
EJ – Strategic Advisor baru Kompetisi Futsal Indonesia (KFI), Jose Tirado, memulai agenda kunjungan kerja perdananya di Indonesia dengan menyambangi Pontianak, Kalimantan Barat.
Didampingi oleh Assem Kuzhanova dan Direktur Teknikal Federasi Futsal Indonesia (FFI), Hector Souto, kunjungan ini bertujuan memantau ekosistem futsal nasional melalui gelaran Futsal Nation Cup 2026.
Rangkaian kegiatan delegasi KFI dan FFI ini menyoroti tiga pilar utama: pembinaan akar rumput, manajemen klub profesional, dan atmosfer kompetisi.
Meninjau Akar Rumput: Bibit Juara di Sekolah
Agenda dibuka dengan kunjungan ke SMAN 11 Pontianak, sekolah yang berstatus sebagai Juara Nasional turnamen futsal tingkat pelajar. Jose, Hector, dan Assem berinteraksi langsung dengan para siswa dan tim pelatih, mengapresiasi sistem pembinaan sekolah yang terbukti mampu melahirkan talenta muda bermental juara.
Jose pun memberikan catatan krusial bagi para talenta muda ini. Ia menekankan bahwa skill olah bola saja tidak cukup untuk menembus pasar global.
“Kemampuan bermain futsal harus ditunjang dengan keterampilan pribadi, termasuk pemahaman bahasa asing, terutama Bahasa Inggris. Hal ini penting agar para pemain muda dapat memahami konsep permainan dari pelatih ketika mendapatkan kesempatan trial atau bermain di liga futsal Eropa maupun dunia,” tegas Jose kepada para siswa.
Sinergi Klub: Menuju Profesionalisme Modern
Malam harinya, agenda berlanjut dengan Makan Malam Resmi (Gala Dinner) dan Pertemuan Strategis. Dalam suasana yang hangat namun produktif, Jose, Hector, dan Assem berdiskusi dengan pemilik dan manajemen dari 8 klub peserta Nation Cup: Pangsuma FC (Tuan Rumah), Bintang Timur Surabaya (BTS), Black Steel FC Papua, Cosmo JNE FC, Unggul FC Malang, Fafage Banua, Kuda Laut Nusantara, dan Nanzaby FC.
Forum ini menjadi ajang pertukaran wawasan manajerial (transfer knowledge) mengenai peta jalan menuju profesionalisme klub futsal modern ala Eropa.
Hari Kedua: Atmosfer “Gila” di GOR Terpadu
Keesokan harinya, rombongan Jose bergerak ke GOR Terpadu Ahmad Yani untuk menyaksikan langsung jalannya pertandingan. Di sinilah Jose mengaku benar-benar merasakan detak jantung futsal Indonesia.
Ia terkejut dengan intensitas kompetisi yang tersaji, di mana tim-tim elit saling berhadapan dengan sangat ketat hingga beberapa laga harus diselesaikan lewat drama adu penalti.

“Saya sangat terkesan dengan apa yang saya lihat hari ini. Level kompetisinya sangat tinggi dan berimbang; faktanya banyak pertandingan yang begitu ketat hingga harus diselesaikan lewat adu penalti menunjukkan mentalitas petarung yang luar biasa dari para pemain,” ujar Jose usai menyaksikan pertandingan.
Namun, sorotan utamanya tertuju pada fanatisme suporter tuan rumah Pangsuma FC.
“Dan untuk atmosfer di sini… luar biasa. Suporter Pangsuma benar-benar gila dalam arti positif! Energi dan keriuhan yang mereka ciptakan di arena membuat futsal terasa sangat hidup. Ini adalah modal berharga yang tidak dimiliki semua negara,” tambahnya.
Kunjungan Jose, Hector, dan Assem ke Pontianak ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid dalam sinergi internasional untuk memajukan industri futsal Indonesia, mulai dari pembinaan usia dini hingga kompetisi profesional.
Futsal Nation Cup 2026 adalah turnamen pramusim bergengsi yang mempertemukan klub-klub papan atas Profesional Futsal League Indonesia, diselenggarakan di GOR Terpadu, Pontianak.









