Taufiq Kenang Musim Debutnya Bersama Persebaya

Taufiq. Foto: Joko Kristiono/EJ
Iklan

EJ – Kompetisi internal Persebaya merupakan salah satu kompetisi konsisten menghasilkan bintang-bintang sepak bola di Indonesia. Image tersebut membuat banyak pemain luar Surabaya yang mengikuti kompetisi internal Persebaya. Salah satunya adalah Taufiq yang berasal dari Tarakan. Ketika usia muda ia merantau dari daerah asalnya untuk bergabung bersama tim Fatahillah. Taufiq juga sukses menembus ke tim senior Persebaya pada Liga Indonesia XI 2005.

Sebagai pemain muda, Taufiq merasa minder saat berlatih bersama tim senior. Apalagi pada musim sebelumnya Persebaya menjadi juara bertahan dan sebagian pemainnya masih berada di Persebaya.

“Pastinya sempat grogi, minder, nervous juga. Waktu itu pertama kali yang biasa saya tonton di TV. Apalagi banyak idola, panutan disitu. Nggak nyangka bisa satu tim,” cerita Taufiq mengenai latihan perdananya bersama tim senior Bajul Ijo. “Sempat juga waktu itu gemetar waktu passing-passing sama cak Uston (Nawawi),” imbuhnya

Namun para pemain senior tersebut selalu memotivasi Taufiq. “Senior-senior waktu itu seperti Abah Mursyid (Effendi), Abah Bejo (Sugiantoro) berpengaruh banget untuk pemain muda. Lalu ada Cak Uston (Nawawi), Mat Halil, Anang Ma’ruf selalu komunikasi dan memberikan motivasi untuk pemain muda baik di dalam lapangan maupun luar lapangan,” ucap Taufiq tentang senior-seniornya di Persebaya.

Selain pemain lokal, Taufiq juga mendapat bimbingan dari pemain asing asal Brasil yaitu Danilo Fernando. “Saya sering sekamar sama Danilo. Dia selalu memberi motivasi saya,” kata gelandang yang saat ini memperkuat Bali United tersebut.

Tak hanya bercerita tentang senior-senior saja, Taufiq juga menceritakan pengalaman debutnya bersama Green Force. Ia melakoni laga perdana bersama Persebaya saat melawan Krung Thai Bank FC di Liga Champions Asia 2005. Taufiq sempat kaget ketika dirinya masuk line up.

“Waktu itu sempat nggak nyangka bisa masuk line up. Saya baru naik ke (tim) senior. Pikiran saya cari pengalaman dulu,” Kata pemain yang berhasil mengantarkan Persib menjadi juara ISL 2014 lalu.

Selain itu Taufiq juga merasakan grogi saat melakukan disuruh pemanasan oleh Jacksen F. Tiago. “Kalau tidak salah saat babak kedua coach Jacksen memanggil saya menyuruh pemanasan. Sempat grogi juga. Tahu sendiri jarak tempat pemanasan dengan Bonek sangat dekat. Sempat gimana kan auranya saat itu luar biasa. Sempat juga grogi, tapi setelah masuk lapangan sudah hilang semua,” kenang Taufiq. (mni)

Iklan

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display