Osvaldo Haay, di antara Pembuktian dan Kritikan

91
Osvaldo Haay. Foto: Persebaya.id
359Shares

Dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-26 kemarin, Osvaldo Haay berhasil menyumbangkan 1 gol untuk membantu Persebaya menakhlukkan sang pemuncak klasemen sementara Persib Bandung dengan skor akhir 1-4. Di laga itu, Osvaldo Haay yang diplot coach Djanur sebagai striker palsu berhasil mencetak 1 gol dan berkontribusi atas penalti yang didapatkan Persebaya, di mana Osvaldo Haay dilanggar oleh M. Natsir, kiper Persib.

Bermain ngeyel dan penuh kerja keras diperlihatkan Osvaldo Haay di laga itu. Walaupun memiliki body yang tidak telalu besar, pemain muda Persebaya ini sering kali berani berduel dengan Vigtor Igbonefo yang mempunyai body yang jauh lebih besar darinya. Ia juga beberapa kali merepotkan pertahanan Persib dengan memanfaatkan kecepatan yang ia miliki bersama dengan sayap-sayap Persebaya yang diisi Oktafianus Fernando dan Irfan Jaya lewat serangan balik dan umpan-umpan tusukan. Dengan penampilan yang begitu impresif, Osvaldo Haay mendapat banyak pujian dari Bonek dan berharap bisa menjaga permainannya untuk laga-laga selanjutnya.

Osvaldo Haay adalah pemain muda Persebaya yang di datangkan manajemen di awal musim Liga 1 2018 dari tim Persipura bersama 4 pemain lainnya. Pemain yang bernama lengkap Osvaldo Ardiles Haay ini lahir pada 19 Mei 1998. Memiliki usia yang masih muda, ia sudah menunjukkan skill berbakatnya di Persipura, sehingga dipanggil oleh coach Luis Milla untuk bergabung di timnas Indonesia U-22.

Tetapi kedatangannya di Persebaya pada awal musim lalu tidak terlalu disambut gembira oleh Bonek. Karena Bonek pada saat itu sangat mengharapkan kedatangan Andik Vermansah yang posisinya sama dengan Osvaldo Haay. Di awal musim, Osvaldo Haay kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Sehingga ia selalu bermain di bawah peforma dan mendapatkan sorotan tajam dari Bonek. Cacian hingga kritikan banyak didapatkannya di awal musim. Hingga pada pekan ke-4, pemain muda berbakat ini baru bisa membuka kran golnya di kandang PS TIRA. Osvaldo Haay berhasil mencetak 1 gol.

BACA:  Tak Ada Salahnya Belajar Dari Jogja

Osvaldo Haay sempat menjadi pemain andalan Luis Milla di timnas U-22, namun ia harus tersisih lebih dulu dari skuad timnas yang akan bertanding di Asian Games. Dicoret dari timnas U-22 tidak membuat peforma Osvaldo Haay menurun. Namun ia menunjukkan kualitasnya sebagai pemain muda profesional dengan bangkit dari segala kesulitan yang ia alami di awal musim 2018. Memasuki pertengahan putaran kedua Liga 1, Osvaldo Hay semakin menunjukkan skill berbakatnya dan mulai menemukan ritme permainannya di atas lapangan hija. Kini ia menjadi salah satu pemain andalan coach Djanur di lini depan Persebaya.

Sebagai seorang pendatang di persepakbolaan Surabaya, Osvaldo Haay membutuhkan adaptasi yang cukup lama untuk menemukan ritme permainannya dan menunjukkan skill hebat yang ia miliki. Walaupun banyak cacian dan kritikan dari para suporter, seorang pemain harus tetap berjuang dengan sepenuh hati untuk membantu meraih kemenangan tim dan menjawab keraguan dari suporter dengan menunjukkan permainan terbaiknya. Karena cacian dan kritikan suporter itu sejatinya adalah ungkapan dari rasa cinta untuk Persebaya dan pemainnya agar lebih baik lagi. (*)

Facebook Comments