Players To Watch: Damian Lizio dan Ezechiel N’douassel

Damian Lizio. Foto: Joko Kristiono/EJ
Iklan

EJ – Duel antara Persebaya dan Persib Bandung sore nanti akan menjadi ajang bagi pemain asing dari kedua tim untuk mengeluarkan sihirnya masing-masing. Damian Lizio dari Persebaya dan Ezechiel N’douassel dari Persib. Kedua pemain tersebut memiliki pengaruh yang besar bagi performa timnya masing-masing.

Damian Lizio

Pemain asal Bolivia ini menunjukkan bukti bahwa ia merupakan gelandang yang berkualitas. Pada laga debutnya saja saat melawan Persidago (23/2) yang lalu, ia langsung membuktikan kelasnya dengan mencetak satu gol dan memberikan asis kepada Hansamu Yama. Pada laga perdana Piala Presiden melawan Perseru (2/3), ia juga kembali mengeluarkan magisnya.

Mungkin pada babak pertama ia tidak berkembang karena diplot di posisi sayap. Namun pada babak kedua saat dikembalikan ke posisi gelandang, magisnya dapat membuat Persebaya comeback meskipun ia tidak mencetak gol ataupun memberikan asis kepada rekannya. Jika gelandang Persib tidak waspada kepadanya, bukan tidak mungkin sihir dari Lizio akan kembali muncul sore nanti.

Iklan

Ezechiel N’douassel

King Eze. Begitulah julukan yang disematkan kepadanya. Bukan tanpa alasan pemain asal Chad tersebut dijuluki sebagai raja. Meskipun bukan Bobotoh yang memberikan julukan tersebut, saat ini secara tidak langsung N’douassel adalah raja di Persib. Performa Maung Bandung benar-benar bergantung kepadanya. Musim lalu saat King Eze terkena sanksi larangan bermain, performa Persib benar-benar jeblok dan secara tidak langsung peluang juara Persib mulai terkikis.

Musim ini ketika King Eze tidak dalam performa terbaiknya ataupun absen, permainan Persib langsung tidak berkembang. Performa Persib benar-benar bergantung kepadanya. Bukan saja karena ia mampu mencetak gol, namun kemampuannya membuka ruang, mengacak-ngacak pertahanan lawan ataupun memberikan umpan membuatnya ia menjadi sentral dari permainan Persib musim ini. Pada pertandingan Persebaya melawan Persib di GBT musim lalu (26/7/2018) lalu menunjukkan betapa mengerikannya kemampuan King Eze sebagai complete forward, meskipun pada laga tersebut ia tidak mencetak gol. Hal tersebut membuat Hansamu Yama dkk harus bekerja ekstra keras untuk menjaganya sore nanti. (mni)

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display