Yoyok Sabastian Dan Bisnis Tanaman Hias

Yok Sabastian saat bertugas /Foto : Official Persebaya
Iklan

EJ – Sudah sejak Maret 2020 tidak ada aktifitas sepak bola Indonesia. Persebaya beserta seluruh pemain dan staf pelatih pun tidak ada kegiatan lapangan.

Pandemi global Covid 19 meenyebabkan segala kegiatan olahraga popular ini berhenti total. Beberapa pemain Persebaya menjalankan bisnis rumahan bersama keluarganya. Ada juga yang melakukan coaching clinic dan mengambil lisensi kepelatihan.

Staf umum kitman Persebaya berjualan nasi krawu dan babat. Sementara itu Yoyok Sabastian masseur Persebaya bersama putranya Yan Ardiansyah berjualan tanaman hias. Kondisi ini membuat semua orang harus tetap bergerak dan kreatif. Agar tetap bisa menghasilkan pundi-pundi untuk kebutuhan setiap hari.

Hampir setahun tak melayani pemain Bajol Ijo. Masa pandemi dilalui dengan belajar bisnis. Meski berskala kecil. Berawal dari keinginan Yan Ardiansyah, putranya, jualan tanaman hias. Yoyok Sebastian ikut memasarkan dagangan putra sulungnya. Lahan kosong di rumah lantai atas pun dipakai untuk memajang tanaman hias tersebut.

Iklan
BACA:  Liga Dihentikan, Persebaya Tunggu Keputusan Operator

“Ya, dari pada tidak ada aktivitas, anak saya bersama teman-teman komunitasnya ingin tetap sibuk yang menghasilkan uang. Dipilihlah jualan tanaman hias ini,” ucap Pak Yok begitu biasa dipanggil.

Menurut Yoyok, Yan Arsiansyah bersama teman-temannya di komunitas Railfans tak ada aktivitas selama pandemi. Biasanya mereka membantu PT KAI dalam hal penjualan tiket. Kemudian mereka punya ide jualan tanaman hias. Memang komoditas satu ini lagi banyak disuka selama pandemi Covid 19. Mereka jual via online dan ikut pameran di pusat perbelanjaan. Harga jualnya cukup murah. Mulai 20 ribu rupiah.

BACA:  Rilis Bonek Tentang Aset Sejarah Persebaya

“Terakhir selama seminggu kita ikut pameran di Royal Plasa pada pertengahan Januari 2021 lalu. Lumayan, tiap hari panitia membantu penjualan dengan cara lelang,” tambah Pak Yok.

Selama membantu anaknya ia masih menerima pijat pelanggannya. Bisa pijat di rumahnya di kawasan Dharmawangsa. Maupun dipanggil ke rumah pelanggan.

Usaha menjual tanaman hias ini baru dijalankan dua bulan, tetapi  mereka sudah punya pelanggan setia. Rata-rata dari Surabaya dan Sidoarjo. Saat ini memang sedang musim berbagai macam hobi menanam tanaman hias.

“Belum berani kirim barang jauh-jauh soalnya takut rusak saat pengiriman. Konsumen nanti jadi kecewa,” tutup Pak Yok

 

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display