Persebaya Dalam Cerita : Dua Kerusuhan Karena Faktor Non Teknis (1)

Pemain Persebaya saat merayakan gelar Juara 2004/ Foto : Pemerhati Sejarah Persebaya

Dengan didampingi ketua Harian Persebaya H.Santo saya yang buta tentang urusan balbalan jadi sangat terbantu plus bisa cepat belajar.Sebagai contoh H.Santo selalu menyarankan agar kita membawa atau mengajak orang pintar dalam setiap pertandingan.

Saya iyakan tapi dengan pesan agar hanya untuk melindungi pemain dan tim dari kejahilan tim atau orang lain bukan untuk menjahili orang lain. Dan dalam prakteknya H.Santo sering mengajak H.Sarbilah seorang pendekar Pagar Nusa untuk mendampingi tim ketika bertanding saya juga mengajak sahabat dekat saya, Ustad Muchrish Chatib untuk melindungi tim dengan pesan yang sama.

BACA:  Bikin GBT Angker Lagi!

Ketika melakukan pertandingan tandang ke Lamongan melawan Persela Lamongan tanggal 5 Mei 2004 kami sudah berada di Lamongan tanggal.3 Mei 2004. Dengan maksud untuk beradaptasi,mengurangi kelelahan dan mencoba lapangan yang biasanya dilakukan satu hari menjelang pertandingan

Ketika akan mencoba lapangan saya yang sedang dalam perjalanan dari Surabaya dilapori kalau Persebaya tidak diberi izin untuk mencoba lapangan dengan berbagai alas an. Dan ketika sampai ke hotel saya ajak H.Santo untuk diskusi menurut beliau hal seperti ini terjadi hanya satu alasan yakni tuan rumah tidak ingin kita merusak atau mengganggu aspek non tekhnis yang telah disiapkan didalam dan disekitar lapangan tersebut.

Halaman 1 2 3

Komentar Artikel