Harapanku, Harapanmu, dan Harapan Kita untuk Persebaya

Bonek di Stadion Aji Imbut, Tenggarong. Foto: Adi for EJ
Iklan

Persebaya, itulah singkatan dari Persatuan Sepak Bola Surabaya. Siapa yang tak kenal dengan nama itu? Tim yang berjuluk Bajul Ijo itu bermarkas di kota pahlawan yang menjadi kebanggaan masyarakat Surabaya bahkan seluruh masyarakat Jawa Timur. Tim yang penuh dengan catatan sejarah, dan tim yang memiliki suporter militan bernama Bonek.

Nama Bonek diambil dari kata bondo nekat ini memiliki arti modal nekat dalam bahasa Indonesia yang menunjukkan bahwa Bonek selalu keras kemauan demi mendukung tim kebanggaan dengan bermodalkan tekat yang kuat. Julukan lain dari Bonek yaitu Green Force yang berarti Pasukan Hijau, Pasukan dengan warna identik hijau yang menjadi warna kebanggaan tim, warna yang tidak asing dengan persebaya, dan warna yang sudah melekat dalam Persebaya karena memang diambil dari warna buaya hijau yang telah menjadi ikon lambang kota Surabaya.

Menjadi pendukung Persebaya merupakan sebuah kebanggaan yang bisa kami rasakan, menyaksikan Persebaya berlaga di stadion pun bukan hanya sekedar hiburan melainkan sebuah pengorbanan untuk mengawal sang kebanggaan. Di sana kami bersaudara, tak memandang rupa, tak memandang asal daerah, dan tak memandang punya gaji berapa. Semangat kami membara, berdiri, bernyanyi bersama, dan bersorak gembira kami teriakkan untuk membakar semangat para pemain dilapangan layaknya seorang pahlawan yang sedang berjuang dalam pertempuran.

Semangat kami tak pernah padam
Suara kami pun tak kan pernah hilang
Yakinilah bahwa kau tak kan sendirian
Di sini kami selalu mendukungmu

Iklan

Itulah potongan bait yang saya kutip dari lagu Emosi Jiwaku. Lagu yang selalu kami nyanyikan di sisi tribun, lagu yang berisi tentang harapan kami, dan lagu yang menggambarkan bagaimana kewajiban kami para supporter sebagai pemain ke-12 yang ikut bermain di pinggir lapangan dalam memberikan dukungan moril kepada 11 pemain yang bertanding di lapangan.

Selama 2×45 menit semangat kami membara dan selama 2×45 menit pula kami berdiri tak berhenti bersuara. 90 menit harus dimaksimalkan untuk mengamankan 3 poin. Setiap orang dari kita memiliki peran. Harapan kami pun besar dan tak akan membiarkan sang pahlawan berjuang sendirian. Semua perjuangan yang telah diupayakan tidak boleh dibiarkan bertepuk sebelah tangan dan jangan sampai berujung pada kekecewaan. Karena harapan kita semua, tak lain adalah bisa menjadi juara.

“Terbanglah tinggi kau Persebaya!
Banggakanlah kami para Bonek-Bonita
Dan tunjukkan pada semua mata dunia!
Bahwa kita layak jadi juara”

*) Tulisan ini adalah salah satu tulisan yang diikutkan dalam “EJ Sharing Writer Contest” edisi Mei 2020. Dengan tema Persebaya dan Harapan Masyarakat, kontes dibuka hingga 31 Mei 2020. Kirim tulisanmu ke email: [email protected].

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display