PSSI Tak Kunjung Beri Panduan Teknis, Persebaya Tidak Setuju Kompetisi Dilanjutkan

1
Azrul Ananda dan Aji Santoso. Foto: Joko Kristiono/EJ

EJ – Melalui situs resminya, Persebaya memberikan pernyataan bahwa tidak setuju jika kompetisi Liga 1 2020 dilanjutkan. Persebaya menyatakan tetap menghormati keputusan PSSI yang tertuang dalam Surat Keputusan PSSI No. SKEP/53/VI/2020. Hanya saja, situasi pandemi Covid-19 membuat Persebaya harus menyatakan sikap tidak setuju apabila kompetisi 2020 kembali digulirkan. Hal tersebut dikarenakan PSSI tidak memberikan panduan teknis yang jelas kepada klub apabila kompetisi kembali bergulir.

“Mengingat, sampai saat ini, selama 3 (tiga) bulan kompetisi terhenti, PSSI belum memberikan panduan teknis yang jelas dan detail pada klub apabila kompetisi dilanjutkan. Padahal ini sangat diperlukan untuk memberi kepastian kepada semua stakeholder sepak bola,” tegas Azrul Ananda, Presiden Persebaya, seperti dikutip dari situs resmi Persebaya.

“Keputusan untuk melanjutkan kompetisi di tengah situasi yang serba tidak pasti justru akan menambah risiko dan beban bagi klub. Saat ini, energi pemerintah dan seluruh elemen bangsa fokus pada melawan pandemi Covid-19. Belum ada tanda-tanda pandemi ini kapan akan berakhir,” imbuh Azrul.

Selain itu, kondisi kota Surabaya dan sekitarnya yang masih belum aman dari Covid-19 membuat Persebaya harus menyatakan sikap. “Terlebih situasi di Surabaya, jumlah pertambahan pasien dan kematian tertinggi di Indonesia. Hal yang sama juga terjadi di kawasan Surabaya Raya (Sidoarjo dan Gresik). Dalam situasi ini, sangat berisiko ada aktifitas sepak bola di semua tingkatan,” ujar Azrul mengenai keadaan terkini di Surabaya.

Beberapa waktu yang lalu, Persebaya melalui Azrul Ananda juga telah menyatakan pandangannya terkait kelanjutan kompetisi musim 2020. Pada pernyataan tersebut, Persebaya menyatakan akan berusaha menghormati segala keputusan yang dibuat berkaitan dengan kelanjutan Liga 1 2020. Tetapi Persebaya juga meminta kepada seluruh stakeholder sepak bola Indonesia untuk benar-benar mempertimbangkan segala keputusan yang dibuat. Tidak hanya untuk kepentingan sepak bola nasional, namun juga dampaknya bagi masyarakat luas. (mni)