Wawancara Aji Santoso: Saya Paham Karakter Suporter dan Filosofi Bermain Ala Persebaya

Aji Santoso. Foto: Rizka Perdana Putra/EJ
Iklan

EJ – Menangani Persebaya merupakan salah satu mimpi Aji Santoso yang berhasil terwujud. Kini, setelah kembali ke Surabaya, pelatih 49 tahun itu ingin segera membangkitkan mental bertanding pemain. Lebih lanjut ia ingin mengembalikan filosofi bermain ala Persebaya.

Aji resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Persebaya pada Kamis (31/11/2019) siang. Tak menunggu waktu lama, kapten Persebaya ketika juara Liga Indonesia 1996-1997 itu langsung memimpin latihan tim sore harinya di Lapangan Polda Jatim, Surabaya.

Dalam latihan tersebut Aji tampak begitu bersemangat memimpin latihan Ruben Sanadi dkk. Para pemain Persebaya juga tampak antusias menyambut kedatangan pelatih asal Kapanjen, Malang itu.

Setelah latihan usai, Aji berkesempatan menjalani jumpa pers pertamanya sebagai pelatih kepala Persebaya. EJ merangkum beberapa pertanyaan yang dilontarkan wartawan dari berbagai media.

Iklan

Untuk kelengkapan data, EJ juga mengutip wawancara Aji di YouTube resmi Persebaya. Berikut petikan wawancara yang kami rangkum:

Kembali ke Persebaya bertemu dengan mantan rekan satu tim? (Uston Nawawi dan Bejo Sugiantoro)

Jujur saja melatih Persebaya bagi saya dream come true, impian yang menjadi kenyataan. Kenapa? Karena ketika bermain dulu saya dibesarkan Persebaya dan juga ikut membesarkan Persebaya. Saya bersama coach Bejo dan coach Uston membawa tim ini juara tahun 1997.

Kemudian saya melatih Persebaya sudah dua kali. Ketika playoff (Divisi Utama 2009). Saat itu kami menang dan tetap bertahan di liga paling tinggi. Yang kedua LPI (2011), waktu itu juara putaran pertama tetapi dibubarkan. Yang ketiga saya kembali ke sini (saat ini).

Jadi bagi saya Persebaya tidak asing. Saya benar-benar memahami bagaimana karakter suporter, bagaimana keinginan tim ini bermain, insyaAllah sangat paham dengan karakter Persebaya.

Apa karakter yang ingin diterapkan di Persebaya?

Dari sisi mental, pemain Persebaya adalah yang terus berjuang sepanjang pertandingan, tidak pernah mengenal kata menyerah, bermain agresif.

Tapi dari segi cara bermain atau taktikal, Persebaya bermain bola-bola bawah dengan aliran cepat, tidak mengandalkan long pass.

Dalam sepakbola memang ada long pass, tapi dari dulu cara bermain Persebaya menggunakan bola-bola bawah dan sudah menjadi ciri khas.

Kalau kita lihat sejarah Persebaya mulai dari zamannya Abdul Kadir, Samsul Arifin, Mustaqim, sampai zamannya saya dan hingga saat ini sebenarnya filosofi Persebaya tidak pernah berubah.

Ada target pribadi atau target dari manajemen? 

Tentunya paling tidak kami harus lebih bagus daripada posisi saat ini. Target saya sendiri berusaha untuk yang terbaik. Artinya dengan sembilan pertandingan tersisa akan berusaha semaksimal mungkin untuk Persebaya.

Melihat materi pemain Persebaya?

Jujur kalau saya lihat materi pemain Persebaya yang ada sekarang ini sangat bisa bersaing dengan tim-tim lain. Cuma memang mungkin saat ini kurang ideal situasinya.

Tapi setelah ini saya akan cari jalan keluar mencari solusi kenapa tim ini tidak ideal. Karena kalau kita lihat materi pemain mulai penjaga gawang sampai striker, Persebaya seharusnya bisa bersaing di papan atas.

Untuk itu saya akan membangkitkan motivasi pemain, membangkitkan mental pemain, untuk menghadapi sisa pertandingan supaya bisa maksimal.

Satu musim Persebaya ganti pelatih dua kali, ada trauma?

Tidak ada masalah, kalau memang situasinya menuntut seperti itu, tidak ada masalah.

Menghadapi tekanan suporter?

Normal, menurut saya tidak hanya disini saja, di belahan dunia manapun tekanan kepada pelatih sangat besar dan ini wajar. Jawabannya cuma satu, bagaimana tim ini bisa berprestasi.

Bagi saya kalau tidak ada tekanan tidak menarik, kalau ada tekanan dan ternyata kami bisa lepas akan sangat menarik sekali. Jadi menurut saya tekanan di manapun wajar dan normal, karena suporter juga menginginkan tim berprestasi. Tim dimanapun juga begitu. Yang terpenting bagaimana kami menjawab tuntutan itu agar bisa berprestasi.

Melihat laga sisa Persebaya?

Tentunya satu tantangan besar buat saya. Menarik karena tantangan itu akan memacu adrenalin. Di sisa sembilan pertandingan ini saya bersama pemain akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik buat Persebaya. Saya sudah melakukan tanda tangan kontrak, sekarang saya fokus, sekarang saya total untuk Persebaya.

Dikontrak berapa lama?

Satu tahun saya kontrak dengan Persebaya. Durasi sementara satu tahun sampai 2020. Kita lihat perkembangan kedepan seperti apa.

Apa instruksi yang diberikan menghadapi laga sisa? 

Kami tinggal 9 pertandingan melawan tim-tim kuat. Tapi jangan lupa Persebaya juga tim kuat, itu yang pemain harus percaya. Saya sampaikan kepada pemain harus loyal terhadap profesi, total terhadap Persebaya.

Untuk pertandingan sisa saya ingin mengajak seluruh pemain punya semangat baru, fighting spirit baru. Saya tidak mau melihat masalah yang sudah berlalu. Kami lihat masalah kedepan, apa yang akan kami hadapi. Saya ingin bersama-sama dengan pemain, secara kekeluargaan, secara kebersamaan, mengarungi sisa 9 pertandingan ini dengan maksimal.

Saya sangat yakin bahwa pemain-pemain ini sangat berkualitas. Jadi saya sampaikan apapun masalah kemarin sudah tidak usah dilihat lagi. Kami mulai dengan lembaran baru, mulai dengan semangat baru.

Untuk itu saya berharap suporter, pecinta Bonek, datang mendukung dengan sportif. Saya yakin manajemen, pemain, dan saya sendiri ingin tim ini menjadi yang terbaik.

Bisa 5 besar?

Mudah-mudahan seperti itu. Yang jelas sekarang kami berada di posisi sembilan. Saya bersama pemain akan berusaha maksimal agar bisa lebih baik daripada sekarang. Kalau bisa papan atas posisi 1 sampai 6 syukur, itu bagus sekali dan tentu luar biasa. Mudah-mudahan bisa tercapai. (riz)

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display