan ditambah absennya dua pemain dipanggil Timnas,” bebernya.

Yanto menilai, bukan suatu hal yang mudah secara mental saat itu langsung dihadapkan dengan pertandingan besar menghadapi Persib. Dua kekalahan beruntun pun diderita ketika menghadapi PSIS dan Persib.

“Dan akhirnya kita menerima kekalahan (di Serui) yang makin menambah berat situasinya,” sesal Yanto.

Ke depan, dia berharap secara umum dalam situasi apapun semua perlu adanya evaluasi. Dalam hal ini, menurutnya manajemen dan tim lebih tahu secara detil letak kekurangan yang perlu dibenahi.

Yanto mengaku masih tetap percaya dengan profesionalisme masing-masing personel. Dia hanya berharap Persebaya segera berbenah dan tetap fokus menatap target tertinggi.

“Sebisanya saya sebagai suporter selalu mendukung dan tidak sampai membebani tim kebanggaan dengan tuntutan-tuntutan yang terlalu ke teknis. Sebagai profesional, mereka pastinya tahu dan paham mana yang perlu diperbaiki dan mana yang harus dipertahankan,” pungkasnya. (rul)

Komentar Artikel