Selamat Jalan Cak Rudex

Selamat Jalan Cak Rudex
Iklan

Rudex, sebuah nama yang sudah sangat familier di dunia Bonek. Terutama bagi yang mempunyai usaha pembuatan kaos ataupun produk lain. Saya mengenalnya sejak beberapa tahun silam. Bukan mengenal secara fisik tetapi teman digital melalui Facebook. Sampai suatu saat kami bertemu di sebuah warung kopi kawasan Dinoyo.

Rudex yang saya kenal adalah orang yang sangat ramah dan senang bergurau. Di balik wajahnya yang selalu tersenyum tersimpan potensi yang maha dahsyat. Rudex pernah bekerja di sebuah perusahaan asing dan lokal. Pekerjaannya tidak jauh dari keahliannya sebagai seorang desainer produk.

Dia bercerita dan menunjukkan beberapa karyanya untuk perusahaan asing tersebut kepada saya setelah keluar dari pekerjaan. Nama Rudex tidak luntur meski hanya bekerja sebagai freelancer. Banyak perusahaan asing maupun lokal yang terus menggunakan jasa Rudex.

Jaman Bonek berjuang mengembalikan Persebaya, karya Rudex bahkan banyak bertebaran dalam wujud kaos perjuangan dan Giant Flag serta aksesoris lainnya. Rudex adalah seorang revolusioner di bidang desain yang mempunyai jiwa enterpreneur bagi Bonek. Banyak pengusaha clothing yang terbantu melalui tangan dingin Rudex.

Iklan

Arek Bonek 1927, sebuah gerakan perjuangan Bonek saat itu juga aktif diikuti Rudex. Beberapa desain kaos yang keuntungan dananya dipergunakan untuk perjuangan juga sempat dibuatnya. Tak sampai di situ, Rudex juga membagi ilmunya dengan mengadakan pelatihan desain grafis secara gratis untuk Bonek dan siapa pun. Tiap tahun, dia membagikan desain kalender yang bertemakan Persebaya dan Bonek tanpa dipungut biaya. Banyak juga desain yang dibagikannya secara gratis.

Orangnya memang sedikit tertutup dalam hal kehidupan pribadinya. Tetapi itu tidak menghalanginya dalam pergaulan. Rudex memang sebuah misteri tersendiri. Bahkan ada beberapa teman yang sering membeli desain Rudex namun belum pernah bertatap muka. Rudex memang sangat jarang keluar rumah karena pekerjaan desainnya sangat banyak. Untuk berkomunikasi, dia hanya melalui messanger Facebook dan tidak melalui aplikasi whatsapp ataupun BBM.

Hari ini, tepatnya malam tadi (27/8), Rudex meninggalkan kita untuk selamanya. Sudah beberapa bulan lamanya tidak ada postingan-postingan menggelitik khas Rudex maupun jiwa kritisnya terhadap Persebaya dan Bonek yang keluar dari akun Facebooknya. Rudex mengalami sakit beberapa waktu lamanya.

Mungkin banyak yang belum tahu jika nama asli Rudex adalah Rudi Wijayanto. Dia lahir di Surabaya, 4 April 1970. Seorang Bonek yang juga seniman, pejuang, dan guru bagi Bonek. Gajah mati meninggalkan gading, Rudex pergi mewariskan ilmu dan karya yang selalu akan dikenang.

Selamat jalan Cak Rudex, teruslah berkarya di surga. Salam satu nyali!

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display