Aji Santoso: Jika Ada Pemain Terkena Virus Corona, Siapa Yang Bertanggung Jawab?

114
Aji Santoso. Foto: Rizka Perdana Putra/EJ

EJ – Wacana Liga 1 bakal dilanjutkan menguat setelah PSSI mengadakan rapat virtual dengan seluruh klub pada Selasa (2/6/2020). Pelatih Persebaya, Aji Santoso merasa masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan jika kompetisi kembali bergulir.

Menurut Aji, akan sangat riskan menggelar kompetisi ketika wabah corona belum sepenuhnya berakhir. Menurutnya, untuk saat ini, faktor kesehatan masih lebih penting daripada sepak bola.

“Misal corona belum tuntas dan kompetisi diputar, kemudian di tengah kompetisi ada pemain yang terkena virus corona, siapa yang bertanggung jawab?,” ucap Aji bertanya-tanya.

“Di saat seperti ini, yang setiap hari masih ada yg meninggal karena corona, kesehatan dan keselamatan lebih penting dari sepak bola.”

Pelatih 50 tahun itu tampaknya semakin keberatan setelah Jawa Timur saat ini menjadi daerah dengan pertumbuhan virus corona paling tinggi. Ia khawatir, Persebaya nantinya akan kesulitan untuk mengurus izin pertandingan dan bahkan hanya untuk latihan rutin.

“Surabaya saat ini sudah zona hitam. Apakah kira-kira boleh Persebaya menggelar latihan oleh pemerintah daerah?,” ucapnya.

Pada rapat virtual antara PSSI dengan klub-klub Liga 1 Selasa (2/6) siang muncul sejumlah usulan. Diantaranya adalah melanjutkan kompetisi pada bulan September, meniadakan sistem degradasi, serta seluruh pertandingan diadakan di pulau Jawa. Namun, usulan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat komite eksekutif PSSI. (riz)

Beberapa poin usulan rapat, diolah dari berbagai sumber:

  1. Kompetisi dimulai bulan September atau Oktober
  2. Tiap klub Liga 1 mendapat subsidi Rp. 800 juta
  3. Tanpa degradasi, dua tim dari Liga 1 promosi ke Liga 1 (Liga 1 musim depan 20 klub)
  4. Pertandingan dipusatkan di Pulau Jawa
  5. Pertandingan diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang disiapkan oleh tim medis PSSI