Konpers Djanur: Wasit Seharusnya Beri Penalti hingga Chemistry Lizio-Balde

324
Konpers pasca laga PSM vs Persebaya

EJ – Pelatih Djadjang Nurdjaman dan Irfan Jaya hadir dalam konpers pasca laga PSM melawan Persebaya. Green Force harus mengakui keunggulan Juku Eja dengan skor 1-2. Gol PSM dicetak Guy Junior dan Ferdinand Sinaga. Sementara Irfan Jaya mencetak gol satu-satunya untuk Persebaya.

Djanur tentang kekalahan Persebaya

Saya ucapkan selamat kepada PSM yang memetik kemenangan di laga ini. Lagi-lagi rekor Persebaya tak pernah menang di sini kembali terjadi. Saya minta maaf atas ketidakberhasilan kami meraih poin. Pertandingan berjalan cukup seru di atas lapangan. Mereka lebih banyak menekan, tapi kami juga memiliki beberapa peluang. Namun terjadi gol yang sebetulnya bisa diantisipasi. Penjagaan di lini pertahanan kami kurang ketat ketika menerima bola crossing dari samping. Bagaimanapun, pemain sudah berusaha maksimal tapi hasilnya tetap seperti ini.

Irfan Jaya tentang pertandingan

Saya dan teman-teman telah berjuang tapi PSM bermain sangat bagus. Apapun hasilnya tetap kita syukuri. Saya ucapkan selamat untuk PSM atas kemenangan.

Irfan Jaya tentang antusiasme suporter kedua tim

Saya sangat senang dengan antusiasme suporter. Saya berharap seluruh suporter di Indonesia bisa seperti itu. Contoh, tidak ada nyanyian-nyanyian rasis. Semua satu tribun.

Djanur tentang gawang Persebaya yang kebobolan enam gol

Betul, di tiga pertandingan kami kebobolan enam gol. Ini situasi yang harus kami perbaiki. Tapi waktu latihan sangat mepet. Tanggal 17 kami main, tanggal 21 harus main lagi. Besok pulang, kami bisa latihan satu kali. Di situ akan kami perbaiki. Di samping itu, kami berharap Ruben Sanadi dan Hansamu Yama bisa tampil sehingga ada tenaga segar. Mudah-mudahan mereka bisa tampil lawan Tira.

BACA:  Brace Da Silva, Green Force Akhiri Puasa Kemenangan Secara Dramatis

Djanur tentang wasit yang tidak memberi hadiah penalti

Jelas, kami semua bangkit dari bench karena kami melihat Irfan dilanggar dan seharusnya dapat penalti. Tapi wasit membiarkannya. Dan kami harus mengakui kekalahan.

Djanur tentang Persebaya yang cetak gol kembali setelah 15 tahun lalu

Ternyata sudah lama Persebaya tidak pernah menang, cetak gol terakhir pun pada 2004. Saya pikir saat bisa balas mencetak gol, kami bisa menang. Mungkin hal-hal seperti ini ada di sepak bola. Susah menang, susah cetak gol. Tapi tadi kami sudah memulai bisa cetak gol. Lumayan. Tapi tetap saja kita kalah. Itu sangat disayangkan.

Irfan Jaya tentang profesionalisme

Saya memang asli Sulawesi Selatan. Tapi saya bermain di Persebaya. Saya harus profesional. Saya tidak canggung karena suporter menyambut saya dengan antusias. Sehingga saya senang main di sini. Saya semangat.

Djanur tentang hubungan Damian Lizio dan Amido Balde

Tidak ada masalah apa-apa. Mereka cukup fair dalam bermain. Mungkin lamanya Balde tidak tampil membuat chemistry-nya belum dapat. Awal-awal (liga) Balde tidak bisa tampil karena cedera. Dan saat Balde bermain lawan Persib, Lizio tidak tampil. Jadi bermain bersama di pertandingan penting sangat kurang. Itu yang membuat kerjasama di antara keduanya tidak nyambung. (*)

Komentar Artikel