Tingkatkan Kompetensi Tenaga Medis Sepak Bola, PSSI Gelar Football Medical Workshop 2026

PSSI Gelar Football Medical Workshop 2026/Foto: PSSI
Iklan

EJ – PSSI kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sepak bola Indonesia dengan menggelar PSSI Football Medical Workshop 2026 – Batch 1 pada 22–24 Juni 2026 di Hotel Avenzel, Cibubur.

Workshop yang mendapat dukungan dari RS Mitra Keluarga ini menjadi program perdana yang secara khusus dirancang untuk dokter dan fisioterapis yang bertugas di lingkungan sepak bola nasional.

Sebanyak 66 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 34 dokter dan 32 fisioterapis yang berasal dari klub-klub Super League, Championship, Liga Nusantara, Timnas Indonesia, mitra PSSI, hingga perwakilan Dinas Kesehatan Jawa Barat.

Selain mendapatkan pembaruan ilmu dan praktik terkini, para peserta workshop juga memperoleh Satuan Kredit Profesi (SKP) yang diakui Kementerian Kesehatan, yakni 22,5 SKP untuk dokter dan 18,5 SKP untuk fisioterapis.

Iklan

Football Medical Workshop 2026 sendiri menghadirkan sejumlah pembicara kredibel di bidang kesehatan dan performa olahraga.

Di antaranya adalah Prof MD Farrah-Hani Imran dari The Asian Football Confederation (AFC), yang membawakan materi mengenai fisiologi sepak bola, peran tim medis, serta aspek nutrisi, hidrasi, dan recovery pemain.

Prof MD Farrah-Hani Imran juga mengapresiasi kegiatan ini dan berharap program ini berkelanjutan kedepannya.

Selain itu, melalui pendekatan multidisiplin, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai berbagai kasus yang kerap muncul dalam industri kesehatan sepak bola.

Digelar dalam tiga hari pelaksanaan, workshop dibagi ke dalam beberapa tema utama. Hari pertama berfokus pada fondasi ilmu medis sepak bola, meliputi fisiologi sepak bola, peran tim medis, nutrisi dan hidrasi atlet, recovery, hingga dokumentasi dan surveilans cedera.

Memasuki hari kedua, pembahasan difokuskan pada penanganan cedera dan rehabilitasi pemain. Materi yang diberikan mencakup penanganan cedera ringan hingga berat, rehabilitasi dan proses Return to Play, pencegahan cedera melalui program FIFA 11+, kegawatdaruratan di lapangan seperti CPR, AED, dan Sudden Cardiac Arrest (SCA), penanganan concussion, Pre-Competition Medical Assessment (PCMA), anti-doping, serta sistem pelaporan cedera dan penyakit.

Sementara itu, hari ketiga mengangkat pendekatan yang lebih holistik terhadap kesehatan atlet melalui pembahasan etika dan komunikasi tim medis, kesehatan mental atlet, safeguarding, serta aspek medis dalam sepak bola putri.

PSSI bersama RS Mitra Keluarga berharap Football Medical Workshop dapat menjadi fondasi dalam membangun sistem pengembangan tenaga medis sepak bola yang berkelanjutan.

Ke depan, program serupa akan terus dilaksanakan guna memperluas talent pool tenaga medis sepak bola Indonesia sekaligus memastikan setiap dokter dan fisioterapis yang bertugas di kompetisi nasional memiliki kompetensi yang terverifikasi dan tersertifikasi.

PSSI juga berencana menjadikan sertifikasi Football Medical Workshop sebagai salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi klub saat mendaftarkan dokter dan fisioterapis dalam kompetisi sepak bola Indonesia. Langkah ini sejalan dengan visi PSSI untuk memastikan seluruh komponen yang bekerja di lingkungan sepak bola nasional memiliki kualifikasi sesuai fungsi dan kapabilitas

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display