Cirelli Kenang Debutnya di Gelora 10 November sebagai Kapten Persebaya

Iklan

EJ – Meskipun hanya bermain selama setengah musim di Persebaya pada putaran kedua ISL 2009/10, bek asal Argentina Juan Marcelo Cirelli punya momen menarik yang menurutnya tidak akan bisa dilupakan. Pada pertandingan ketiganya bersama Persebaya melawan Persela Lamongan yang sekaligus debut di Gelora 10 November, Cirelli ditunjuk oleh pelatih Persebaya saat itu Rudy Keltjes menjadi kapten tim. “Mulai hari ini kapten tim Marcelo” ujar Cirelli mengulang kata-kata Rudy di acara Live Bareng EJ.

Cirelli menerima dengan baik amanah dari pelatih dan menjadikan ban kapten tersebut menjadi motivasi. Masalahnya saat itu ia belum bisa berbahasa Indonesia sama sekali. Saat briefing menjelang pertandingan di mess, ia memilih berdiri di samping striker asal Cile Patricio Morales yang sudah bisa berbahasa Indonesia. Hal tersebut dikarenakan Cirelli ingin Pato (panggilan akrab Patricio) untuk membisikinya kata-kata bahasa Indonesia untuk briefing tim.

“Pato saya harus bilang apa sekarang. Kasih tahu saya kata per kata pelan-pelan,” kenang Cirelli mengenai momen pertamanya menjadi kapten tim. “Setiap dengar dari Pato saya lempar ke tim. Saya dengar dari Pato lagi kemudian saya lempar. Begitu seterusnya,” imbuhnya.

Selain mengenang momennya menjadi kapten tim, Cirelli juga sedikit bernostalgia tentang rekan-rekannya di Persebaya kala itu. Ia menyebutkan Wijay sebagai pemain paling lucu. Cirelli juga memuji Mat Halil sebagai pemain yang profesional dan selalu serius saat latihan ataupun pertandingan.

Iklan

Ditanya mengenai Andik Vermansah yang kala itu menjadi pemain muda yang baru bersinar, Cirelli memiliki panggilan khusus untuknya. “Kalau bilang Andi itu Andi Oddang, oleh sebab itu kita panggil Andik Vermansah dengan sebutan Andik Kecil,” ucap Cirelli mengenai Andik. (mni)

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display