Candra Wahyudi : Sudahi Saja!

Jumlah yang dibayarkan hanya sebesar 25 persen dari angka Rp 800 juta  yang diterima tiap klub.  Pemenuhan  hak klub sebesar ini akan berlangsung pada Oktober  2020 sampai Januari 2021.  Selanjutnya, pada Februari sampai Juli 2021, LIB baru akan membayar penuh, Rp 800 juta.  Masih ada catatan. “Apabila kompetisi berjalan sesuai rencana,” bunyi surat  LIB yang ditandatangi direktur utamanya, Akhmad Hadian Lukita.  Dengan kata lain,  pemberian kontribusi tersebut  menganut syarat dan ketentuan yang berlaku.

BACA:  Aji Santoso Fokus Tingkatkan Fisik Pemain

Bagaimana bila  kompetisi tidak berjalan sesuai rencana?.Sisi lain, selama masa tunggu tersebut, klub juga masih harus memenuhi hak  gaji pemain dan ofisial.

“LIB menjanjikan  hak komersial klub Rp 200 juta selama masa tunggu sebelum kick off. Tapi baru akan dibayar saat kompetisi berjalan. Memang LIB bisa menjamin liga berjalan?”tambah Candra.

BACA:  Cara Alfredo Motivasi M Hidayat Agar Lepas dari Trauma Cedera

Pertanyaan ini menurut Candra bukan tanpa dasar. Dua kali, klub menjadi korban janji  PSSI dan LIB soal lanjutan kompetisi. Yakni pada 1 Oktober dan 1 November 2020. Pada dua masa ini, PSSI dan LIB gagal merealisasi janji melanjutkan kompetisi. Padahal, klub sudah berdarah-darah menyiapkan diri.

Halaman 1 2 3

Komentar Artikel