Djanur Sesalkan Terhentinya Laga Kontra Madura United

Wasit memutuskan menghentikan pertandingan Persebaya lawan Madura United. Foto: Joko Kristiono/EJ
Iklan

EJ – Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman menyesalkan terhentinya laga leg pertama babak 8 besar Piala Indonesia kontra Madura United (19/6/2019). Meski begitu ia masih mengapresiasi permainan anak didiknya terutama di babak kedua.

Pertandingan leg pertama di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya itu terpaksa dihentikan pada menit ke-93 karena suporter Persebaya menyalakan flare. Meski pertandingan terhenti wasit Fariq Hitaba asal Yogyakarta memutuskan pertandingan selesai dengan skor 1-1.

“Sayang sekali di menit tambahan waktu pertandingan harus terhenti karena satu insiden. Padahal sebetulnya kalau pertandingan terus berjalan hingga akhir, bukan tidak mungkin kami bisa menambah gol, yang pasti sangat disesalkan,” kata Djadjang.

Di babak kedua Persebaya memang dalam posisi menekan. Apalagi setelah masuknya dua pemain Irfan Jaya dan Osvaldo Haay pada menit ke-51 menggantikan Oktafianus Fernando dan Amido Balde serangan Persebaya berkali-kali membahayakan gawang Madura United.

Iklan

Sampai masuk masa injury time, Persebaya juga masih mampu memberikan tekanan. Sayang, pertandingan harus terhenti.

“Ini hasil kurang bagus dan mengecewakan bagi Bonek-Bonita, juga buat kami sendiri. Kami tidak happy dengan hasil ini, karena memang kami mengincar kemenangan untuk bisa lolos ke babak semifinal,” kata Djanur.

“Tapi saya apresiasi perjuangan pemain dari ketertinggalan di awal babak, tapi setelahnya kami bisa menguasai pertandingan, terutama babak kedua. Luar biasa perjuangan anak-anak dan banyak menciptakan peluang,” tambahnya. (riz)

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display