GBT Tak Lagi Angker, Persebaya Tim dengan Rekor Kandang Terburuk Ketiga

342
Asisten pelatih Bejo Sugiantoro berada di touchline pada laga kontra PS TIRA. Foto: Joko Kristiono/EJ

EJ – PS TIRA berhasil mempersembahkan noda kekalahan kandang ketiga bagi Persebaya musim ini. Ya, kekalahan Persebaya pada laga Liga 1 pekan ke-21, Selasa (11/9) malam kemarin, membuat Bajul Ijo untuk kali ketiga musim ini harus menanggung malu di hadapan pendukung sendiri.

Kekalahan ketiga Persebaya di kandang sendiri pun menimbulkan pertanyaan apakah Stadion Gelora Bung Tomo tak lagi angker bagi tim lawan?

Hingga pekan ke-21, Persebaya telah memainkan 10 laga kandang musim ini. Dari 10 laga tersebut, 5 diantaranya berhasil dimenangkan oleh Bajul Ijo. Sisanya adalah 2 kali hasil imbang dan 3 kekalahan. Dari 10 laga kandang hingga pekan 21, Persebaya berhasil mengumpulkan 17 poin.

Untuk urusan mencetak gol dan kebobolan, dari 10 partai home musim ini Persebaya mampu melesakkan 14 gol dan kebobolan 11 kali.

Jika klasemen Liga 1 diambil pertandingan kandangnya saja, Persebaya memang termasuk tim dengan rekor kandang yang buruk. Green Force berada di peringkat ke-16 perolehan poin kandang. Bahkan, PSIS Semarang dan Arema FC yang secara peringkat berada di bawah Persebaya justru punya rekor kandang yang lebih baik. Hanya PS TIRA dan Perseru Serui-lah yang rekor kandangnya lebih buruk dari Persebaya.

Rekor buruk Persebaya di kandang ternyata berbanding terbalik dengan hasil pertandingan tandang. Untuk urusan laga tandang, Persebaya adalah tim dengan rekor tandang terbaik ke-8, meskipun Bajul Ijo sudah menelan 5 kekalahan di markas lawan. Hasil laga tandang Persebaya bahkan jauh lebih baik dari tim-tim yang secara peringkat di atas Bajul Ijo, seperti Persela Lamongan dan Borneo FC.

Raihan poin Persebaya hingga kompetisi Liga 1 memasuki pekan ke-21 tentunya menjadi sebuah anomali. Bajul Ijo yang seharusnya garang di kandang justru lebih sering kesulitan meraih poin di rumah sendiri. (rvn)