Nuryono Hariyadi, Sang Kapten yang Membawa Persebaya ke Final Perserikatan Tiga Kali Beruntun

62
Kapten Nuryono Hariyadi (kanan). Foto: Eddy Sofyan
321Shares

EJ – Rintik gerimis hujan yang mengguyur Surabaya semalam (25/1) seakan membawa kabar duka mendalam bagi masyarakat Kota Pahlawan ini. Mantan kapten tim Persebaya 1986 hingga 1990 telah berpulang ke Rahmatullah karena sakit gagal ginjal yang lama dideritanya.

Dibesarkan di keluarga penggemar sepak bola membuat Nuryono Hariyadi begitu mudah jatuh hati kepada permainan si kulit bundar ini. Terlebih lagi salah satu kakaknya yang bernama Ninit Nurchayo adalah pemain Persebaya era 1970-an semakin membuat Nuryono Hariyadi cinta akan olahraga rakyat ini.

Yono kecil mulai mengenal sepak bola bersama klub Indonesia Muda (IM). Tak perlu tanya apa alasannya, karena ayahandanya adalah salah satu pengurus klub pengikut kompetisi internal Persebaya Surabaya ini.

Cukup lama ia bermain bersama klub IM berselingan dengan Persebaya junior. Sampai akhirnya pada saat Tim Bajul Ijo lolos ke Babak 6 Besar Kompetisi Divisi Utama Perserikatan tahun 1981 dirinya, Ferryl Raymond Hattu dan kiper Sasono Handito terpanggil naik ke tim senior. Kendati badannya berpostur kecil, ia berposisi sebagai libero. Dan saat itu masih sebagai cadangan dari Soebodro.

Permainan yang lugas, tanpa kompromi dan konsisten membuatnya diganjar jabatan sebagai kapten Tim Persebaya sejak 1986 dan bertahan hingga gantung sepatu di akhir musim kompetisi tahun 1990.

Ada catatan unik terkait Cak Jojon, panggilan akrabnya yang memang parasnya mirip dengan seorang pelawak Srimulat, bahwa ia adalah satu-satunya kapten Tim Bajul Ijo yang mampu tiga kali berurutan mencapai babak final Kompetisi Divisi Utama Perserikatan musim 1986/87, musim 1987/88 dan musim 1988/1989. Sebuah gelar juara dan dua buah runner up menjadi catatan emasnya.

BACA:  Kholili Indro, Jurnalis Olahraga Yang Akrab Dengan Persebaya Itu Telah Tiada

Selepas gantung sepatu, Nuryono Hariyadi kembali fokus bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil untuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang dijalaninya sejak 1983.

Selamat jalan Nuryono Hariyadi. Terima kasih atas segala sumbangsihmu terhadap Jawa Timur, Kota Surabaya, Persebaya serta Ditjen Bea dan Cukai. Tenang di tribun barumu di surga. (dpp)

Facebook Comments