Konpers Persebaya: Soal Rivalitas Hingga Tanggapan Bejo Tentang Alfred Riedl

191
Foto: Joko Kristiono/EJ
Shares

EJ – Pelatih caretaker Bejo Sugiantoro hadir dalam konpers pra laga didampigi gelandang enerjik, M Hidayat.

Tentang persiapan Persebaya

Bejo Sugiantoro (BS): Persiapan tim Persebaya setelah dari Lampung kita mempersiapkan cuma dua hari. Kemarin dan hari ini. Kita siapkan dan kondisi pemain alhamdulilah keadaaan sehat. Apapun besok anak-anak sudah siap menghadapi persija.

Tentang motivasi menjalani pertandingan big match

M Hidayat (MH): saya mewakili pewain sudah siap buat pertandingan besok. Sesama pemain sudah percya satu sama lain. Jadi siapapun yang diturunkan oleh coach pasti akan memberikan permainan yang maksimal untuk memberikan yang terbaik untuk pertandingan besok.

Tentang pemain yang tidak bisa tampil

BS: Gak perlu saya rahasiakan. Jadi pemain Timnas tidak bisa hadir. Kalau itu memang kebijakan dari federasi mungkin besok baru tahu siapa yang menjadi starting eleven dan siapa yang di bangku cadangan. Jadi 3 pemain ditambah 2 pemain yang akumulasi Rian dan Osvaldo. Sementara Alwi Slamat ada agenda kesatuannya. Kemungkinan Alwi lawan Bhyangkara baru bisa hadir.

Tentang rumor pencoretan Lizio dan Balde

BS: Kalau saya sih dengan adanya pertanyaan ini disinggung tentang Lizio dan Balde, saya liat situasi kondisi tim yang terakhir ya. Jadi mereka profesional. Apapun kenyataanaya seandainya dia di putaran kedua akan ada apa tentang dia, dia datang ke sini sebagai kultur sepak bola Indonesia. Jadi mungkin Balde dan Lizio akan profesional. Entah didampingkan atau tidak bagian dari kami nantinya. Dan saya yakin mereka lebih dewasa mereka lebih profesional karena mereka pemain asing.

Tentang Supriadi

BS: Kalau masalah Supri, sudah latihan tadi karena kita butuh kuota untuk melengkapi posisi pemain cadangan kita kurang 2 pemain. Karena pemain kita 16.

Tanggapan tentang Alfred Riedl

BS: Saya akan banyak menimba ilmu dari Riedl yang lebih berpengalaman untuk kemajuan saya sebagai pelatih muda. Jadi apapun itu siapapun dia kalau nantinya lebih berpengalaman dari saya, kenapa tidak?

BACA:  Konpers Persebaya: Kampanye Say No To Racism Hingga Kedatangan Wali Kota Surabaya

Menimba ilmu dari beliau. Jadi apapun itu kita terima dengan terbuka dan dari kemarin dan sekarang pemain mengerti akan tugas dan kewajiban nantinya dan akan adanya persaingan yang positif.

Dan hal yang kedua semua pemain akan menunjukkan kualitas dan kemampuanya masing-masing.

Semua tahu coach Riedl pernah menangani Timnas Indonesia, jadi apapun itu pemain juga memahami, lebih profesional pastinya. Lebih fair dalam menentukan starting eleven pastinya, jadi tinggal pemain sendiri ingin menjual dirinya di depan Alferd Riedl untuk menjadi starting eleven di putaran kedua.

Tentang pertandingan dan rivalitas

BS: Jadi pertandingan yang sangat penting, rivalitas tetap. Kalau kita ketemu persija enak untuk diceritakan. Apapun itu tetapi pemain saya tidak bisa menghindar dengan sistem dari federasi bahwa beberapa pemain absen itu tantangan bagi saya pribadi dan tantangan bagi pemain. Jadi biasanya yang tidak tampil maka akan mengeluarkan kemampuanya semaksimal mungkin untuk besok. Saya percaya bahwa Persebaya ini dibentuk dari 20 unit pemain. Siapapun yang berhalangan dan kita pernah main dengan pemain yang tidak komplit, pastinya akan memunculkan potensi-potensi yang membikin kejutan di diri pemain itu sendiri. Kemungkinan akan membawa hal yang positif. Jadi saya tidak bisa bicara banyak di sini masalah hasil. Yang penting kita maksimal dulu apapun itu kita bermain secara tim 11 mereka juga bermain dengan 11.

Tentang gaya permainan Persija dan Simic

MH: Saya tekankan pada teman-teman. bahwa saya tidak akan membahas ke tim lain. Saya lebih fokus membahas cara bermain tim saya sendiri. Walaupun untuk meng-observasi kelebihan dan kekurangan tim lawan pasti ada. Untuk mengingat bahwa kita juga perlu untuk mengetahui kekuatan dan kelebihan lawan.

Mengenal sih hanya sekedar tahu. Yang penting fokus pada tim. Apa yang diinstruksikan pelatih dilaksanakan dulu. Yang penting kerjasama tim. Bagaimana tim ini maksimal, itu yang terbaik. (*)

Facebook Comments