Persebaya Dalam Cerita : Dua Kerusuhan Karena Faktor Non Teknis (2)

Hendro Kartiko penjaga gawang Persebaya 2004/ Foto : Dokumentasi SIM

Ketika akan menjamu Persela Lamongan di Stadion Gelora 10 November Surabaya pada Agustus 2004 Persebaya lagi dipuncak klasemen. Gak pernah kalah di kandang dan satu lagi, pernah mempecundangi Persela Lamongan dikandangnya dengan skor telak 4-0.

Karena kondisi itu saya menganggap remeh tim yang ketika kita kalahkan di Lamongan itu tidak diperkuat oleh lima pemain pilarnya akibat akumulasi kartu kuning dan cidera. Kini mereka datang dengan kekuatan penuh tapi tetap saja saya anggap remeh. Karena memang Persebaya tidak hanya menang kandang tapi banyak pertandingan tandang yang juga dimenangkan Persebaya.

BACA:  Kondisi Ruy Arianto Semakin Membaik

Sikap meremehkan saya itu terbawa ketika H.Santo mengingatkan saya untuk menyetujui pengeluaran dana untuk nyervis perangkat pertandingan dengan alasan kuatir dikerjai wasit yang bisa berakibat fatal.

Saya katakan kepada ketua harian Persebaya itu bahwa kita sudah sepakat bahwa dana untuk perangkat pertandingan adalah agar mereka netral ketika kita bermain tandang. Sekarang kita bermain di kandang sendiri dihadapan puluhan ribu penonton kita masak wasit berani aneh-aneh ?

Halaman 1 2 3 4

Komentar Artikel