Rindu Kambuaya Pada Persebaya

126
Selebrasi Ricky Kambuaya. Foto: Joko Kristiono/EJ

EJ – Satu gol yang dicetak pada final Piala Gubernur Jatim 2020 turut menghantarkan Persebaya menjadi juara. Sore itu 20 Februari 2020 di Gelora Delta Surabaya Persebaya mengalahkan Persija Jakarta. Dan Ricky Kambuaya salah satu pemain yang ikut berpesta.

Sejak kompetisi Shopee Liga 1 ini dihentikan karena pandemi Covid 19 pemain kelahiran Sorong 5 Mei 1996 pulang ke kampung halamannya. Sudah empat bulan terhitung dari bulan Maret.

Seperti mayoritas pemain, Ricky menjaga kondisi dengan berlatih sendiri dan berkumpul dengan keluarga di rumah. Dikutip dari laman resmi klub Persebaya.id, saat ini ia sedang merenovasi rumahnya dan berkebun di sekitar rumah.

“Sekarang lebih banyak aktifitas sekitar rumah, jaga kondisi dan menghabiskan waktu bersama keluarga,”kata pemain yang baru musim pertama di Persebaya.

“Kegiatan yang dilakukan selain menjaga kondisi ya mengawasi rumah saya yang dalam proses pembangunan sekarang,”tambahnya

Jika Rendi Irwan dan Koko Ari Arya mengisi waktu lain dengan membuka usaha berjualan kue dan salad maka Ricky memilih berkebun.Tanah yang ada disekitar rumahnya dijadikan lahan berkebun.

“Saya sedang suka-sukanya dengan berkebun, bangun pagi sudah sarapan langsung megang alat berkebun,” terangnya. “Untuk saat ini rasanya lebih akrab dengan dengan kapak, parang, cangkul untuk berkebun daripada dengan sepatu bola,”candanya.

Hasil dari berkebun menurut Ricky menjadi salah satu sumber makanan keluarga. Kesibukan berkebun tidak menghilangkan rasa rindunya pada keluarga Persebaya. Terutama dengan rekan sesame Papua yakni Patrich Wanggai. Wanggai salah satu pemain yang tetap tinggal di Surabaya sampai saat ini.

“Jujur, saya rindu semua keluarga Persebaya dan yang paling dirindukan adalah kakak Patrich. Karena kakak Patrich paling dekat dan suka bercanda sama saya,”ungkapnya.(bim)